July 16, 2026
Image default
Hot ReleasesNew Comers

SaladKlab, Proyek Musik Coki ‘NTRL’, Indra7, Fickry dan Baguskalisasi, Lepas EP ‘No Wassap’

South Jakarta –   Satu lagi grup musik baru muka lama yang siap meramaikan musik tanah air. Adalah SaladKlab yang baru saja merilis EP bartajuk ‘No Wassap’ yang berisi empat track. EP ‘No Wassap’ dirilis oleh label asal Jepang, Housetribe Recordings, yang fokus pada musik-musik berbasis elektronik. Pemilihan ‘No Wassap’ yang diangkat menjadi tajuk juga atas saran dari Housetribe Recordings. Karena label biasanya memiliki intuisi track mana yang kira-kira berkompeten untuk bisa masuk di chart digital streaming platform, seperti Beatport atau Traxsource, dan cocok dijadikan untuk judul rilisan.

Sekedar kilas balik, nama SaladKlab tercetus yaberawal dg ari project lagu EDM bergenre tech house yang dibuat oleh Fickry dan Coki (NTRL), yang saat itu sudah memiliki dua lagu yang sudah jadi dan siap untuk dirilis. Fickry dan Coki kemudian mengajak Bagusikalisasi dan Indra7 untuk berkontribusi sebagai remixer untuk project ini lewat ciri khas musiknya masing-masing. Setelah Bagus dan Indra7 membuat versi remix dari EP (Extended Play) yang rencananya akan dirilis melalui label musik elektronik dari Jepang, Housetribe Recordings, komunikasi kemudian berlanjut untuk membuat “kolektif” ini menjadi lebih serius.

Lewat beberapa pertemuan yang dilakukan, baik secara daring maupun bertemu langsung, ide untuk menjalankan kolektif ini dalam jangka waktu panjang dan berkonsep semakin kuat. Sampai di sini, pemilihan nama untuk kolektif ini belum tercetus. Ketika berkumpul di studio Coki, beberapa pilihan nama sempat diusulkan oleh kami berempat, hingga akhirnya nama SaladKlab menjadi pilihan yang disepakati bersama.

“Nama SaladKlab sebetulnya tercipta secara tidak sengaja. Saat berkumpul di studio Bagus beberapa waktu sebelumnya, seperti biasa ada celetukan khas tongkrongan,”Eh, pesan makan yuk?” Coki yang saat itu sedang dalam kondisi harus mengonsumsi makanan sehat,  mendapat usulan dari Bagus secara spontan,”Pesan salad aja apa? Emang lu semua pada doyan makan salad?” Sontak secara spontan semua menjawab,”Ya doyan lah!” Dari situ akhirnya mereka saling mengetahui kalau ternyata di balik pola makan  yang terbilang cukup “asal-asalan”, ternyata semuanya penikmat salad dan tidak ada yang mau mengakui terang-terangan.”

Filosofi salad juga sebetulnya unik. Salad terdiri dari berbagai jenis sayuran yang dikumpulkan dalam satu wadah dan diberi beberapa bumbu tambahan supaya rasanya semakin enak dan menarik. Pun demikian dengan kolektif ini. Baik Fickry, Coki, Bagus, dan Indra7, memiliki latar belakang musik yang beragam, berbeda, dan output tersendiri dalam mengolah dan memainkan musik elektronik sesuai dengan gayanya masing-masing. Keanekaragaman dari masing-masing entitas ini menjadi sebuah keunikan tersendiri saat semuanya dikumpulkan dalam satu wadah. Dari situlah kemudian nama SaladKlab tercipta.

 

“Awalnya, sebelum EP ini tercipta, Fickry dan Coki sudah terlebih dulu membuat dua track yang berjudul ‘No Wassap’ dan ‘Play Right.’. Kemudian, karena saat itu intensitas pertemuan kami berempat (Indra7, Bagus, Coki, dan Fickry) sedang lumayan sering, Fickry dan Co. menawarkan kepada gue dan Bagus untuk membuat remix dari masing-masing track yang sudah jadi tersebut. Prosesnya berjalan organik saja sebenarnya,” ungkap Indra7 mewakili SaladKlab dalam siaran pers.

