July 9, 2026
Image default
Event & CommunityWhat's New

Lomba Sihir dan Bank Bikin Keseruan di ‘Festival Alur Bunyi 2024’

South Jakarta – Di tahun ketiganya, Festival Alur Bunyi kembali digelar pada hari Sabtu, 20 Juli 2024 di Goethe-Institut Jakarta. Festival Alur Bunyi yang diinisiasi oleg Goethe-Institut Indonesian ini terus memperkuat posisinya sebagai acara budaya yang menonjolkan bakat-bakat lokal, kolaborasi artistik dan perpaduan genre musik yang harmonis.Untuk menyaksikan Festival Alur Bunyi, tidak dipungut biaya namun harus melakukan registrasi sebelumnya.

Untuk tahun ini, Festival Alur Bunyi beragam kegiatan sejak siang hari sampai malam hari yang berlangsung di seluruh area Goethe Institut. Di Goethehaus berturut-turut menghadirkan Budi Utomo Prabowo Present Female Chamber :Lidya, Yosephine, Victoria, Bank, Lomba Sihir, Tomorrow People Ensemble, Monita Tahalea X Bayu Risa, Diskoria Live Set dan Rima L Di Salattila. Sementara di Garten menampilkan Gian Carlo dan Tri. Di Ruang Suara-Ruang 4 ada Dito X Bimo Arsa, Alexa, Indra X Firzi, Kinski, Lody dan Gabriella X Aldo.

Tepat pukul 14,.30, Bank tampil di Goethehaus. Grup musik yang terdiri dari Kimo Rizky, Charita Utami, Imam Buana, Harsya Adhyatmiko, Aryo Adhianto, John Paul Patton, Zaki Danubrata dan Dea Barandana membuka penampilan dengan single “Istimewa” disusul dengan “Jauh”. Para penonton yang hadir seperti terhipnotis dengan nuansa yang ditampilkan oleh band yang baru terbentuk pada awal tahun 2024 lalu. Begitupun dengan perpaduan vokal Kimo yang tampil sambil bermain perkusi dengan vokal Charita Utami membuat nuansa berbeda. “Lagu berikutnya adalah lagu yang baru kami rilis beberapa waktu lalu, “Fana” ungkap Kimo.

Bank ( foto : QB )
Bank ( foto : QB )

 

Bank ( foto : QB )

 

Setelah “Fana”, Bank membawakan lagu yang baru saja dibuat berjudul “Kembali” dan disusul dengan “Nirwana”. Nama Bank yang menurut Aryo merupakan kependekan dari Bandnya Kimo atau Bantuin Kimo melanjutkan penampilan dengan membawakan “Kumbang” dan “Terbuai”. Setelahnya, Aryo kemudian memperkenalkan seluruh formasi Bank yang tampil di Festival Alur Bunyi 2024. Bank menutup penampilan dengan lagu “Masa”  disusul dengan single teranyar mereka yang bernuansa disko berjudul “Amerika”.

Setelah break sekitar satu jam, giliran Lomba SIhir yang tampil di panggung Goethehaus. Kali Lomba Sihir tampil dengan konsep berbeda yaitu dengan semi akustik. Tampil hanya berempat yaitu Nathasa Udu (vokal), Rayhan Noor (gitar akustik/vokal), Tritan Juliano (keyboard) dan Enrico Octaviano (tamborin dan mini bass drums), Lomba Sihir membuka penampilan dengan lagu “Hati & Paru-Paru” disusul dengan “Selamanya”. Hampir di setiap lagu yang dibawakan Lomba Sihir seluruh penonton yang hadir ikut bernyanyi di setiap bait yang dilantukan oleh Natasha Udu. Meski tampil dengan konsep minimalis, namun Lomba Sihir tetap tampil enerjik dan bersemangat terutama karena antusiasme dari penonton yang hadir.

Lomba Sihir ( foto : QB )

 

Lomba Sihir ( foto : QB )

 

“Berikutnya kami akan membawakan lagu yang baru dirilis, “Menit Tambahan”. Ada yang udah hapal liriknya ? Kalau ada yang belum hafal boleh cari di HP yah.” ungkap Natasha Udu yang langsung disambut oleh penonton, “Sudah, Sudah”. Setelah membawakan  “Ribuan Memori”,  Lomba Sihir kemudian membawakan lagu yang mengangkat kondisi sosial masyarakat Indonesia, berjudul “Jalan Tikus”. Penonton semakin bersemangat saat Lomba Sihir membawakan “Nirrrlaba” setelah sebelumnya melontarkan lagu “Mungkin Takut Perubahan”. Sebelum membawakan lagu terakhir, “Semua Orang Pernah Sakit Hati”, Natasha Udu meminta semua penonton yang duduk untuk berdiri dan ikut berjingkrak di lagu tersebut.

Sebelumnya, Koordinator Program Goethe-Institut Indonesien yang juga merupakan Kurator Festival Alur Bunyi, Elizabeth Soegiharto mengungkapkan tentang festival tahunan tersebut, “Untuk menambah dimensi baru pada pengalaman tahun ini, festival tahun ini menghadirkan berbagai aktivitas pendukung. Benang merah kita adalah elektronik kan, jadi experimental electronic dan tahun kita mau ke disco. Sekarang kita ada DJ-nya, orang bisa lebih dancing gitu, tapi tidak menutup kemungkinan dengan semua genre. Lineup tahun ini benar-benar spesial, kayak Monita Tahalea dengan Bayu Risa, tidak pernah tampil bareng meski suami istri. Terus juga ada Tomorrow People Ensemble, mereka sudah lama banget tidak tampil. Mereka bisa kumpul adalah keajaiban buat kami.”

Related posts

Vikri and My Magic Friend dan Lucky Pit Bikin Hangat Gelaran Boleh Gig

AQK

Odan Saragih Mengabadikan Luka di Penghujung Musim Melalui Single Terbaru “Februari”

Angga Foster

BTS Luncurkan Video Musik “2.0”, Terinspirasi Film Korea ‘Old Boy’

Qenny Alyano

Leave a Comment