April 25, 2026
Image default
Hot Releases

Shadowbourne, Band Proyek Pasha Chrisye, Rilis Debut EP ‘Palingenesis’

South Jakarta – Shadowbourne, proyek musik baru yang lahir dari luka dan kegelapan, resmi merilis EP debut mereka bertajuk ‘Palingenesis’ pada tahun 2025. Berbasis di Jakarta, Shadowbourne membawa nuansa emosional dan atmosferik yang memadukan distorsi gitar, orkestrasi megah, dan narasi tentang penyembuhan batin.

Nama Shadowbourne sendiri bermakna “lahir dari bayangan” sebuah metafora yang  merepresentasikan transformasi jiwa dari titik terdalam penderitaan menuju cahaya dan kekuatan baru.

“Palingenesis bukan hanya tentang musik. Ini tentang kelahiran kembali setelah mati secara emosional. Tentang perjalanan dari kehancuran menuju kekuatan yang utuh,” ujar Pasha Chrisye, vokalis sekaligus penulis lagu utama “Shadowbourne”.

Band ini terdiri dari Pasha Chrisye (vokal, penulis lagu, aransemen orkestra), Reiner Ramanda (gitar, synthesizer), dan Axel Andaviar (drum). Bersama, mereka merangkai sound yang sinematik, atmosferik, dan menyayat dengan akar musik yang terinspirasi dari post-rock, alternative metal, hingga neoclassical dan ambient.

“Kami menulis untuk mereka yang pernah runtuh, untuk jiwa-jiwa yang pernah terperangkap dalam gelap, tapi memilih untuk tidak menyerah,” tambah Pasha Chrisye.

EP ‘Palingenesis’ terdiri dari 4 buah lagu, dengan single pertama berjudul “Perjuangan”. Narasi emosional yang membentang dari tema kehilangan, perenungan, hingga kebangkitan. Setiap track menjadi bab dari sebuah kisah penyembuhan diri.

Tentang Lagu-Lagu dalam EP “Palingenesis”

Perjuangan (Single Pertama)
Sebuah lagu tentang kebangkitan dari keterpurukan, ditulis berdasarkan pengalaman
pribadi Pasha sebagai penyintas depresi. Lagu ini berbicara tentang perjalanan menjadi versi sejati dari diri sendiri, melawan ketakutan, ekspektasi, dan trauma masa lalu. “Luka bukan akhir dari segalanya, tapi awal dari pencerahan,” kata Pasha.

Dark Night of the Soul
Ditulis pada masa paling gelap dalam hidup sang vokalis, lagu ini awalnya berjudul Death Note. Kini ia memahami bahwa momen itu adalah fase spiritual “Dark Night of theSoul”proses hancurnya ego dan lahirnya kesadaran sejati.

“Saya bermimpi lagu ini bisa menemani siapa pun yang sedang berada di jurang gelap
yang tak bernama,” ujar Pasha.

Bayanganmu & Deru Belenggu
Dua lagu yang lahir dari satu kisah cinta yang tak bisa dimiliki. Bayanganmu melukiskan kerinduan yang senyap, sedangkan Deru Belenggu adalah jeritan jiwa yang terikat pada cinta yang tak bisa dilepaskan.

“Dua lagu, satu luka. Dua bahasa, satu jiwa. Dan satu cinta yang tak pernah benar- benar pergi,” tambahnya.

(SPR)

Related posts

The Kid LAROI Luncurkan Album Baru ‘BEFORE I FORGET’

Qenny Alyano

Nadhif Basalamah Ungkap Sisi Lain Diri Lewat Single “Sesuatu”

AQK

Band Grindcore Proletar Formasi Baru Rilis Single “Perbudakan Spiritual”

AQK

Leave a Comment