South Jakarta – Waktu menunjukkan pukul 23:25 pada Minggu malam saat TV Girl menutup penampilan puncak mereka di Joyland Sessions dengan kombinasi “Lovers Rock” yang sudah menembus 1 miliar streams dan “It Evaporates” dari era sebelum grup indie pop asal Amerika Serikat tersebut menjadi viral. Tapi sejak sehari sebelumnya, rasanya perhelatan Plainsong Live tersebut berjalan dengan sukses berdasarkan suasana di lokasi yang dipadati total 11.934 hadirin dalam dua hari maupun reaksi di media sosial. Walau Joyland Sessions diselenggarakan dengan skala lebih kecil, semangat magis yang dirasakan pada 29-30 November 2025 di Taman Kota GBK, Jakarta tak kalah dibanding di Joyland Festival yang lebih besar di tahun-tahun sebelumnya. Mengutip Froyonion, “Dalam bentuk yang lebih kecil, Joyland nggak kehilangan vibes-nya sama sekali.”
Semalam sebelum TV Girl disambut nyanyian kencang penggemar berbagai usia sepanjang penampilan mereka, L’Impératrice memukau penonton dengan pertunjukan rapi yang memadukan koreografi, lagu “”Aerodynamic” milik Daft Punk lengkap dengan tapping gitar, dan serangkaian lagu hit multi-bahasa milik sekstet disco pop asal Perancis tersebut termasuk “Agitations tropicales”, “Danza Marilù” dan “chrysalis”.
Di samping kedua bintang utama, Joyland Sessions juga menawarkan sederet penampil istimewa, termasuk The Pains of Being Pure at Heart yang kembali aktif untuk merayakan ulang tahun ke-15 album perdana grup indie pop asal Amerika Serikat tersebut dengan membawakannya secara utuh; grup folk rock veteran asal A.S., Bright Eyes, yang mempersembahkan musikalitas berkualitas tinggi sembari tukar-menukar instrumen untuk mengiringi vokalis Conor Oberst yang turun ke barikade penonton sambil menyanyikan lagu-lagu klasik “First Day of My Life” and “Four Winds” di samping materi baru mereka “Shell Games” dan “One for You, One for Me”; artis hip-hop berdarah Sudan-Amerika, Oddisee, yang mengusung rima yang sangar dengan bantuan band pengiring andalannya, Good Compny; Soccer Mommy yang memicu katarsis lewat lagu-lagu indie rock miliknya seperti “Lost” dan “Your Dog”; dan Luna Li, musisi asal Kanada yang memainkan gitar dan biola secara bergantian pada lagu-lagunya yang menenangkan. “Saya akan mengenang malam ini selamanya,” tulis Luna Li di Instagram.
Joyland Sessions juga mendapat kehormatan mempersembahkan penampilan pertama di Indonesia oleh Galdive. Duo R&B lokal yang sudah beberapa kali tur di mancanegara membawakan sejumlah lagu dari Blue, album kedua mereka yang dirilis belum lama ini, serta lagu hit viral “Teach me How to Love”. Para penampil Indonesia lainnya adalah wajah-wajah yang familier, di mana Bernadya, The Cottons, Bank, Thee Marloes, Reality Club dan Ali semua membawakan materi baru yang mereka ciptakan sejak penampilan sebelumnya di Joyland. Sementara itu, Jirapah bernostalgia dengan memainkan lagu-lagu dari album Planetarium yang dirilis sekitar debut mereka di Joyland pada tahun 2019.
Tak ketinggalan juga area White Peacock yang tetap menjadi salah satu atraksi utama dari pengalaman Joyland dengan menawarkan berbagai aktivitas kreatif, tempat tidur gantung pada pepohonan yang memungkinkan beristirahat sambil menikmati lagu-lagu pilihan DJ, serta panggung open mic yang menghadirkan penampilan kejutan oleh Kip Berman dari The Pains of Being Pure at Heart.
Singkat kata, Joyland Sessions tetap mampu menghadirkan semangat besar walau beroperasi di ruang yang lebih kecil, sekaligus menjadi momen yang pas bagi Plainsong Live untuk menutup tahun sebelum mengawali kegiatan di 2026 dengan konser Sunset Rollercoaster di Hall Basket GBK pada 7 Maret. “Kami sangat senang Joyland Sessions telah tuntas dengan lancar meskipun ada penyesuaian skala. Lokasi memegang posisi kunci untuk keberlangsungan semangat Joyland dan merupakan keputusan tepat untuk mengadakan Joyland Sessions di Taman Kota GBK,” kata Ferry Dermawan, Program Director Joyland Sessions. “Plainsong Live berterima kasih yang sebesar-besarnya untuk kepercayaan dan dukungan kawan-kawan, rekan kerja, pengisi acara, UMKM dan penyedia jasa Joyland Sessions.
Sampai jumpa di 2026!”
(SPR)

