South Jakarta – Musisi sekaligus penulis lagu Syafami Fabasqa kembali menghadirkan karya terbaru berjudul “Let It Be”. Single bergenre Pop Alternatif ini menjadi refleksi mendalam tentang rasa rindu dan kehilangan seseorang yang sangat berarti. Kehadiran “Let It Be” juga memperkuat posisi Syafami sebagai musisi yang konsisten menghadirkan karya personal dan penuh makna, setelah sebelumnya merilis tiga single yang mendapat respons positif dari pendengar.
“Let It Be” bukan sekadar lagu, tetapi catatan emosional yang lahir dari pengalaman pribadi sang musisi. Syafami menjelaskan bahwa lagu ini ia tulis sebagai bentuk perjalanan batin dalam belajar merelakan sesuatu yang hilang.
“Lagu ini gua tulis dari hati, tentang bagaimana untuk belajar merelakan sesuatu yang hilang. Tidak selalu tentang seseorang, bisa juga tentang kehilangan peliharaan atau barang berharga. Semoga setiap nada di Let It Be bisa jadi pelukan kecil buat siapa pun yang lagi kangen,” ujar Syafami.

Proses kreatif lagu ini dimulai sejak 19 Januari 2025 dan berlangsung selama kurang lebih dua bulan. Dalam penggarapannya, Syafami berkolaborasi dengan Gilang Adi Kurniawan sebagai pengaransemen sekaligus operator, sementara seluruh penulisan lirik, melodi, dan arahan musik dipegang langsung oleh Syafami. Ia mengungkapkan bahwa tantangan terbesar adalah bagaimana membuat aransemen dan nuansa vokal terasa otentik, sehingga pendengar dapat ikut merasakan kedalaman emosi yang ia salurkan.
,Sebelum merilis “Let It Be”, Syafami telah memperkenalkan tiga single lain yang turut membangun reputasinya di industri musik independen, yaitu “Kagum Dalam Diam” (20 September 2024), “S’lamanya” (29 Januari 2025), dan “Someday” (16 April 2025). Kehadiran tiga karya tersebut menjadi fondasi menuju album kompilasi The Best Of Syafami Fabasqa, yang memuat rangkuman perjalanan musikalnya selama beberapa tahun terakhir.
Tidak hanya merilis versi audio, Syafami juga tengah menyiapkan konsep video musik resmi untuk “Let It Be”. Nantinya, MV tersebut akan menggambarkan sosok pria yang termenung di sebuah ruangan, duduk di depan kaca saat hujan turun, ditemani secangkir kopi dan sebuah piano
kesayangannya. Visual tersebut dihadirkan sebagai simbolisasi suasana kesepian, kerinduan, danusaha untuk merelakan yang hilang. Jadwal perilisan video musik akan diumumkan setelah proses produksi dimulai.
Melalui “Let It Be”, Syafami berharap karya ini dapat menjadi teman bagi siapa pun yang sedang berjuang menghadapi kehilangan. Single “Let It Be” kini sudah tersedia di berbagai platform musik digital, termasuk Spotify, Apple Music, dan YouTube.
(SPR)

