June 7, 2026
Image default
Hot Releases

Ussy Pieters, Maestro Harpa Indonesia, Rilis Single Perdana “Sampai Kapan” di Usia 71 Tahun

South Jakarta – Usia bukanlah penghalang untuk seseorang untuk berkarya. Musisi senior dan maestro harpa Indonesia, Ussy Pieters, membuat gebrakan baru dalam perjalanan karier seninya. Di usia yang sudah 71 tahun, Ussy meluncurkan single vokal perdananya yang bertajuk “Sampai Kapan”. Lagu “Sampai Kapan” mengangkat tema tentang cinta  penuh penantian yang diciptakan oleh komposer kenamaan Otte Abadi.

Dirilis secara digital pada akhir Juni 2025, lagu  “Sampai Kapan’ merupakan ekspresi baru dari seorang musisi yang selama ini dikenal lewat petikan dawai instrumen harpa, bukan suara vokal. Namun justru di momen inilah Ussy membuka lembaran baru yang bukan untuk mengejar tren, melainkan menjawab panggilan hati.

Dalam sesi konferensi pers peluncuran single “Sampai Kapan” yang berlangsung pada hari Minggu (15/6) di bilangan Antasari, Jakarta Selatan, Ussy Pieters mengungkapkan,

“Saya tidak pernah membayangkan akan merilis single vokal di usia ini. Apalagi di tengah kesibukan saya seperti mengajar dan lain sebagainya. Tapi ketika Otte memberi lagu ini dan saya coba menyanyikannya, ia langsung bilang, ‘Ussy, lagu ini cocoknya dinyanyikan kamu’. Dari situ semangat saya tumbuh”.

Ussy Pieters bersama Otte Abadi, sang pencipta lagu “Sampai Kapan” ( foto : QB )

Lagu ini mengusung warna dengan aransemen sederhana namun sangat emosional. Lagu ‘Sampai Kapan” merupakan lagu pop Indonesia klasik ala era 1970-1980-an dengan tema tentang seseorang yang mencintai sepenuh hati, namun harus bertahan dalam penantian panjang dan penuh keraguan. Cinta yang belum pasti arahnya, membuat sang tokoh merasa terperangkap dalam sebuah perjalanan batin yang berat dan sunyi, hingga akhirnya hanya bisa berserah kepada Tuhan.

“Saya menyanyikan lagu ini bukan sekadar menyuarakan lirik, tapi menyampaikan perjalanan perasaan yang sangat manusiawi, mencinta, menunggu, bertanya, dan menyerah pada kehendak-Nya. Untuk proses rekamannya, saya tidak mengalami kesulitan.” kata Ussy.

Proses rekaman lagu ini digarap dengan penuh kesungguhan. Ussy sendiri juga terlibat langsung dalam pengolahan vokal dan produksi video klip, bersama tim kreatif yang terdiri dari Vicky dan Donny, serta arahan musikal dari sang pencipta lagu sendiri, Otte Abadi.

Meski baru kini merilis lagu secara vokal, Ussy Pieters bukan nama baru di industri musik Indonesia. Ia dikenal sebagai pemain harpa legendaris, bahkan telah merilis tiga album harpa instrumental, dan tampil bersama orkestra ternama di berbagai panggung musik nasional maupun internasional.

Ussy Pieters menyanyikan lagu ‘Sampai Kapan” sembari bermain Harpa ( foto : QB )

Seperti diketahui, Ussy tidak memulai karier musiknya secara instan. Kecintaannya pada harpa berawal sejak kecil, saat sering diajak oleh sang ayah menonton konser musik klasik.

“Suara harpa buat saya seperti air yang mengalir di Padang sunyi. Dalam bayangan saya waktu kecil, seolah melihat malaikat bermain harpa dengan jari-jari lentik. Sejak itu saya tahu, saya ingin memainkan alat musik itu.”

Setelah lulus SMA, Ussy meminta izin kepada Sang ayah untuk snenekuni harpa secara serius. Ia pun diterima di Conservatorium St. Cecilia, Roma, Italia, tempat ia menempuh studi selama 9 tahun hingga meraih gelar Master Harp dan Docior of Music. Tak hanya itu, Ussy juga memperdalam ilmu vokal dan teknik Opera Lyric, yang menjadi dasar kuat dalam interpretasi vokalnya hari ini.

Walau sempat bolak-balik antara Italia dan Indonesia untuk pertunjukan musik, Ussy lebih dikenal sebagai sosok seniman klasik yang tcKun dan konsisten dalam jalurnya — jauh dari sorotan industri rekaman pop. Di tengah hiruk pikuk dunia musik yang kerap didominasi oleh musisi usia muda dan tren digital, Ussy hadir dengan pesan kuat,

“Jangan pernah berhenti berkarya selama kita masih mampu. Eksistensi dalam musik tidak selalu soal ketenaran, tapi tentang kejujuran dalam mengekspresikan diri.” ungkap Ussy Pieters.

Lagu “Sampai Kapan’ bukanlah lagu cinta biasa. Lagu ini menjadi refleksi kehidupan, perjalanan batin, dan pembuktian bahwa semangat berkesenian tidak punya batas usia. Dengan suara yang matang dan penjiwaan mendalam, single ini menjadi persembahan personal Ussy Pieters kepada dirinya sendiri, kepada sahabatnya Otte Abadi, dan kepada setiap hati yarig masih percaya pada keajaiban cinta yang tulus.

Related posts

KATHMANDU Gandeng Rafi Sudirman Lepas Single “LETTER”

AQK

Niena Hanz Rilis Single “Aku Cinta Kamu Sayang” Sebuah Ungkapan Cinta Tulus Yang Sederhana Namun Bermakna

Angga Foster

Ed Sheeran Rilis Single & MV “A Little More” Dibintangi Rupert Grint

AQK

Leave a Comment