South Jakarta – Lahir pada 23 Juni dan berasal dari Indramayu, Dian Vallen hadir sebagai pendatang baru yang mencuri perhatian dunia musik Indonesia. Di tengah derasnya arus musisi muda, Dian tampil dengan karakter vokal yang kuat, kepribadian hangat, serta kisah perjalanan yang menarik untuk disimak.
Melalui single perdana berjudul “Tak Selamanya”, Dian menancapkan langkah awal yang matang. Lagu ini merupakan karya ciptaan Abdul Jasir Nasirudin, pemilik akun Instagram @jazier14, yang selama ini dikenal lewat sentuhan musikal puitis dan emosional.
Sosok Multitalenta: Penyanyi, MC, dan Pebisnis dengan Jaringan Internasional
Tak hanya berkutat di dunia tarik suara, Dian juga aktif sebagai MC dan seorang pebisnis. Perjalanannya di dunia usaha membuatnya memiliki member di berbagai negara khususnya di Asia,. Hal ini menjadi sebuah pencapaian yang jarang ditemui pada musisi pendatang baru.
Hobinya pun unik: mendaki gunung dan pecinta kopi—perpaduan antara ketenangan alam dan ekspresi seni yang memengaruhi warna suara serta kedalaman interpretasi musikalnya.
Bernaung di Label baru & Raih Penghargaan Kepolisian
Dian resmi merilis karyanya di bawah label Dominasi Records (anak perusahaan dari PT. Dominasi Music Indonesia), sebuah label baru yang semakin dikenal sebagai rumah bagi musisi berbakat di berbagai pelosok daerah Indonesia.
Sebelumnya, Dian juga menerima penghargaan dari Polres Indramayu atas kontribusinya sebagai penyanyi dan pencipta lagu bertema Polres Presisi, prestasi yang menunjukkan bahwa karya-karyanya diapresiasi tidak hanya oleh publik musik, tetapi juga institusi resmi.
Inspirasi Single “Tak Selamanya”: Kampanye Cinta dalam Bentuk Melepaskan
Single “Tak Selamanya” lahir dari kegelisahan Dian melihat maraknya pemberitaan mengenai perpisahan banyak para artis senior. Alih-alih menghadirkan keterpurukan, lagu ini justru memuat pesan dewasa:
Tidak semua yang kita sayangi harus dimiliki selamanya—karena kadang, perpisahan adalah bentuk tertinggi dari rasa sayang.
Sebuah kampanye emosional yang dekat dengan kehidupan banyak orang, menjadikan lagu ini relevan dan menyentuh.

Dikerjakan oleh Tim Produksi Musik Kelas di Tanah Air
Kekuatan lagu ini tidak hanya terletak pada lirik dan vokal Dian, tetapi juga pada para profesional yang terlibat di belakang layar:
Composer: Abdul Jasir Nasirudin
Music Producer: David Hidayatullah
(Penata musik dan produser untuk artis terkenal seperti Glenca Chysara, Pamela Bowie, hingga Michele Joan)
Vocal Producer & Backing Vocal: Rizky Dewanto
(Player session Band Ifan Seventeen, dll)
Vocal Editor: Hery Alesis
(Terlibat dalam produksi vokal banyak penyanyi besar seperti Afgan, Rizky Febian, Lyodra, Tiara Andini, dan Keisya Levronka)
Mixing Engineer: Canggar Krisnatry
(Salah satu yang menangani banyak karya Juicy Luicy dan penyanyi Rizwan Fadilah)
Mastering Engineer: Dimas Pradipta
(Nama yang tidak asing lagi di industri musik Tanah Air)
Kolaborasi ini menjadikan “Tak Selamanya” memiliki standar produksi yang matang, modern, dan siap bersaing di industri musik nasional.
Prospek Cerah: Dian Vallen Siap Menjadi Wajah Baru Musik Indonesia
Dengan karakter vokal yang kuat, dedikasi tinggi, pengalaman multitalenta, serta tim profesional yang mendukung, Dian Vallen tampil sebagai talenta baru yang patut diperhitungkan.
Single “Tak Selamanya” bukan sekadar debut—melainkan deklarasi kehadiran. Sebuah langkah awal untuk perjalanan panjang yang menjanjikan di industri musik Indonesia.
(SPR)

