South Jakarta – Band rock asal Teignmouth, Devon, Inggris, MUSE, sukses menggelar konser di Jakarta. Berlangsung pada hari Jum’at, 19 September 2025 di Carnaval Beach Ancol di Jakarta, konser yang diselenggarakan oleh Ravel Entertainment tersebut, sukses menghadirkan puluhan ribu penonton yang telah meramaikan venue semenjak siang hari. Konser band yang beranggotakan Matt Bellamy (vokal, gitar, keyboards), Chris Wolstenholme (bass) dan Dominic Howard (drums) dibantu Dan Lancaster (keyboards/gitar) ini. merupakan bagian dari tur singkat di MUSE di Asia. Konser MUSE di Jakarta juga menjadi pembuka sebelum mereka menyambangi Osaka, Jepang (23 September), Yokohama, Jepang (25 September) dan Incheon, Korea Selatan (27 September). Konser MUSE ini juga menjadi kedua kalinya setelah terakhir kalinya tampil di Jakarta pada 23 Februari 2007 silam.
Sekitar pukul 7.30 (setengah delapan), setelah menyanyikan bersama lagu “Indonesia Raya”, konser yang mengusung tema ‘MUSE Live in Jakarta’ langsung dibuka dengan lagu “Unravelling” yang langsung disambut histeris penonton yang hadir. Penonton semakin panas ketika Chris Wolstenholme memainkan intro bass lagy “Hysteria” yang merupakan salah satu lagu ikonik dari band yang terbentuk di tahun 1994. Hampir seluruh penonton ikut bernyanyi dan bergoyang di setiap bait lagu yang diambil dari album ‘Absolution’ tersebut. Tak ingin menurunkan tempo, MUSE kemudian melanjutkan penampilan dengan membawaka “Stockholm Syndrome” membuat penonton semakin panas.
Setelahnya Matt Bellamy melantunkan sepenggal “Simulation Theory Theme / [JFK]” sebelum melanjutkan penampilan dengan “Won’t Stand Down” dan “Resistance”. MUSE membuat penonton semakin panas saat membawakan “Psycho” yang kental nuansa metal dan berlanjut dengan “Kill or Be Killed”. Suasana konser rock menjadi kental nuansa klasik saat Matt Bellamy memulai intro lagu “New Born”. Matt menyanyikan lagu tersebut dengan lirih dimana di bagian akhir lagu dimasukkan penggalan “Calm Like a Bomb”dari RATM. “Terima Kasih” ucap Matt sesekali. Setelah membawakan “Madness”, Matt Bellamy membuat penonton histeris dan berlompatan saat memainkan intro lagu “Plug in Baby”.

MUSE kemudian menurunkan tempo pertunjukan saat Matt Bellamy dan Dan tampil membawakan lagu “Unintended” secara akustikan. Setelahnya, seluruh personil kembali ke panggung dan membawakan “United States of Eurasia” dan “Hanging in Victory Square”. Penonton kembali memanas saat MUSE membawakan salah satu hits mereka, “Time is Running Out” yang dilanjutkan dengan “Supermassive Black Hole”. MUSE kemudian menutup sesi pertama konser dengan membawakan nomor instrumental “Knights of Cydonia”. MUSE membuka sesi encore dengan “The 2nd Lwa:Isolated System” dimana hanya drummer Dominic Howard dan Dan Lancaster yang tampil. Setelanya personil MUSE kembali tampil di panggung membawakan “Undisclosed Desires” dan ditutup dengan nomor epik, “Starlight” diiringi peluncuran kembang api. “Terima Kasih, Indonesia” ungkap Matt Bellamy menutup pertunjukan.
Yang membuat konser MUSE kali ini berbeda dan spektakuler adalah tata suara dan tata cahaya yang megah dan memanjakan mata hampir setiap lagu yang mereka bawakan.
Setlis MUSE – Live in Jakarta
- Unravelling
- Interlude
- Hysteria
- Stockholm Syndrome
- Won’t Stand Down
- Resistance
- Psycho
- Kill or Be Killed
- New Born
- Madness
- Plug In Baby
- Unintended
- United States of Eurasia
- Hanging in Victory Square
- Time Is Running Out
- Supermassive Black Hole
- Uprising
- Knights of Cydonia
Encore:
19. The 2nd Law: Isolated System
20. Undisclosed Desires
21. Prelude
22. Starlight

