June 7, 2026
Image default
Event & Community

Menuju ARTJOG 2024, Digelar Pameran Seni Rupa ‘Performa Kinestetik’ di Galeri Salihara

South Jakarta – Perhelatan seni rupa tahunan ARTJOG akan kembali digelar pada 28 Juni 2024 di Jogja National Museum, Yogyakarta. Sebagai salah satu helatan seni rupa kontemporer berskala besar di Indonesia, kehadiran ARTJOG setiap tahunnya tentu dinanti oleh banyak kalangan—tidak hanya para pegiat seni tapi juga publik dalam lingkup lokal maupun internasional. Pertama kali lahir dengan label Jogja Art Fair atau JAF pada 2008 dan berganti menjadi ARTJOG pada 2010, perhelatan ini konsisten berevolusi dari segi gagasan dan bentuk hingga saat ini.

Selama bertahun-tahun, ARTJOG telah membuktikan kontribusinya bagi ekosistem seni rupa Indonesia. Sepanjang periode pelaksanaannya, puluhan pameran dan kegiatan seni dan budaya lainnya ikut diselenggarakan oleh ruang-ruang independen, galeri-galeri, dan komunitas seni di Yogyakarta dan kota-kota lain di sekitarnya. Selain itu, ARTJOG telah menjadi katalisator dalam mengembangkan aspek pariwisata berbasis seni. Tak kalah penting, ARTJOG telah mengemas sebuah perhelatan seni rupa kontemporer menjadi tontonan yang populer sekaligus sarana pendidikan bagi khalayak luas.

Dalam perjalanannya, ARTJOG berkomitmen menghadirkan sebuah peristiwa seni yang lebih inklusif. Semangat ini diwujudkan dalam rancangan festival hingga pelaksanaan program- programnya. Sejak tahun 2022, ARTJOG telah melibatkan anak-anak dan teman difabel tidak hanya sebagai pengunjung, tapi juga partisipan pameran dan program lainnya. Penyempurnaan gagasan keterlibatan teman difabel kemudian diwujudkan dengan menghadirkan Pusat Layanan Disabilitas (PLD), bekerja sama dengan Komunitas Ba(wa)yang, pada pelaksanaan berikutnya. Harapannya ARTJOG dapat menjadi medium dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang disabilitas, serta mempromosikan kesetaraan dan penerimaan terhadap keragamann individu.

ARTJOG 2024 – Motif: Ramalan
Pada 2023 lalu, ARTJOG menggandeng Hendro Wiyanto, kurator dan penulis berbasis di Jakarta, menjadi anggota tim kurator hingga tahun 2025 mendatang. Hendro menghadirkan ‘Motif’ bukan sebagai tema pameran, melainkan sebuah penawaran bagi para seniman untuk ditafsirkan, di mana ARTJOG akan memadukan ide-ide pola karya para seniman, sekaligus mengajak mereka mengungkapkan maksud dan motivasi di balik karya-karyanya.

Setelah Motif: Lamaran di tahun lalu, kini ARTJOG mengangkat tajuk Motif: Ramalan pada penyelenggaraannya di bulan Juni mendatang; mengajak seniman berkelindan di antara pengetahuan sejarah masa lalu dan ‘ramalan’ atas masa depan yang selalu penuh kemungkinan, mengimajinasikan peristiwa dan ‘sejarah’ masa depan.

ARTJOG Motif: Ramalan akan diselenggarakan pada 28 Juni-1 September 2024 di Jogja National Museum, Yogyakarta. Menyambung keberlanjutan dari gelaran sebelumnya, ARTJOG kembali menghadirkan program-program pendukung seperti Young Artist Award, ARTJOG Kids, performa•ARTJOG, Exhibition Tour, Meet the Artist, Artcare, serta Jogja Art Weeks.

Konferensi pers 'ARTJOG 2024' di Salihara Art Center ( foto : QB )
Konferensi pers ‘ARTJOG 2024’ di Salihara Art Center ( foto : QB )

 

Dalam acara konferensi pers ‘Road To ARTJOG 2024’ yang berlangsung pada hari Sabtu (20/) di Serambi Salihara, Jakarta, hadir CEO ARTJOG – Heri Permad, Seniman-Zulfian Amrullah dan Penulis & Co-Curator ARTJOG 2024- Ignatia Nilu. Dalam kesempatan tersebut, Heri Permad menjelaskan,

“Kita membuat peristiwa seni rupa ini, tidak ada tempat yang mengakomodasi para-para seniman maupun dan juga para disabilitas sejak 2021. Kita ada 2 pola untuk ikut di ARTJOG, pertama melalui open call, itu mengajak para seniman muda, kita kasih batasan 35 tahun maksimal umurnya, untuk mendaftarkan karyanya dan idenya dan nanti akan diseleksi ole kurator. Pola kedua dengan cara mengundang, dengan cara setiap kurator beda-beda, yang mengundang yang penting tapi belum pernah ikut ARTJOG, Tahun ini banyak yang seperti ini. Seniman kontemporer Indonesia yang penting, tapi belum pernah ikutan. Harapannya adalah ada perspektif yang baru mengenai kemasan, ambience atau suasana yang beda dengan tahun-tahun sebelumnya.”

