April 30, 2026
Image default
What's New

Indra Lesmana Luncurkan “Swara Apurva”, Kolaborasi Bersama The Apurva Kempinski Bal

South Jakarta – Dua nama besar dalam lanskap budaya Indonesia, musisi legendaris Indra Lesmana dan resort pemenang penghargaan The Apurva Kempinski Bali, berkolaborasi dalam peluncuran “Swara Apurva”, sebuah komposisi musik yang terinspirasi dari filosofi sakral Bali, Dewata Nawa Sanga. Mengakar kuat pada tradisi spiritual Bali, kolaborasi unik ini menjadi simbol esensi mendalam serta narasi yang kaya akan warisan budaya dan keanekaragaman hayati Indonesia. “Swara Apurva’ merupakan dialog harmonis antara kearifan tradisional dan inovasi kontemporer, menghadirkan pengalaman yang mendalam bagi para tamu dan bergema kuat di panggung internasional.

Diluncurkan sebagai sebuah inisiatif pasca perayaan ulang tahun ke-6, Swara Apurva menjadi backsound resmi bagi The Apurva Kempinski Bali, mewakili identitas dan menjadi bagian integral dari brand campaign tahun 2025 yang bertajuk ‘Powerful Indonesia to the World’. Terinspirasi dari filosofi Dewata Nawa Sanga, karya ini terdiri dari sembilan komposisi orisinal yang masing-masing merepresentasikan energi spiritual dan karakter budaya dari sembilan penjuru mata angin di Bali. Para tamu akan merasakan komposisi Swara Apurva yang terintegrasi secara menyeluruh, memperkaya pengalaman mereka Ketika berada di sekitar area hotel. Sembilan komposisi tersebut dikurasi secara saksama dan akan diperdengarkan di berbagai area utama resor, seperti lobi, koridor, hingga kamar tamu yang didesain secara elegant.  Selain itu, tersedia pula playlist personal yang terinspirasi dari sembilan arah mata angin Dewata Nawa Sanga, memungkinkan para tamu meresapi cerita budaya ini secara lebih mendalam selama menginap.

“Swara Apurva merefleksikan komitmen kami yang berkelanjutan untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan warisan Indonesia kepada dunia,” ungkap Vincent Guironnet, General Manager The Apurva Kempinski Bali. “Melalui pengalaman imersif ini, kami bangga menghadirkan cerita-cerita Indonesia yang penuh makna, serta menampilkan kedalaman dan keahlian luar biasa dari budaya kita. Di The Apurva Kempinski Bali, kami terus merayakan keindahan, energi, dan tradisi Indonesia kepada khalayak global.”

Karier gemilang Indra Lesmana mencakup eksplorasi musiknya yang luas di berbagai genre musik mulai dari jazz, pop, rock progresif, kontemporer, ethno dan world music. Tonggak sejarah pentingnya antara lain sebagai artis Indonesia pertama yang merilis album international di Amerika Serikat pada tahun 1984, termasuk penampilannya yang revolusioner di Blue Note, Tokyo, yang menjadikannya seniman Indonesia pertama yang mewakili Indonesia di panggung jazz internasional dan konsernya bertajuk “Legacy Concert” yang melibatkan lebih dari 80 musisi termasuk orkestra yang memainkan komposisi multigenre miliknya. Momen ikonik ini mengukuhkannya sebagai duta budaya, menggabungkan warisan Indonesia dengan peran jazz kelas dunia.

Melalui “Swara Apurva”, karya ke-103 sepanjang kariernya, Indra Lesmana kembali memperluas warisannya dengan menghadirkan reinterpretasi modern atas musik tradisional Indonesia melalui perpaduan instrumen tradisional dan elemen musik global kontemporer. Komposisi Lesmana menggabungkan beragam alat musik tradisional Indonesia seperti gamelan, rindik, jegog, suling, kendang, kecapi, angklung, sape, sulim, sasando, beserta lanskap suara flora dan fauna Indonesia dengan gaya musik internasional modern seperti piano dan string quartet. Perpaduan ini menciptakan perjalanan musikal multisensori yang menonjolkan kekayaan budaya Indonesia dan tetap relevan bagi pendengar global. Swara Apurva juga menampilkan keahlian para musisi lokal Indonesia serta mengedepankan prinsip keberlanjutan dalam setiap nadanya, mencerminkan harmoni dan keseimbangan alami yang menjadi inti dari filosofi Dewata Nawa Sanga.

“Terinspirasi dari filosofi sakral Dewata Nawa Sanga, Swara Apurva adalah komposisi kompleks dan penuh jiwa yang mencerminkan esensi spiritual Indonesia, unsur-unsur alamnya, serta kedalaman sejarah budayanya. Setiap nada dalam karya ini menggema dengan kekuatan identitas Indonesia, mengajak para tamu dan pendengar untuk masuk ke dimensi berbeda yang menyentuh hati dan jiwa,” ujar Indra Lesmana.