“Saat awal membuat project ini, kebetulan Fickry sudah pernah membuat beberapa rilisan sebelumnya dengan Housetribe Recordings, Jepang. Jadi, saat proses pengerjaan EP ini selesai, label pertama yang ditawarkan memang langsung ke Housetribe, karena warna musik yang kami buat juga cocok dengan ciri khas dari label tersebut dan responsnya pun juga terbilang cepat. Tidak butuh lebih dari dua minggu untuk mendapatkan persetujuan rilis dari Housetribe,” terang SaladKlab.

Ke depannya, SaladKlab akan terus fokus melepas track-track elektronik dengan keunikan masing-masing personel mereka. Sebagaimana salad yang terdiri dari berbagai jenis sayuran, tergabung dalam sebuah entitas tanpa harus melepas karakter “rasa” masing-masing.

SaladKlab adalah:
1. Fickry merupakan salah satu produser musik elektronik paling produktif di Indonesia. Ia telah merilis lebih dari 50 lagu di tahun 2022. Fickry telah merintis jalannya menuju jajaran musik simfoni sejak tahun 2007. Namanya segera dikenal di skena musik elektronik lokal yang terpatri di hati para pencinta harmoni dalam setiap ketukannya. Paranoia Awards sebagai “Produser Terbaik Tahun 2018” merupakan penghargaan bergengsi yang diraihnya dari Hard Rock FM Indonesia.

2. Christopher Bollemeyer, yang lebih dikenal sebagai Coki NTRL, adalah seorang gitaris, produser, dan DJ dari Jakarta yang telah menjadi penggerak utama di balik band NTRL (sebelumnya dikenal sebagai NETRAL) sejak tahun 2002. Dikenal karena permainan gitarnya yang energik namun melodius, Coki membawa nuansa baru pada punk rock Indonesia dengan riff melodius khasnya. Dengan lebih dari dua dekade warisan dalam musik Indonesia, Coki diakui tidak hanya sebagai gitaris ulung tetapi juga sebagai arsitek sonik yang terus-menerus mendorong batas-batas ekspresi musik, dari distorsi rock mentah hingga ritme sintetis soundscapes elektronik.

3. Bagusikalisasi memulai kiprah perdananya pada tahun 2008, yang juga sebagai penanda dimulainya perjalanan musiknya. Ciri khas artistiknya telah berkembang menjadi permadani yang menantang genre. Palet musiknya dengan mudah melintasi wilayah dari daya tarik misterius disko gelap dan indie dance hingga lanskap rumit komposisi elektronik yang progresif dan eksotis, semuanya diwarnai dengan cita rasa psikedelik.

4. Indra7 adalah salah satu figur penting dalam kancah musik elektronik bawah tanah Indonesia, yang dikenal karena gayanya yang khas sebagai DJ dan produser. Berawal dari perkembangan awal kancah musik bawah tanah lokal, Indra7 telah menjadi pemain kunci dalam membentuk lanskap musik elektronik Indonesia. Ia terkenal karena set eklektiknya yang memadukan techno, house, dan subgenre lainnya, yang sering kali dicirikan oleh suara yang dalam, gelap, dan menghipnotis. Sebagai seorang veteran, Indra7 telah tampil di berbagai klub dan festival terkenal, baik di dalam maupun luar negeri, dan mendapatkan respek atas keterampilannya dalam mixing dan pengetahuannya yang mendalam tentang musik elektronik. Kontribusinya tidak hanya terbatas pada DJ, ia juga terlibat dalam mempromosikan acara dan mengembangkan bakat-bakat baru di kancah musik tersebut. Semangat dan dedikasinya telah membantu mengangkat musik elektronik bawah tanah di Indonesia, menjadikannya salah satu tokoh paling berpengaruh di sana.

Related posts

Melisa Putri Rilis Single “Padamu Ku Bersujud”, Sebuah Perjalanan Refleksi Mendalam

AQK

The Fly Kolaborasi Dengan Franki Indrasmoro Remake “Candu Duniawi” – NAIF

AQK

Clara Riva Hadirkan Single Groovy dan Menyenangkan Berjudul “Iya Iya Iya”

Qenny Alyano

Leave a Comment