April 16, 2026
Image default
Event & Community

Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT Ke+497 Jakarta Gelar Lenong Betawi H. Mandra di acara Lenong Betawi ‘Seribu Akal Si Gede Boong’

South Jakarta – Tepat di HUT kota Jakarta ke-497, Galeri Indonesia Kaya mengajak penikmat seni untuk merayakannya dengan menyaksikan pertunjukan bertajuk Seribu Akal Si Gede Boong. Pertunjukan yang berkonsep lenong ini menghadirkan musik dan juga tarian Betawi bersama grup lenong Betawi yang dibina oleh Almh. Mpok Nori, Sinar Norray dan juga seniman yang terkenal melalui Si Doel Anak Sekolahan, Mandra.

“Menghadirkan pertunjukan seni yang kental dengan kebudayaan Betawi menjadi salah satu cara yang kami lakukan untuk merayakan HUT Jakarta ke-497. Melalui pertunjukan Seribu Akal Si Gede Boong, kami ingin menghadirkan kekayaan budaya dan sejarah Jakarta kepada masyarakat luas, untuk mengingatkan kita semua akan pentingnya menjaga dan merayakan warisan budaya kita. Dikemas dengan balutan komedi, semoga para penikmat seni yang hadir pada sore hari ini dapat terhibur, mendapatkan wawasan baru serta merasakan kemeriahan HUT Jakarta bersama para seniman yang memiliki darah Betawi yaitu Sinar Norray dan Mandra. Selamat ulang tahun kota Jakarta!” ujar Renitasari Adrian, Program Director Galeri Indonesia Kaya.

Selama kurang lebih 60 menit, penikmat seni dihibur dengan cerita lucu dan cerdas tentang Gede Boong yang penuh dengan permainan kata-kata dan situasi komedi khas Betawi. Pertunjukan dibuka dengan tarian Betawi yang dengan diiringi oleh musik serta nyanyian Betawi. Pertunjukan Seribu Akal Si Gede Boong merupakan sebuah komedi (bodoran) yang mengisahkan petualangan kocak dari anak Betawi dengan cerita-cerita bohongnya yang mengundang tawa dan pelajaran berharga. Dengan penampilan khusus dari komedian dan artis Betawi terkenal, acara ini menawarkan humor segar dan situasi komedi yang khas, diiringi oleh musik dan tarian tradisional Betawi. Cerita ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkenalkan penonton pada kekayaan budaya Betawi melalui cerita dan pertunjukan yang penuh warna.

H. Mandra di acara Lenong Betawi 'Seribu Akal Si Gede Boong
H. Mandra di acara Lenong Betawi ‘Seribu Akal Si Gede Boong’ di Galeri Indonesia Kaya ( foto : istimewa )

 

H. Mandra di acara Lenong Betawi 'Seribu Akal Si Gede Boong' di Galeri Indonesia Kaya ( foto : istimewa )
H. Mandra di acara Lenong Betawi ‘Seribu Akal Si Gede Boong’ di Galeri Indonesia Kaya ( foto : istimewa )

 

“Melalui kombinasi musik, tarian dan bodoran Betawi, kami ingin menghibur sambil memperkenalkan kekayaan budaya Betawi kepada masyarakat, terutama generasi muda tepat di momen ulang tahun Jakarta. Kami juga ingin menjembatani penikmat seni dari beragam generasi dengan perpaduan elemen tradisi dan modern dalam pertunjukan ini, sehingga para penikmat seni dapat mengapresiasi keindahan dan keunikannya budaya Betawi. Sehingga pertunjukan ini dapat menghibur, tetapi juga untuk memupuk rasa bangga dan kecintaan terhadap budaya Betawi yang kaya akan sejarah dan tradisi,” ujar Mpok Engkar Karmilasari, selaku pemimpin Sinar Norray.

