South Jakarta – Ratu hip-hop Jepang Awich telah merilis album terbarunya ‘Okinawan Wuman’ hari Jumat lalu. Single “Fear Us” menjadi single utama dalam momentum perilisan album baru Awich ini. Bintang hip-hop Joey Basa$$ dan RZA dari Wu-Tang Clan difitur di lagu “Fear Us”. Dengarkan album “Okinawan Wuman” di tautan ini.
Album ‘Okinawan Wuman’ adalah sebuah proyek musik yang memadukan hip-hop khas Amerika Serikat dan Jepang lewat flow serba dinamis dari Awich, dibalut dengan sound ikonik RZA. Awich menyebut album ini sebagai surat cintanya kepada musik hip-hop Amerika yang ia mulai cintai saat ia tumbuh dewasa di Okinawa, Jepang.
“Aku lahir dan dibesarkan di Okinawa, tempat yang mempertemukan banyak budaya, sejarah, dan insting untuk bertahan,” ujar Awich tentang pembuatan album ini. “Okinawa adalah sebuah persimpangan antara Jepang dan Amerika Serikat yang dipengaruhi oleh kependudukan Amerika dan masih membawa nuansa basis militer hingga hari ini. The Abbott atau RZA, kembali menginjak benua Asia yang merupakan tempat penting dalam perjalanan Wu-Tang Clan. Mereka pun membangun fondasi album ini. Di saat dunia bergerak dengan sangat cepat, aku memilih untuk bergerak dengan penuh makna sambil aku menyelesaikan album ini untuk melengkapi cerita-cerita yang sudah aku bawa sejak aku kecil. Lewat album ini aku mendorong adanya rasa kebersamaan yang baru, mencakup banyak kultur, perbatasan, dan segala hal yang memisahkan kita,” tutupnya.
Album ini menampilkan sejumlah kolaborasi menarik dengan Joey Bada$$, Westside Gunn, 454, dan MIKE, serta Ferg dan Lupe Fiasco di lagu “Butcher Shop” dan “Wax On Wax Off” yang sebelumnya sudah dirilis.
Kolaborasi yang mendobrak batasan genre dan generasi ini menjadi momen Awich melangkahkan kaki ke dalam skena hip-hop Amerika Serikat. Lagu “Butcher Shop” menjadi momen historis di mana akar dan masa depan hip-hop Jepang dapat saling terhubung dengan jantung dari skena rap Amerika Serikat.

Tentang Awich
Awich merupakan singkatan dari “Asia Wish Child”. Ia merasa nama “Awich” merefleksikan segala impian yang miliki sejak ia lahir dan tumbuh besar di pulau Okinawa, Jepang. Awich debut lewat EP ‘Inner Research’ pada 2006 yang juga menjadi tahun di mana ia pindah ke Atlanta, Georgia, Amerika Serikat. Di sana ia memproduseri album perdananya sendiri ‘Asia Wish Child’ yang ia rilis pada 2007. Ia kemudian pindah kembali ke Jepang dan memulai proses introspeksi diri yang kemudian membantunya menemukan arti dari kehidupan, cinta, dan makna dari memaafkan. Ia pun kembali merilis album ke-2-nya, ‘8’, pada 2017 dengan perspektif global yang ia miliki dan sentuhan feminin khasnya yang membuat musiknya terdengar singular namun tetap relatable bagi banyak orang di seluruh dunia.
Album ‘Queendom’ yang ia rilis pada 2022 berhasil mencapai posisi #1 di kategori Album secara keseluruhan iTunes, sementara single dari album tersebut, “Rasen in Okinawa”, berhasil mencapai posisi #1 di beragam chart. Pada 2023, ia merilis album ‘THE UNION’ dan menggelar konser bertajuk ‘Queendom – THE UNION – at K-Arena Yokohama’.
Kemampuan Awich untuk menyelami berbagai perspektif global sambil tetap menghadirkan sentuhan feminin khasnya membuat musiknya terdengar unik namun tetap relatable bagi banyak orang di seluruh dunia.
Dalam beberapa tahun terakhir, Awich semakin memantapkan posisinya di industri musik Amerika Serikat. Setelah menjadi rapper Jepang pertama yang tampil di Coachella pada 2024 dan menjadi sosok yang didatangi para musisi ketika mereka berkunjung ke Jepang, sang bintang telah membangun hubungan-hubungan organik yang menunjukkan ketulusannya dan sejauh mana ia akan melangkah.
Dengan lebih dari 2.1 juta followers di media sosial, Awich terus mengembangkan pengaruhnya di Asia Tenggara. Saat ini Indonesia duduk di posisi ke-4 dalam daftar negara-negara yang paling sering memainkan musiknya.
(SPR)

