April 17, 2026
Image default
Event & CommunityWhat's New

AXEAN Festival Hadir Kembali September 2025 di Bali, Siap Tampilkan 40 Musisi Asia Tenggara

South Jakarta – AXEAN Festival dengan bangga mengumumkan kembalinya festival ini ke Bali di tahun ini dengan visi yang semakin berkembang dan program yang semakin komprehensif. Dijadwalkan pada 13-14 September 2025 di Jimbaran Hub, acara musik di Asia Tenggara pertama yang menampilkan musisi lintas wilayah bakal memeriahkan pulau dewata dengan perhelatan dua hari yang menggabungkan suara, inovasi, budaya, dan kolaborasi.

Diposisikan sebagai “perayaan lintas batas,” AXEAN Festival bakal menampilkan lebih dari 40 penampilan dari musisi se-Asia Tenggara dan lebih jauh lagi, baik dari yang sedang naik daun dan sudah mapan, sembari menjelajahi format kolaboratif dan edukasional yang memperkuat ekosistem bisnis dan kreatif di lintas wilayah.  Berlandaskan edisi tahun lalu yang sudah diakui, acara tahun ini kembali mengangkat komitmennya untuk menyediakan pengalaman utuh tidak hanya bagi para penggemar, namun juga bagi para seniman dan pelaku industri yang menjadikan perayaan ini dapatterwujud.

“AXEAN Festival telah menjadi kerja-kerja kasih dari kami semua, para co-founder—didorong oleh passion, dijalankan dengan pro bono, dan dibangun dengan sumberdaya yang terbatas,” ujar salah satu co-founder sekaligus ketua tim AXEAN Festival, Piyapong Muenprasertdee. “Kami secara konsisten mendobrak batasan-batasan atas apa yang mungkin dengan pendanaan terbatas, dan dampak positif yang telah kami buat sejauh ini merupakan bukti atas dedikasi tersebut.”

Piyapong menambahkan, “Kami bakal terus melakukan apa yang memang telah menjadi keahlian kami: mengubah passion menjadi purpose dan menciptakan peluang-peluang bermakna baik bagi industri maupun seniman—terlepas dari pendanaan yang tipis atau lebih.”

Selain itu, AXEAN Festival mempertajam program yang berpusat pada seniman dengan kembalinya kemah penulisan lagi—inisiatif berjangka waktu empat hari mengundang musisi, seniman, produser, dan penulis lagu terpilih untuk menciptakan bersama dalam kondisi yang intim dan lintas budaya. Kemah pertama yang diadakan tahun lalu menghasilkan 20 lagu orisinil, mempertontonkan potensi kreatif yang dipelihara oleh festival. Untuk pertama kalinya, AXEAN Festival juga bakal memberi panggung bagi budaya electronic, dance, dan rave dengan meluncurkan SEA Club Showcase—platform musik live yang didedikasikan untuk subkultur electronic Asia Tenggara seperti funkot atau dangdut Indonesia, vinahouse Vietnam, manyao Singapura/Malaysia, dan budots Filipina. Panggung segar ini merayakan genre-genre akar rumput yang unik dan mendefinisikan ulang skena club internasional dengan sentuhan lokal yang sangat khas.

Co-founder dan co-director AXEAN Festival David Siow menekankan pentingnya otentisitas dan intensi dalam DNA festival: “Di sisi delegasi, intensi dari tim AXEAN jelas—kami benarbenar ingin para musisi untuk berhasil, dan kami semua melakukan apa yang bisa kami lakukan untuk mewujudkannya. Orang-orang bisa merasakan otentisitas dan intensi, maka mempunyai tujuan yang selaras dan mengkomunikasikannya secara jujur menyilakan industri musik mempercayai kami.”

David juga menunjukkan bahwa tabiat AXEAN Festival yang kasual dan terbuka berkontribusi atas kesuksesan dan pendekatannya. “Atmosfer festival, konferensi, dan kemah penulisan lagu yang santai dan meriah adalah cerminan langsung dari kepribadian tim AXEAN. Namun, jangan terkecoh; urusan dan jejaring serius juga bergulir di antara para delegasi dan seniman sementara para warga menikmati bagian penampilannya.”