“Yuk, merapat ke ke perayaan HUT Jakarta yang ke-497 di Galeri Indonesia Kaya! Ini pertama kalinya gue tampil di sini, siap ngibur kalian semua sambil ngenalin budaya Betawi. Selain bikin ketawa, ada pesan dan nilai-nilai budaya Betawi yang gue sisipin di pertunjukan. Semoga penampilan ini bisa diterima dan jadi sajian akhir pekan yang seru dan menghibur, biar perayaan HUT Jakarta makin meriah,” ujar Mandra dengan gaya khasnya.

Sinar Norray (SiNorray) merupakan gabungan dari kata sinar dan Norray, nama panggilan panggung (Almh) Ibu Hj. Nori, yang terkenal dengan nama Mpok Nori. Berdirinya Sanggar Sinar Norray di tahun 1995 berawal dari ketidaksengajaan yang kemudian berlanjut menjadi wadah seni Betawi tradisional. Dipimpin oleh Mpok Nori, Sinar Norray mulai melakukan pementasan Lenong betawi. Seiring berjalannya waktu, sanggar Sinar Norray mulai menyajikan berbagai pertunjukan kesenian Betawi seperti tari dan musik. Setelah ditinggal selama-lamanya oleh Mpok Nori, Sinar Norray dipimpin oleh Mpok Engkar Karmilasari. Pada tahun 2015, SiNorray merilis sebuah album yang mengaransemen ulang lagu-lagu gambang kromong Betawi dengan sentuhan tradisi modern.

Sekilas Galeri Indonesia Kaya (GIK)
Galeri Indonesia Kaya merupakan ruang publik berbasis digital yang didedikasikan untuk masyarakat dan dunia seni pertunjukan Indonesia sebagai wujud komitmen Bakti Budaya Djarum Foundation untuk terus memperkenalkan dan melestarikan kebudayaan Indonesia khususnya generasi muda agar tidak kehilangan identitasnya sebagai bangsa Indonesia.

Ruang publik yang berlokasi di West Mall Grand Indonesia lantai 8 ini merupakan yang pertama dan satu-satunya di Indonesia dalam memadukan konsep edukasi dengan digital multimedia untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia, khususnya bagi generasi muda, dengan cara yang menyenangkan, terbuka untuk umum, dan tidak dipungut biaya.

Sejak diresmikan pada 10 Oktober 2013 yang lalu, Galeri Indonesia Kaya telah dikunjungi lebih dari 600.000 pengunjung dan menyelenggarakan lebih dari 2.000 pertunjukan yang dipadu dengan konsep kekinian. Selama itu pula, lebih dari 500 pekerja seni terlibat dalam beragam kegiatan seni seperti tarian, teater, monolog, pertunjukan musik, apresiasi sastra, kunjungan budaya, dan sebagainya.

Tempat seluas 635 m² ini juga memiliki auditorium berkapasitas 150 penonton yang didukung fasilitas modern sebagai sarana bagi pelaku seni maupun masyarakat umum untuk menampilkan berbagai kesenian Indonesia dan kegiatan lainnya secara gratis, termasuk pengunjung dan penontonnya.

Selain menampilkan ragam budaya nusantara di panggung budaya auditorium, konsep desain Galeri Indonesia Kaya tetap mengangkat ke-khas-an Indonesia dalam interior sentuhan rotan kekinian dengan motif pucuk rebung dan kembang tanjung, motif parang (pada ceiling). Berbagai aplikasi terbaru dihadirkan dalam bentuk projection mapping dengan teknologi sensor yang interaktif dan menyenangkan. Secara keseluruhan, terdapat 7 aplikasi yang terinspirasi dari ragam kekayaan Indonesia, antara lain: Bersatu Padu, Selaras Seirama, Sajian Rasa, Arundaya, Cerita Kita, Arungi, dan Pesona Alam.

Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya, Cinta Indonesia.

(SPR)

Related posts

Rayakan 25 Tahun Berkarya, WALI Sambangi 5 Negara di Asia

AQK

IM3 Gelar Pesta Hadiah 2025, Hadirkan Ribuan Hadiah Spektakuler Untuk Pelanggan

Qenny Alyano

Ramadhan Jazz Festival 2024 Day 1 Seru-Seruan Bareng Maliq & D’Essentials dan Salma Salsabil

AQK

Leave a Comment