Pada tanggal 25 April 2025, Indra Lesmana tampil live di panggung the Apurva Kempinski Bali menandai rilisnya “Swara Apurva’ dengan menampilkan tiga komposisi : “Prana”, “Shakti”, “Swasthya”. Penampilan Indra ini didukung oleh delapan musisi : Gustu Brahmanta ( drums dari Bali ), Indra Gupta ( acoustic bass dari Bali ), Emon Subandi ( kendang dari Bali ), Dayu Mang Ana ( voice dari Bali ), IB Byomantara ( chanting dari Bali ), Whan Setiyawan ( sampe dari Berau Kalimantan Timur ), Sopandu Manurung ( sulim dari Tapanuli ), Mahardhika ( sequencer dari Jakarta). Pertunjukan dibuka dengan sebuah tari kontemporer dengan musik dari karya Indra Lesmana Swara Apurva berjudul “Vishram” yang menampilkan sembilan penari wanita yang tergabung dalam komunitas teman tuli Kita Poleng. Dua tema dari Swara Apurva : “Prana” dan “Shakti” kini dapat dinikmati di berbagai platform musik digital termasuk Spotify dan Apple Music, sementara pengalaman secara menyeluruh dari komposisi lengkap ‘Swara Apurva’ hanya bisa dinikmati dan dirasakan secara eksklusif di The Apurva Kempinski Bali.

 

Tentang Indra Lesmana

Indra Lesmana adalah seorang musisi, komposer, produser dari Indonesia. Dikenal sebagai maestro dan ikon jazz Indonesia yang memiliki reputasi khusus untuk musikalitas, kreativitas, produktivitas dan memberikan inspirasi bagi generasi musik Indonesia. Lahir di Jakarta, 28 Maret 1966, Indra adalah putra bungsu dari tokoh jazz legendaris Indonesia Jack Lesmana dan Nien Lesmana. Kakaknya, Mira Lesmana, adalah seorang produser film yang sukses.

Karier musiknya dimulai pada usia 9 tahun dan melanjutkan minat dan keterampilan improvisasinya pada piano dan keyboard. Kehidupan Indra Lesmana di Sydney, Australia dimulai ketika ia menerima beasiswa pada tahun 1979 untuk belajar di New South Wales Conservatorium of Music. Saat berusia 18 tahun, Indra dikontrak oleh perusahaan rekaman asal Amerika Serikat MCA Records yang berminat memproduksi dan mendistribusikan 2 album solo dengan namanya yang berjudul “For Earth And Heaven” dan “No Standing”.

Indra diangkat menjadi ketua juri Indonesian Idol dari tahun 2003 hingga 2007. Ia juga telah menerima berbagai penghargaan dan beberapa kali tampil mewakili Indonesia di ajang internasional. Indra dan istrinya, Hon Lesmana kerap membuat program untuk komunitas musik sejak tahun 2003 di Jakarta hingga kini di Bali dimana pasangan ini menetap sejak tahun 2014. Beberapa program musik yang dicetuskan oleh Indra dan Hon Lesmana diantaranya adalah Concert Practice, Mostly Jazz, RedWhite Jazz, , Jazz for Kids, Sanur Village Festival, Mostly Jazz Festival, Mostly Jazz Brew, Indra Lesmana InstaJam, Mostly Jazz Live Online, Mostly Jazz Jam Session.

Album-albumnya seperti ‘Aku Ingin’, ‘Reborn:, :Tree of Life’, ‘Joy Joy Joy’, ‘Love Life Wisdom’, ‘Sacred Geometry’, ‘Little Things From The Heart:, ‘the Essential vol 1’, ‘Do The Math’ menjadi sorotan dalam karier musiknya termasuk beberapa komposisi orisinalnya seperti “Aku Ingin”, “Biarkan Aku Kembali”, “Jangan Duakan Cintaku”, “The Seeker”, “I Wish”, “Ekspresi”, “Warna”, “Kembali Satu”, “Sedalam Cintamu”, “Ingatlah”, “Kisah Yang Indah” , “Love Life Wisdom” dan masih banyak lagi telah diakui sebagai standar musisi Indonesia.

Pada tahun 2021 Indra Lesmana bersama Hon Lesmana, memproduksi sebuah proyek bernama “Citra Nusantara” yang didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Pada tahun 2022, Indra merilis single NFT “My Devotion” dan album NFT “In The Moment” yang secara resmi menjadi album NFT pertama di dunia yang memperoleh royalti dengan mekanisme lelang.

Pada bulan Agustus 2022, Indra menggelar konser tunggal pertamanya yang bertajuk “Legacy Concert” yang melibatkan lebih dari 80 musisi. Pada bulan September 2024, Indra berhasil membuat rekaman album “Sydney Reunion” yang sekaligus merupakan reuni 40 tahun bermusik dengan rekan-rekan musisinya di Australia.

Saat ini, Indra telah merilis 103 produksi rekaman musik termasuk 65 proyek solo/duo/grup dan ribuan komposisi musik dalam berbagai genre musik. Indra terus konsisten dan aktif bermusik serta membangun komunitas musik.

(SPR)

https://www.youtube.com/watch?v=uck-z7i9NeI

Related posts

Kolaborasi Isyana Sarasvati dan Hindia Hadirkan “Hari Ini”, Pembuka Era Album ‘EKLEKTIKO’

AQK

John Sykes, Gitaris Legendaris Mantan Whitesnake dan Thin Lizzy, Tutup Usia

AQK

Boyband Jepang BE:FIRST Kembali Melepas Single Hip-Hop 2000-an, “GRIT”

AQK

Leave a Comment