Piyapong setuju dengan pernyataan David, sembari menyatakan bahwa kesuksesan AXEAN Festical terletak pada orang-orangnya. “Selama ini, saya bikin misi personal saya untuk mengundang orang-orang yang terkoneksi dengan saya—mereka-mereka yang membawa positive vibes dan semangat kolaboratif—untuk datang sebagai diri mereka sendiri,” ujarnya.

“Keterbukaan ini menciptakan atmosfer yang terbuka di mana bahkan para pengunjung pertama kali atau mereka yang datang sendiri dapat merasa diterima, menikmati musik dan lingkungan sekitarnya, dan secara organik membangun jejaring yang bermakna. Energi positif seperti ini menular—ia membantu merubuhkan tembok, mendorong percakapan, dan seringnya menuntun pada kolaborasi dan peluang bisnis baru yang menggairahkan. Pada akhirnya, semangat komunitas dan human connection yang membuat festival ini benar-benar spesial.”

Melihat 2025 dan ke depannya, tim AXEAN Festival membayangkan jangkauan festival yang semakin luas lewat kemitraan strategis yang lebih dalam, menyempurnakan cara-cara keberlanjutan, dan program yang lebih inlusif dan dinamis. “Terlepas dari apakah kamu perwakilan delegasi, musisi, atau pecinta musik yang hadir untuk pertama kalinya, kami mengundang kalian semua untuk menemukaan kemeriahan dari koneksi, kreativitas, dan perayaan kebudayaan di AXEAN Festival 2025,” seru Piyapong.

 

Kemitraan Jimbaran Hub
Edisi AXEAN Festival tahun ini dengan bangga dipersembahkan bersama oleh Jimbaran Hub, pusat gaya hidup dan kebudayaan yang berkembang di Bali, terkenal karena upayanya merawat jejaring komunitas dan pertukaran kreatif. Mahanugra Kinzana, Head of Business & Commercial dari Jimbaran Hijau—organisasi payung dari Jimbaran Hub—mengungkapkan antusiasmenya dalam kolaborasi yang diperbarui dengan festival untuk inisiatif khusus ini.

“Jimbaran Hub itu lebih dari sekadar tempat atau ruang acara. Ia adalah hub dan pusat kultural di mana tradisi otentik dan adaptasi kontemporer hidup. Kami merawat bakat lokal, memberdayakan komunitas, dan menjembatani warisan kebudayaan Indonesia yang melimpah dengan dunia. AXEAN Festival 2025 lekat sekali dengan visi ini, menyatukan kreativitas warga Asia Tenggara untuk menampilkan skena kebudayaan wilayah, mentransformasi hub kami menjadi panggung yang hidup dan berdaya bagi pertukaran
artistik skala global.”

Pantau terus untuk lineup musisi resmi dan jadwal program utuhnya, akan diumumkan di minggu-minggu mendatang.

Tentang AXEAN Festival
AXEAN Festival adalah platform ekspor musik Asia Tenggara terkemuka, menggabungkan konferensi musik dan festival penampilan. Diluncurkan pada 2020 di tengah pandemi oleh para profesional di bidang musik lintas Asia Tenggara, AXEAN Festival telah sukses mengadakan acara virtual (2020-2021) dan langsung (2022-2024). Telah bergulir dalam lima edisi, festival ini telah menampilkan 200 musisi dari 20 negara, menarik 240 delegasi dari 32 negara, dan menjangkau 46.000 pemirsa virtual, dan hampir 15.000 pengunjung. Dengan reputasi internasional yang semakin tumbuh, AXEAN telah memapankan diri sebagai sebagai platform eksport musik terkemuka di Asia Tenggara. Karya pertamanya dalam menyentuh pasar kiwari di luar Singapura dan Bali telah menuai apresiasi di antara para pengunjung, profesional industri musik, dan musisi yang terlibat.

(SPR)

Related posts

Laufey Ungkap Kegundahan Standar Kecantikan di Single Baru “Snow White”

AQK

Al Barile, Gitaris SS Decontrol dan Ikon Straight Edge, Tutup Usia

AQK

Jon Bon Jovi Menolong Seorang Wanita di Nashville, Bukti Keperdulian Terhadap Sesama

AQK

Leave a Comment