South Jakarta – Dua produser populer Tanah Air; Whisnu Santika dan Rey Putra berkolaborasi dengan singer-songwriter Cosmo Kent–yang dikenal juga sebagai Prince Husein, merilis single “I’ll Be Yours” hari ini (10/12). Dirilis lewat label independen WSM yang menjadi rumah bagi rilisan-rilisan Whisnu Santika, lagu ini menyajikan warna dance pop yang kental, ramah telinga, dengan groove asyik buat dibawa dance.
Lirik “I’ll Be Yours” ditulis oleh Cosmo Kent dengan warna emosional yang kuat, menyiratkan keputusasaan sekaligus keikhlasan dari dua orang yang pernah saling mencintai namun telah berpisah. Bagi Whisnu Santika, “Dia (Cosmo Kent) punya diksi yang benar-benar dipilih saat menulis lirik.” Kisah personal Whisnu Santika di lagu ini dapat bergulir sempurna melalui keahlian Cosmo Kent meramu kata-kata.
Proses dibangunnya “I’ll Be Yours” diawali dari Whisnu Santika yang membuat beats dasarnya, kemudian, Rey Putra menuturkan, “[Demonya] siap ‘diisi’ untuk disempurnakan. Di situlah porsi saya. Lalu kami serahkan ke Prince [Cosmo Kent] untuk dibikin liriknya, sesuai arahan Mas Whisnu.” Sementara, Cosmo Kent sempat khawatir kalau ketiganya tidak bisa menemukan titik tengah yang menyatukan gaya masing-masing. Namun mereka berhasil menemukan jalannya saat arahannya semakin jelas. “Gue rasa, kami berhasil menemukan representasi warna terbaik yang menggambarkan kami semua,” ujar Cosmo Kent.
“I’ll Be Yours” menandai langkah awal Prince Husein dengan persona musikalnya yang baru: Cosmo Kent. Bagi Prince, konsep Cosmo Kent sudah lama dibuat. “Alter ego ini jadi jawaban yang tepat buat gue. Di mana gue bisa kembali berkarya di warna musik yang pernah gue tekuni sebelumnya,” jelasnya.
Rey Putra mendeskripsikan, “Kami membuat lagu ini seringan mungkin untuk ukuran dance music dengan harapan agar lagunya mudah diterima oleh masyarakat Indonesia.” Cosmo Kent menambahkan kalau audience bisa menemukan elemen baru di dalamnya karena mixture yang mereka lakukan di lagu ini mungkin belum didengar sebelumnya.
Lagu “I’ll Be Yours” sudah dapat diakses di berbagai layanan streaming.

Tentang Whisnu Santika
Berkat gerakan Indo Bounce yang dipelopori dan dipopulerkan olehnya, Whisnu Santika mendapat tempat terpenting di ranah EDM global. Lagu-lagunya adalah anthem berbagai party Tanah Air, dengan pencapaian yang tak main-main di berbagai platform. Sejak tahun 2019, Whisnu Santika sudah merilis berbagai original tracks dan edits untuk lantai dansa. Nomor seperti “Cartel”, “Tequila”, “Sahara”, dan lainnya mengukuhkan posisi Whisnu Santika sebagai produser dan DJ teratas Indonesia saat ini. Total 202 juta streams di Spotify, 196 juta views di YouTube, sampai 17,5 juta plays di Soundcloud menandakan bahwa karyanya dapat berbicara pada lebih dari club dan lantai dansa.
Belum lagi aksinya di kancah internasional; di tahun 2023 saja, 80% tiket panggungnya ludes di Indonesia. Tak lupa festival kelas dunia yang pernah dia sambangi seperti Tomorrowland Belgium 2024, Siam Songkran Bangkok 2024, dan Amsterdam Dance Event 2024.
Tentang Rey Putra
Produser asal Surabaya, Rey Putra, adalah orang di balik layar untuk proyek-proyek internasional bersama para legenda hidup EDM; Alan Walker,, Steve Aoki, Nicky Romero, dan Cash Cash. Rey juga sempat didaulat untuk memproduksi anthem 2018 Asian Para Games, sehingga memapankan posisinya sebagai produser terpenting yang dimiliki Indonesia masa kini.
Prestasinya pun tak main-main. Rey pernah memenangkan Mandiri PRI 2017 dan KFC Heading to the Top, juga pernah menjadi finalis pada gelaran ICEPERIENCE, EMPC, dan masih banyak lagi.
Tentang Cosmo Kent
Cosmo Kent adalah persona musikal dari Prince Husein yang sebelumnya populer lewat lagu “Sweet Scar” dan “Walau Berantakan”. Sebagai Cosmo Kent, Prince berusaha keluar dari zona nyamannya ke arah yang lebih edgy dengan storytelling visual yang lebih kuat. Di sini, dia mengeksplorasi sisi artistik yang lebih tegas
dan futuristik, dengan menggabungkan elemen pop dan elektronik lewat vibe yang eksperimental.
Kolaborasi bersama Whisnu Santika dan Rey Putra menandakan langkah awal Prince sebagai Cosmo Kent di mana vokal dan penulisan liriknya berpadu dengan produksi elektronik khas Whisnu Santika untuk menghasilkan karya yang berbeda dan tetap menarik.
(SPR)

