May 31, 2026
Image default
What's New

Duo Dreampop Showbiz Rilis Single “Could This Be the End?”, Debut Joseph Saryuf Sebagai Vokalis

South Jakarta – Dalam single terbarunya “Could This Be the End?”, duo dream pop asal Jakarta, Showbiz, membawa warna baru dalam lanskap musik mereka — lebih sendu, lebih personal. Dirilis lewat Sinjitos Records, lagu ini menjadi momen penting: Joseph Saryuf, yang biasanya berada di balik produksi dan aransemen, kini mengambil peran vokalis utama, menggantikan Merdi Leonardo. Pergeseran ini memberi lapisan emosi baru yang terasa lebih rapuh namun jujur.

Lirik seperti “Every promise once made is turning into cold dust…” dan “Wondering if this was the way we were meant to end.” menampilkan kerapuhan tanpa terlihat desperate. Lewat bunyi gitar yang menggaung, harmoni samar, dan ruang yang dibiarkan sunyi, lagu ini menangkap rasa kehilangan yang tidak marah: hanya diam dan menerima. Hasilnya adalah sesuatu yang melankolis dan terus membayangi, seperti kenangan yang belum selesai.

Dengan komposisi lirik yang reflektif – “Every promise once made is turning into cold dust.” hingga “Wondering if this was the way we were meant to end…” Showbiz menggambarkan pergumulan batin seseorang dalam menghadapi akhir sebuah hubungan. Tekstur gitar yang berlapis reverb yang membalut harmonisasi vokal Joseph dan Merdi, menciptakan nuansa sedih mengawang dan emosional.

Dalam video klip “Could This Be the End?”, Showbiz menyusun sebuah fragmen perpisahan yang dibalut dalam reverb dan noise, di mana setiap frame terasa seperti kenangan yang nyaris terlupakan. Showbiz tidak menawarkan narasi linear, melainkan pengalaman sinestetik tentang kehilangan: visualnya mengingatkan pada gerakan yang seolah terperangkap dalam loop emosional yang tak selesai. Bukan sekadar cerita, dan bukan sekadar perpisahan, melainkan cerita yang terbentuk dari apa yang tak pernah diucapkan.

“Could This Be the End?” adalah single ketiga menuju album penuh perdana mereka yang akan dirilis akhir tahun ini, dan menjadi sebuah gambaran akan band yang tak takut membuka diri, bereksperimen, dan terus bertumbuh tanpa kehilangan jiwa atmosferik yang menjadi ciri khasnya.

Lagu ini kini bisa didengarkan di semua platform digital.

Single selanjutnya berjudul I Love You ‘Till The Day I Die akan dirilis pada Juli atau Agustus 2025. Showbiz juga tengah bersiap kembali ke studio untuk menyelesaikan rekaman menuju album penuh mereka.

Could This Be The End_Artwork – Showbiz ( foto : istimewa )

Showbiz adalah band pop asal Jakarta yang dibentuk oleh dua sahabat lama, Joseph Saryuf (instrumen, vokal latar) dan Merdi Leonardo (vokal utama). Showbiz adalah proyek musik dream pop yang digagas oleh Joseph Saryuf dan Merdi Leonardo. Dikenal dengan ciri khas sound yang dreamy, aransemen atmosferik, dan lirik introspektif, Showbiz terus berkembang sebagai salah satu kolektif yang terus memberi warna baru dunia musik alternatif Indonesia.

Band ini bermula dari tahun 2003 ketika Joseph, yang saat itu bekerja sebagai komposer untuk sinetron, mulai menulis lagu dan membagikannya kepada kolaborator musiknya sejak SMP, Merdi. Dari dua lagu yang mereka rekam, Merdi mengisi vokal untuk Precious Time sementara Joseph menjadi vokalis utama di lagu What a Fool I’ve Been.

Melalui jaringan teman-teman, lagu-lagu tersebut akhirnya masuk ke dalam Pop Shower, sebuah kompilasi indie pop yang dirilis oleh label Jepang, Quince Records, pada tahun 2004. Setelah perilisan tersebut, keduanya kemudian menempuh jalan musik yang berbeda—Joseph melanjutkan karirnya dengan tampil bersama Santamonica dan Direct Action, sekaligus memproduseri sejumlah artis melalui label miliknya, Sinjitos Collective. Sementara itu, Merdi membangun reputasi sebagai DJ dan turut mendirikan Diskoria, grup yang dikenal karena merevitalisasi dunia klub Indonesia dengan set musiknya yang sepenuhnya menggunakan lagu-lagu Indonesia.

Secara musikal, Showbiz memadukan lanskap suara yang ethereal dengan melodi yang memikat. Musik mereka menangkap keintiman sekaligus keluasaan, terinspirasi dari melankolia yang berkilauan ala Blueboy, romantisme samar dari The Radio Dept., dan kepekaan pop yang canggih ala The Aluminum Group. Ditambah dengan denyut ritmis ala New Order, urgensi lantai dansa ala LCD Soundsystem, dan tekstur kaya dengan feedback ala My Bloody Valentine, musik mereka terasa sekaligus bernostalgia dan futuristik—sebuah tenunan suara yang kaya tekstur.

Pada tahun 2024, dua dekade setelah kolaborasi awal mereka, Joseph dan Merdi bertemu kembali di Joyland Festival Jakarta saat menyaksikan penampilan band favorit mereka, Blueboy. Pertemuan tersebut menghidupkan kembali semangat kreatif mereka, yang kemudian membawa mereka untuk menulis materi baru untuk album penuh yang akan dirilis pada tahun 2025.

(SPR)

Related posts

Asrilia, Jingga, Naomi Olivia dan Syauqi Destanika Membuat Panas Gelaran Boleh Gig

AQK

Doja Cat Rilis Single dan MV “Jealous Type” Umumkan Tur ‘Summer 25’

AQK

Laufey Rilis Deluxe Version Album Ke-3, Lepas MV “Madwoman”

Qenny Alyano

Leave a Comment