April 17, 2026
Image default
MusicologyWhat's New

Mengenal Turnstile, Band Internasional Tercadas di We The Fest 2024

South Jakarta – Dunia musik bawah tanah mendadak ramai ketika festival tahunan, ‘We The Fest’, mengumumkan nama Turnstile sebagai salah satu lineup mereka di tahun 2024. Memang festival  yang dipromotori Ismaya Live ini sering memberi kejutan untuk lineup mereka. Turnstile menjadi nama yang paling ditunggu untuk para pecinta musik keras terutama hardcore punk. Bahkan dalam sesi konferensi pers yang digelar beberapa waktu lalu Sarah Deshita selaku promotor We The Fest mengungkapkan rasa penasarannya akan penampilan Turnstile di sebuah festival karena biasanya mereka tampil di acara skena bawah tanah atau komunitas. Turnstile sendiri sebelumnya pernah tampil di Jakarta pada tahun 2018 lalu dalam sebuah gig yang digagas Trueside dan Here to Stay.

Turnstile terbentuk pada tahun 2010 di Baltimore, Maryland, Amerika Serikat. Ketika itu sang vokalis Brendan Yates yang masih merupakan drummer band Trapped Under Ice, bertemu dengan teman sekolahnya, Daniel Fang dalam sebuah acara. Brandon yang ketika itu merasa  ruang geraknya terbatas di band sebelumnya, kemudian memutuskan membentuk band baru bernama Turnstile. Setelah mengumpulkan materi dan direkam secara sederhana, Turnstile kemudian mulai tampil di gig-gig hardcore di seputaran Baltimore. Pada tahun 2011, Turnstile merilis debut EP mereka ‘Pressure to Succeed’ disusul kemudian EP kedua mereka,’ ;Step 2 Rhythm’, di 2013, bersama Reaper Records. Pada 13 Januari 2015, Turnstile merilis album  debut mereka, ‘Nonstop Feeling’, bersama label yang sama. Album ini direkam di Salad Days Studios dengan produser Brian McTernan. Untuk mendukung perilisan album, Turnstile melakukan tur Pantai Timur dan Pantai Barat dengan Superheaven, bertajuk ‘Nonstop Feeling Tour’.

Pada 16 September 2016, Turnstile merilis EP ketiga mereka yang bertajuk ‘Move Thru Me’. Mini album ini berhasil mencapai nomor 14 di Billboard Heatseekers Album Chart dan nomor 19 di chart Hard Rock Albums. Pada 23 Februari 2018, Turnstile merilis album bertajuk ‘Time & Space’ bersama Roadrunner Records dan menjadikan rilisan pertama mereka di bawah label besar. Setelah merilis EP kelima, ‘Turnstile Love Connection’, bersama dengan film pendek yang disutradarai oleh Brandon Yates, pada Juni 2021, Turnstile kemudian merilis album  studio ketiga, ‘Glow On’ bersama single pertama dari album, “Alien Love Call”, yang  menampilkan musisi Inggris Blood Orange dan juga single “Holiday” dan “T.L.C. (Turnstile Love Connection)”. Album ‘Glow On’ membawa nama Turnstile semakin dikenal luas bahkan sampai di luar skena musik hardcore punk. Album ini memulai debutnya di No. 30 di Billboard 200, dan mendapat pujian dari para kritikus dan mencapai posisi 8 dalam daftar 50 Album Terbaik 2021 versi Rolling Stone. Di ajang Grammy Awards ke-65 di tahun 2023, single “Holiday” dinominasikan untuk Best Rock Performance, dan “Blackout” dinominasikan untuk Best Rock Song dan Best Metal Performance.

 

Dilansir dari Wired.com, drummer Daniel Fang mengungkapkan kenapa nama Turnstile semakin dikenal saat ini, “Musik yang lebih mudah diakses, melalui internet, melalui layanan streaming, semakin baik. Kami benar-benar tumbuh dengan bermain di ruang bawah tanah super DIY di mana semua orang berasal dari kesamaan preferensi dalam hal budaya dan musik. Namun walaupun itu sangat indah dan membumi, sangat menyenangkan melihat beragam orang yang sangat mengejutkan datang dari latar belakang yang berbeda dan entah bagaimana merasakan rasa solidaritas yang lebih besar di acara-acara ini meskipun satu-satunya hal yang mengikatnya adalah perasaan yang tercipta secara spontan di acara  pertunjukan langsung tersebut.”

Sementara Brandon Yates juga berpendapat, “Ini adalah hasil alami dari rasa tertarik, apakah itu tempat kami bermain, peluang yang kami ambil, band yang kami mainkan—arah tersebut adalah hasil dari membangun dunia yang ingin Anda lihat di sekitar Anda. Sesuatu seperti genre musik, atau gagasan tentang musik hardcore, adalah sesuatu yang orang-orang anggap sebagai sesuatu—hal yang tidak berhubungan dan abstrak—yang mereka ikutii, padahal kenyataannya, apa pun itu, tergantung orang-orang yang menyusunnya. Jika Anda bertanya, kemana perginya musik hardcore, Anda seharusnya bertanya, kemana perginya orang-orang?”

Turnstile dijadwalkan tampil di festival musik We The Fest 2024 pada hari Minggu, jam 19.40.

 

 

 

Related posts

Lukas Graham Rilis Single Musim Panas Baru “You You You”

AQK

OneRepublic dan YUNGBLUD Mengisi Soundtrack Anime ‘Kaiju No. 8’

AQK

Ravel Entertainment Umumkan Konser Green Day di Jakarta Februari 2025

AQK

Leave a Comment