May 31, 2026
Image default
MusicologyWhat's New

Sawung Jabo & Sirkus Barock Rilis ‘Mengejar Bayangan Menangkap Angin : The Live Album’

South Jakarta – Siapa yang tidak kenal dengan sosok musisi Sawung Jabo. Nama Sawung Jabo dikenal sebagai personil dari Swami dan Kantata Takwa, dua grup musik fenomenal yang membawa lagu-lagu dengan pesan perlawanan, kritik politik dan pembebasan sosial. selama perjalanan musiknya,  beliau telah menciptakan ratusan lagu yang sarat akan makna kehidupan dan menyuarakan isu-isu penting. Aktif berkarya dengan gaya musik yang menggabungkan rock, folk,tradisional Jawa, hingga eksperimental.

Sawung Jabo paling dikenal melalui keterlibatannya dalam grup musik Swami dan Kantata Takwa bersama musisi-musisi kenamaan Indonesia lainnya pada akhir tahun 80-an dan tahun 90-an seperti Iwan Fals, Yockie Suryoprayogo dan Setiawan Djody. Musik Jabo tidak hanya tentang kritik, tapi juga tentang kejujuran, spiritualitas dan cinta pada Indonesia. Nama  Sawung Jabo juga dikenal sebagai pentolan grup musik Sirkus Barock.

Sirkus Barock adalah sebuah kelompok musik yang dibentuk oleh Sawung Jabo pada tahun 1976. Kelompok ini terkenal karena keunikan konsep teatrikalnya yang kerap mengemas berbagai unsur seni seperti musik, puisi, teater dalam setiap pertunjukannya. Gaya bermusik Sirkus Barock juga sangat khas, memadukan unsur rock, etnik atau tradisional Indonesia dan dipadankan dengan lirik-lirik puitis yang sarat makna, seringkali menyuarakan kritik terhadap ketidakadilan sosial dan isu-isu kemanusiaan.

Secara keseluruhan, Sirkus Barock dianggap sebagai salah satu kelompok seni yang berpengaruh dalam perkembangan musik dan seni pertunjukan alternatif di Indonesia. Genap memasuki lima dekade perjalanan karirnya, Sawung Jabo bersama Sirkus Barock menghadiahkan sebuah persembahan karya terbaru ‘Mengejar Bayangan Menangkap Angin: The Live Album’ untuk semua penikmat musik Indonesia. Sebuah album yang digarap khusus dengan mengusung konsep live recording dan direkam di studio Kuaetnika, Yogyakarta.

Berisikan materi lagu-lagu karya Sawung Jabo yang dipilih secara selektif oleh Jabo sendiri dan dihadirkan dalam balutan aransemen live terbaru. Lagu “Lingkaran Aku Cinta Padamu” dipilih menjadi single utama sekaligus lagu pembuka dalam live album ini. Sebuah lagu eksperimental yang sangat anthemic dan tercipta atau terinspirasi pada saat Jabo bergabung di Bengkel Teater Rendra.

“Lagu ini sangat spesial karena WS Rendra sendiri pernah menyatakan kalau lagu ini adalah himne bagi Bengkel Teater yang akan terus dinyanyikan oleh para anggotanya”, ungkap Cak Jabo.

Live album ini menjadi babak baru dari perjalanan panjang karir Jabo dalam meramu musik, puisi dan sikap hidup yang menjadi satu kesatuan ekspresi yang jujur dan bebas. Sebuah karya yang tak hanya berbicara pada telinga, tapi juga menyentuh ruang di dalam hati pendengarnya.

Mengejar Bayangan Menangkap Angin: The Live Album’ rilis pada tanggal 26 Juni 2025 dan bisa didengarkan di semua platform musik digital seperti Spotify, Langit Musik, Apple Music dan YouTube Music. Didukung juga dengan official video lyric dari lagu “Lingkaran Aku Cinta Padamu”,“Kuda Lumping”, “Mengejar Bayangan Menangkap Angin”, “Penari Goyang” dan “Anak Setan”yang dapat disaksikan di YouTube channel Musica Klasik mulai dari Juli 2025.

Tracklist:
1.Lingkaran Aku Cinta Padamu
2.Kuda Lumping
3.Mengejar Bayangan Menangkap Angin
4.Peristiwa Manusia
5.Anak Setan
6.Petualangan Awan
7.Karena Kau Bunda Kami
8.Menjadi Matahari
9.Jula Juli Anak Negri
10.Penari Goyang

Semua lagu di atas adalah ciptaan dari Sawung Jabo.

Saat menemui Sawung Jabo dan rekan-rekan Sirkus Barock di Yogyakarta, tim Musica Klasik merangkum beberapa pertanyaan diantaranya:

Bagaimana awal mula terbentuknya project live album ini?
Sue Piper: “Sebelumnya kami ingin berterima kasih kepada Musica Studio’s karena kita sudah menjalin hubungan sejak tahun 2022 dan saya mempunyai cita-cita ingin sekali menghadirkan kembali lagu-lagu lama Sawung Jabo dan Sirkus Barock yang dikemas dalam versi yang lebih fresh. Setelah melalui proses dan pemikiran yang cukup matang, akhirnya project ini dapat terealisasikan.”

