July 16, 2026
Image default
Asian Hit ListWhat's New

Yaeji Rilis Single dan MV Baru “Pondeggi Hadirkan Uhm Jung-hwa

South Jakarta – Yaeji kembali dengan single dan video musik terbaru berjudul “Pondeggi”. Judul lagu ini merupakan penghormatan terhadap Beondegi, jajanan kaki lima tradisional Korea berbahan dasar kepompong ulat sutra yang telah dinikmati lintas generasi, serta permainan tepuk tangan anak-anak yang menjadi dasar irama lagu ini.

“Pondeggi” merupakan refleksi mendalam tentang kerja keras yang terjadi dalam kehidupan manusia, alam, dan teknologi. Dengan memanfaatkan seni bercerita—teknologi tertua sekaligus bentuk ekspresi paling radikal dalam sejarah manusia—Yaeji mengajak pendengar untuk melakukan eksplorasi lebih dalam

Disutradarai oleh Andrew Thomas Huang, pembuat film ternama, dan diproduksi dengan bantuan Artifacts (@artifacts_lab)—sebuah proyek seni eksperimental berbasis AI yang didukung oleh Microsoft—video ini menampilkan Yaeji bersama Uhm Jung-hwa, serta penampilan cameo dari Enayet, yang juga berperan sebagai co-produser.

Dalam video ini, Yaeji bertransformasi menjadi kepompong ulat sutra yang diselamatkan oleh malaikat pelindungnya. Melalui koneksi manusia yang diwujudkan lewat permainan tepuk tangan, mereka berjuang bersama untuk menyelamatkan siklus metamorfosis yang hampir terganggu oleh penyihir teknologi yang diperankan oleh Uhm Jung-hwa.

Yaeji ( foto : istimewa )

Tentang Yaeji

Yaeji adalah seorang seniman, produser, vokalis, dan DJ yang berasal dari New York dan Seoul. Musiknya yang introspektif namun siap mengguncang lantai dansa telah menjadikannya ikon global dengan gaya unik yang tidak dapat dikategorikan. Ia pernah tampil dalam album Charli milik Charli XCX serta Lahai milik Sampha, memproduksi remix untuk Dua Lipa dan Robyn, serta berkolaborasi dengan OHHYUK, musisi multitalenta asal Seoul. Ia juga telah menggelar tiga tur dunia yang tiketnya terjual habis dan meluncurkan JI-MART, toko daring yang menampilkan koleksi gaya hidup khasnya.

Lahir di Flushing, Queens pada tahun 1993, Yaeji memiliki akar budaya dari Seoul, Tokyo, Atlanta, dan New York City—pengalaman lintas kota ini membentuk identitas musiknya yang unik. Ia menggabungkan pengaruh dari rock indie Korea, electronica, hip-hop dan R&B akhir 90-an dan awal 2000-an, serta bass dan techno eksperimental dalam suara khasnya.

Dengan mixtape WHAT WE DREW 우리가 그려왔던 (2020), Yaeji semakin memperjelas visinya sebagai musisi yang tidak terikat oleh bahasa dan batasan geografis. Pada tahun 2022, Pitchfork menobatkannya sebagai salah satu dari “25 Artis yang Membentuk Masa Depan Musik”. Ia juga pernah tampil di sampul majalah Crack, The FADER, MixMag, dan Secret Magazine, serta menjadi bagian dari berbagai pameran seni di The Shed, V&A Museum, Serpentine Gallery, dan MoMA PS1.

Album debutnya di tahun 2023, :With A Hammer’, semakin mengukuhkan statusnya sebagai “suara yang benar-benar orisinal” (The Guardian) dalam kancah musik global. Album ini menjadi karya paling pribadi dan penuh eksplorasi dalam kariernya, mendapatkan pengakuan luas dan masuk dalam daftar “Album Terbaik 2023” dari berbagai media ternama seperti The Guardian, Pitchfork, New York Magazine, i-D, NME, Rolling Stone, Stereogum, Variety, dan lainnya.

Proyek Yaeji di 2024

Tahun 2024 menandai kelanjutan evolusi kreatif Yaeji dengan berbagai proyek penting. Ia menghadiri CrunchyRoll Awards di Jepang, kembali ke studionya untuk mengerjakan musik baru, serta berkolaborasi dalam beberapa proyek, seperti:

  • Pink Ponies bersama Teddy Geiger untuk kompilasi Transa
  • Believe In Ya bersama T-Pain dan Girl Talk
  • Lagu orisinal untuk soundtrack serial Netflix Jentry Chau vs the Underworld
  • “booboo”, lagu klub musim panas yang penuh energi

Yaeji pertama kali menampilkan “booboo” dalam sesi Boiler Room, yang menjadi comeback luar biasanya di panggung DJ ikonik tersebut. Lagu ini kemudian masuk dalam daftar “Best of 2023” dari Pitchfork, The Guardian, New York Magazine, Spotify, dan Billboard.

(SPR)

Related posts

5 Band Lintas Genre Sukses Ramainkan Gelaran Boleh Gig di Wangsa Timoer

AQK

Gugun Blues Shelter Rilis Album ‘Live Unplugged’, Ungkap Kerinduan Rekaman Live Organik

AQK

Robin And The Poetry Kritik Budaya Flexing Lewat Single Terbaru “Gersit”

Angga Foster

Leave a Comment