ARTJOG juga pernah mengundang jandan mendiang musisi John Lennon, Yoko Ono. “Pada tahun 2018, ketika undang dia bilang mau ikut. Kalau mengundang dia, harus sewa pesawat jet pribadi dengan 15 brondongnya. Wah kami gak sanggup. ‘Ya udah kalau gitu, karyaku saja.’ Karyamu apa ? Kamu bisa pinejm kolektor-kolektor, ada yang mengoleksi handuknya. Terus dia cuma membuat konsep, ‘Tolong ambil pohon asli dari daerah kamu, tanam di tengah-tengah ruang pamer, kemudian bikin hand tag, karena ini namanya ‘wish tree’, pohon harapan. Setiap pengunjung dikasih hand tag, tulis harapannya, cantolin di pohon itu. Nanti hand tag tersebut akan dikirim ke museumnya dia dan diterbankan ke langit supaya harapannya sampai ke Tuhan. Dia juga minta siarkan langit secara live di ruang pamer. “tambah Heri Permad.

Tak hanya tentang seni rupa, di ARTJOG  juga sesi pertunjukan musik. “Untuk musik sebenarnya kita mengundang seniman musik ini ada kurasinya, misalnya kita ingin menghadirkan genre musik baru, dalam rangka memberikan sesuatu yang baru untuk para penggemar musik. Kadang-kadang pemusik juga menyesuaikan tema ARTJOG tentang ramalan, dia temanya tentang masa depan. Ada namanya program perform namanya Performa Jogja, itu yang ngurusin musik. Mereka merespon tema-tema yang ada di ruang pamer. Setiap weekend selalu ada, ada juga yang setiap hari.” tutup Heri Permad.

Road to ARTJOG 2024 – Performa Kinestetik
Mengawali helatan utamanya, ARTJOG mengadakan Road to ARTJOG 2024 – Performa Kinestetik untuk menyapa publik dan rekan-rekan, kali ini khususnya bagi yang berada di Jakarta dan sekitarnya. Agenda ini menghadirkan presentasi karya dari Zulfian Amrullah, seorang arsitek, perupa, dan pengarah artistik. Setelah banyak berkarya dengan bentuk dan fungsi kursi, kali ini Zulfian mengeksplorasi berbagai persepsi indrawi, pengadeganan, dan gerakan, sekaligus bereksperimen terhadap peluang narasi yang terus dibangun dari sebuah peristiwa seni. Dialog atas pengalaman tubuh dalam karya instalasi masif ini juga akan diperkuat lewat pertunjukan tari yang dibawakan oleh Siska Aprisia, penari dan koreografer asal Sumatera Barat yang sudah kerap berkolaborasi lintas disiplin.

Road to ARTJOG 2024 – Performa Kinestetik akan berlangsung mulai 20 hingga 30 April 2024 di Galeri Salihara, Jakarta Selatan. Dengan membeli tiket pameran Performa Kinestetik, pengunjung sekaligus akan mendapatkan tiket mengunjungi ARTJOG 2024 secara cuma-cuma. Informasi harga tiket dan cara berkunjung dapat diakses melalui media sosial dan website ARTJOG ataulangsung kunjungi tiket.salihara.org.

 Sisca Aprisia ( foto : QB )
Siska Aprisia ( foto : QB )

 

Foto : QB
Foto : QB

Informasi Pengunjung
Judul Acara : Road to ARTJOG 2024 – PERFORMA KINESTETIK
Seniman : Zulfian Amrullah
Penulis : Ignatia Nilu
Tanggal Pelaksanaan : 20-30 April 2024
Lokasi : Salihara Arts Center, Jl. Salihara No.16, Ps. Minggu, Jakarta Selatan
Jam Operasional : Sabtu, 20 April 2024, pukul 16.00-22.00 WIB
Minggu, 21 – Selasa, 30 April 2024, pukul 11.00-19.00 WIB
(Kunjungan terakhir pukul 18.30 WIB dan hari Senin libur)
Program Pendukung : Pertunjukan tari oleh Siska Aprisia
20 & 21 April 2024, pukul 16.00 WIB

Tiket Masuk : Rp50.000,00/oranTiket dapat dibeli langsung di lokasi atau https://tiket.salihara.org. Termasuk tiket mengunjungi ARTJOG 2024 – Motif: Ramalan di Jogja National Museum, Yogyakarta.

Related posts

Tunde (The Voice of Lighthouse Family) dan Shakatak Hangatkan BNI Java Jazz Festival Hari Ke-2

AQK

Arch Enemy Sukses Gelar Konser di Bali United Jakarta Setelah 15 Tahun

AQK

TANAYU Promo Album Perdana ‘Love On Our Side’ Sampai ke Perancis

AQK

Leave a Comment