South Jakarta – Ribuan anak muda memadati Lapangan Aspal PTC Jayapura pada Sabtu (27/9) malam untuk menyanyikan lagu-lagu hits dari para musisi asli Papua yang tengah naik daun di belantika musik nasional. Suara Tana Timur membuktikan dirinya sebagai panggung perayaan identitas dan energi kolektif “anana Timur” yang kini menggema ke seluruh Indonesia.
Dari sore hari, fans sudah memenuhi area festival, menciptakan suasana hangat di setiap sudut venue. Saat Shine of Black membuka panggung dengan “Jang Ganggu”, seluruh fans serentak ikut bernyanyi, membuat Jayapura bergetar oleh suara anak muda yang penuh percaya diri.
Festival ini menghadirkan deretan musisi berdarah Indonesia Timur, menjadi sebuah representasi kuat pamor musik Timur yang tengah meroket popularitasnya. Epo D’Fenomeno mengalirkan hip-hop Papua yang bersinggungan dengan warna reggae, Dave Baransano menghipnotis lewat roots-reggae/dub yang membumi, sementara Anadok menghentak dengan power Hip-Hop berlirik ekspresif. Puncaknya, Andmesh Kamaleng membawakan alunan balada emosional, membuat seluruh lapangan bernyanyi bersama hingga ia berujar, “Malam ini luar biasa. Karena ini Suara Tana Timur, saya ingin kalian ikut bersuara, bernyanyi bersama.” Keseruan malam ditutup One Scoot dengan riuh reggae/Melanesian pop modern.
Andri Verraning Ayu, CEO Antara Suara, menyampaikan rasa bangga sekaligus syukur atas terselenggaranya Suara Tana Timur di Jayapura. “Suara Tana Timur adalah panggung kebanggaan sekaligus pestanya anak-anak Timur. Malam ini Jayapura bukan hanya menonton konser, tapi ikut menulis pesan kuat bahwa fans musik dan para musisi Papua layak mendapat sorotan lampu yang lebih terang lagi,” ujar Ayu.


Selain musik, Suara Tana Timur juga menghadirkan karya visual dari Linggues, mural artist asal Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen. Linggues dikenal dengan gaya khas yang memadukan warna-warna cerah—hijau, kuning, oranye, dan merah—serta ornamen pesisir Papua, terinspirasi dari tradisi topeng dan simbol-simbol budaya lokal. Kehadirannya menegaskan bahwa seni rupa Papua punya tempat setara dengan musik di panggung besar.
Tak hanya di panggung utama, ambience pesta anak Timur juga terasa di area Mamayo Club at Zonation, sudut venue tempat komunitas dan talenta muda Jayapura menunjukkan aksi mereka. Dari DJ set hingga dance dan rap battle, ruang ini menjadi laboratorium energi baru anak-anak Timur yang tak kalah memikat.
Hadir dengan konsep yang kuat, Suara Tana Timur Jayapura menghadirkan ruang kebersamaan di mana budaya, komunitas, dan musik berpadu. Dengan latar pesisir yang ikonik, festival ini membuktikan bahwa suara dari Timur tak lagi hanya milik komunitas terbatas, tetapi telah menjadi bagian penting dari wajah musik Indonesia.
Untuk informasi terbaru mengenai acara dan lineup, silakan kunjungi Instagram @suaratanatimur dan @antara.suara.
Tentang SUARA TANA TIMUR
Suara Tana Timur adalah festival musik dan komunitas yang merayakan warna khas dari Indonesia Timur. Digelar di Gowa, Jayapura, dan Gorontalo, festival ini menyatukan musisi-musisi viral, komunitas kreatif, dan budaya lokal dalam satu panggung besar yang 100% rasa Timur. Di Suara Tana Timur, anak-anak Timur nggak cuma tampil, mereka bikin suasana, bawa cerita, dan kasih energi yang nggak bisa ditiru. Bukan cuma konser. Bukan sekadar hiburan. Ini tentang kebanggaan, identitas, dan suara musik yang hidup dalam ruang kreatif di Indonesia Timur.
Tentang Antara Suara
Antara Suara adalah promotor musik yang fokus pada penyelenggaraan konser tunggal dan tour musisi Indonesia. Mengusung semangat ‘Berada di antara semua musik Indonesia’, Antara Suara telah sukses menggelar Berbagai konser, antara lain Konser 30 Tahun Dewa 19, konser tunggal Sheila On 7 “Tunggu Aku Di”, album tour Hindia “Lagipula Hidup Akan Berakhir”, konser 17 tahun RAN “RAN The Sweet Seventeen Show”, konser unit heavy rock/metal Seringai “Serigala Militia Selamanya”, dan sejumlah festival musik lainnya seperti Swara Prambanan dan Jakarta Music Con.
(SPR)

