South Jakarta – ‘Rock in Solo 2025’, pesta akbar musik cadas tahunan di kota Surakarta, Jawa Tengah, sukes digelar selama 2 hari pada Sabtu, 22 November dan Minggu 23 November lalu. Mengambil tempat di Benteng Vastenburg, Pasar Kliwon, Solo, Rock in Solo tahun ini menghadirkan lineup internasional Stillbirth di hari pertama dan Mayhem, Belphegor serta Deez Nuts di hari kedua.
Terdapat dua panggung di Rock in Solo (RIS) tahun ini yaitu XXI Stage dan Rajamala Stage. Hari pertama hanya XXI Stage yang digunakan dengan menghadirkan lineup Libero, Engage in Vengeance, Innocent Voice, Tendangan Badut, Invicia, Sprayer, Powerpunk, MCPR, Amorphaus, Keep It Real dan Stillbirth. Sedangkan di hari kedua, XXI Stage menghadirkan Crashead, Kid Monster, Baladhugal, Jubah Hitam, Eden Adversery, Righting Wrong, Ugoslabier, Tariot, Sworn, Godplant, Paranoid Despire dan Sukatani.
Rajamala Stage yang terbagi 2 panggung yaitu Stage A dan Stage B, menjadi panggung terbesar di Rock in Solo 2025 dan mulai digunakan di hari kedua dengan menghadirkan Tremorrage, Turbidity, The Brandals, DPMB X SM, Stereowall, Denisa, Negatifa, MTAD, Deez Nuts, 510, Viscral, Down For Life, Belphegor dan Mayhem.
Hari Minggu (23/11) di tengah terik matahari, ribuan penonton dari berbagai pelosok tanah air telah memadati area Bentang Vestenburg semenjak pagi hari. Sekitar jam 12 siang Tremorrage membuka gelaran RIS di Stage B disusul Turbidity di Stage A. Tensi semakin panas saat The Brandals tampil berikutnya di Stage B. Setelahnya di Stage A, DPMB X SM (Serigala Malam), langsung menghajar dengan musik ghettocore, hardcore serta hip-hop.





Stereowall dengan vokalis baru, Zevana Arga, tampil semangat di Stage B membawakan beberapa karya mereka termasuk “Jakarta Hari Ini” yang liriknya diganti ‘Surakarta Hari Ini’ dan “Forever”. Setelah break Ashar, giliran Denisa yang tampil di Stage A. Nuansa gloomy, doom dan gothic, ditampilkan Denisa lewat karya-karyanya seperti “Bloodbath” dan “Request for Penance”.
Negatifa sepertinya menjadi salah lineup lokal yang banyak ditunggu di RIS 2025. Band yang dikomando vokalis Seringai dan Puppen, Arian13, tampil memanaskan Stage B dengan membawakan lagu-lagu dari debut album self tittle mereka seperti “Panjang Umur Perlawanan”, “Supremasi”, “Imperialis” dan ‘Menghabisi Pedo”. Sebuah cover dari band Misfits menjadi penutup Negatifa di RIS 2025.
MTAD kemudian memanaskan Stage A dengan nuansa electonic metal. Hujan mulai turun saat band hardcore asal Australia, Deez Nuts memulai penampilan mereka di Stage B. Meski diguyur hujan deras, Deez Nuts tetap tampil energik dan penuh semangat membawakan karya-karya mereka.
Usai break Maghrib, giliran band asal Bandung, 510, tampil di Stage A membawakan karya-karya mereka termasuk dari album ‘Origin’. Setelahnya Stage B dibombardir oleh unit death metal asal Bekasi, Viscral. Di tengah penampilan Viscral hujan mulai turut dengan deras.
Band tuan rumah, Down for Life menjadi penampil selanjutnya di gelaran RIS 2025. Meski hujan turun dengan derasnya, hal tersebut tidak menyurutkan semangat band yang dikomando okeh Stephanus Adjie tersebut. Belphegor kemudian menjadi penampil selanjutnya. Band black metal asal Austria yang dikomando Helmuth Lehner (vokal/gitar) tersebut tampil dengan konsep theatrikal membawakan beberapa karya mereka.
Band black metal yang mendapat julukan ‘true Norwegian black metal’, Mayhem, menjadi penutup gelaran Rock in Solo 2025. Band yang menyisakan personil awal Necrobutcher (bass) dan Hellhammer (drums) membawa suasana kelam dengan karya mereka yang dibawakan dengan apik oleh vokalis Atilla Csihar. Penonton semakin panas saat Mayhem membawakan “Freezing Moon’, “Life Eternal” dan ‘Pure Fuckin Armageddon”.
Secara keseluruhan Rock In Solo 2025 berjalan baik dengan susunan waktu tampil lineup sesuai jadwal meskipun beberapa kali hujan deras. Soudsystem dan lighting yang dihadirkan juga sangat baik.
Sampai jumpa di Rock in Solo selanjutnya.