Apa yang membuat project kali ini berbeda dengan project album sebelumnya?
Fitri Kenari (selaku project manager): “Project rekaman kali ini berbeda karena semuanya di-cover dengan live recording, jadi kami menyikapinya seperti live performance dimana kami membuat paket lengkap seperti ada workshop, bedah lagu, bedah lirik, serta semua musisi yang terlibat dalam project ini wajib mengikuti semua prosesnya. Semua musisi harus memahami isi dan konteks lagu yang ditulis oleh Cak Jabo.”

Seperti apa proses menentukan lagu-lagu untuk live album ini?
Sawung Jabo: “Proses pemilihan lagu-lagu dalam project ini sangat selektif, banyak sekali terjadi gonta ganti lagu. Saya pilih lagu-lagu untuk album ini bukan karena lagu tersebut hanya sekedar enak didengar saja, tapi lagu itu harus sarat akan makna, bagaimana cara untuk menyikapi kehidupan. Serta memiliki tema yang universal jadi bisa didengarkan oleh beragam usia.”

Apa harapan melalui perilisan live album ini?
Sawung Jabo: “Harapan saya semoga album ini dapat disambut dan diterima dengan baik karena di setiap lagunya saya berusaha memberi yang terbaik dari apa yang saya punya. Saya juga meyakini bahwa setiap karya itu punya nasib dan rezekinya sendiri-sendiri.”

Toto Tewel: “Semoga dengan kerja sama yang terjalin baik bersama Musica Studio’s dapat memperkenalkan Sirkus Barock ke generasisekarang dan mendatang. Mudah-mudahan dapat memperkenalkan juga bahwa ada jenis musik eksperimental seperti yang dibawakan oleh Sirkus Barock ini di Indonesia dan album ini bisa diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia.”

Sawung Jabo ( foto : istimewa )

Tentang Sawung Jabo 

Di tengah hingar bingar dunia musik modern, nama Sawung Jabo masih terus menggema sebagai ikon perlawanan, seniman jalanan yang berani menyuarakan isu-isu penting di Indonesia. Dengan perjalanan karir yang memasuki usia lima dekade, Jabo bukan hanya musisi, melainkan juga sebagai seorang penyair, aktor dan pejuang kebudayaan yang setia mengusung suara rakyat kecil lewat irama dan kata.

Terlahir dengan nama Mochamad Djohansyah pada tanggal 4 Mei 1951 di Surabaya, Sawung Jabo yang kerap disapa dengan panggilan akrab Cak Jabo dikenal juga dengan konsepnya yang menggabungkan elemen musik barat dan timur, khususnya Jawa. Jabo sangat produktif dan banyak melahirkan karya seni atau terlibat dengan para seniman dari bermacam daerah seperti Surabaya, Yogyakarta, Solo, Bandung, Sidoarjo, Jember, bahkan sampai Sydney, Australia tempat ia menetap sewaktu-waktu bersama anak cucunya.

Sawung Jabo & Sirkus Barock
‘Mengejar Bayangan Menangkap Angin: The Live Album’
Courtesy of Musica Studio’s
Executive Producer: Indrawati Widjaja
Album Credits
Vocals, Acoustic Guitar: Sawung Jabo
Lead Guitar: Toto Tewel
Acoustic Guitar, Electric Guitar: Ruben Kayon
Percussion, Vocals: Denny Dumbo
Drums, Vocals: Endy Baroque
Bass, Vocals: Sinung Garjito
Violin, Vocals: Ucok Hutabarat
Keyboards: Sabar Hutapea
Vocals: Bonita
Vocals: Sariyem
Vocals: Alfred Mailoa
Backing Vocals: Sue Piper
Featuring:
Acoustic Guitar, Vocals: Sri Krishna
Acoustic Guitar: Pram Jasmine
Bass: Yabes Yuniawan
Cello: Wawan Cello
String Ensemble
Music Director: Denny Dumbo
Mixing & Mastering: Bayu Randu
Project Manager: Fitri Kenari
Recording Studio: Kuaetnika Studio (Yogyakarta),
Gono Art Studio & Joglo Jago (Yogyakarta)
Publisher: Musica Publiser Indonesia
Label & Distribution: Musica Studio’s

(SPR)

Related posts

Maudy Ayunda Bawa Makna Baru Kesendirian di Lagu “Bulan, Bawa Aku Pulang”

AQK

‘Lifetime : Tribute To Chrisye Concert’ : Bernostalgia Merayakan Hari Ulang Tahun Sang Maestro

AQK

Inilah Daftar Lengkap Nominasi iHeartRadio Music Awards 2026

Qenny Alyano

Leave a Comment