South Jakarta – Guernica Club merilis single terbaru berjudul “Curtains”, sebuah kolaborasi bersama Merdi Simanjuntak, musisi yang dikenal sebagai DJ sekaligus co-founder Diskoria dan anggota band Showbiz. Lagu ini diproduseri oleh Joseph Saryuf dan menghadirkan pendekatan musikal yang atmosferik, intim, serta reflektif.
“Curtains” mengangkat tema pencarian cahaya di tengah rasa kehilangan arah dan ketidakpastian. Liriknya menggunakan metafora cahaya, bayangan, dan tirai untuk menggambarkan kondisi emosional seseorang yang berada di ambang menghilang, namun masih berusaha bertahan. Kalimat “Don’t let me disappear again” menjadi benang merah lagu ini—sebuah permohonan untuk tetap dilihat dan dipahami.
“‘Curtains’ adalah lagu tentang momen ruang jujur untuk kerentanan dan pencarian diri ketika seseorang hampir menghilang, namun masih berusaha menemukan cahaya kecil yang membuatnya bertahan.” ungkap Guernica Club.

Kolaborasi dengan Merdi menghadirkan karakter vokal yang lembut namun emosional, berpadu dengan produksi Joseph Saryuf yang sinematis dan detail. Lapisan synth yang melankolis serta dinamika aransemen yang tenang menciptakan ruang kontemplatif, memperkuat nuansa personal yang ditawarkan lagu ini.
“Bagi saya, ‘Curtains’ berbicara tentang perasaan rapuh yang sering tidak terucap—tentang berada di antara ingin dilihat dan takut untuk benar-benar terlihat,” ujar Merdi.
Selain versi utama yang dirilis sebagai penutup tahun, “Curtains” juga akan hadir dalam dua versi tambahan. Versi remix oleh Showbiz dijadwalkan meluncur pada 9 Januari 2026, menawarkan interpretasi baru dengan pendekatan sonik yang berbeda. Sementara itu, versi instrumental akan menyusul pada 16 Januari 2026, memberi ruang bagi pendengar untuk meresapi atmosfer dan emosi lagu secara lebih mendalam.
“Bagi Guernica Club, “Curtains” menandai kelanjutan eksplorasi mereka terhadap sisi musik yang lebih jujur dan intim. Lagu ini bukan tentang pembuktian, melainkan tentang kehadiran—tentang menerima kerentanan sebagai bagian dari perjalanan kreatif dan emosional.
Single “Curtains” kini telah tersedia di berbagai platform streaming digital.

Tentang Guernica Club
Guernica Club adalah band asal Jakarta yang terbentuk pada tahun 2019 dari sekelompok musisi dengan latar belakang kehidupan masa kecil yang tidak terduga, namun disatukan oleh kecintaan pada musik. Dengan pengaruh besar dari nuansa disco funk 80-an, electro-pop, dan irama dansa klasik, Guernica Club tumbuh menjadi wadah kreativitas di mana nostalgia bertemu dengan semangat modernitas.
Sejak awal, Guernica Club dikenal sebagai sekumpulan “geeks” musik funk dan pop elektronik yang gemar mengeksplorasi warna bunyi dan menggabungkannya ke dalam karya yang segar. Identitas musikal mereka terbentuk melalui perpaduan synth bernuansa melankolis, riff gitar dengan sentuhan surf-rock, hingga vokal Kenisa yang lembut namun penuh karakter. Semua elemen itu menyatu untuk menciptakan atmosfer yang intim sekaligus luas, rapuh namun tetap penuh keberanian.
Dengan karya-karya seperti “IAMWHOIAM” yang menjadi penanda kembalinya mereka ke ranah musik indie-pop, hingga rilisan terbaru “Givemeall” yang menyentuh sisi emosional lebih dalam, Guernica Club menegaskan dirinya sebagai band yang tidak sekadar menghadirkan musik untuk didengar, tetapi juga pengalaman untuk dirasakan. Perjalanan mereka bukan tentang mencari sorotan, melainkan tentang hadir sepenuhnya dengan jujur dan tanpa kompromi—menawarkan suara yang otentik, membumi, dan beresonansi dengan pendengar dari berbagai latar belakang.
Guernica Club terus bergerak maju, membuktikan bahwa perubahan bukan hanya mungkin, tetapi sudah menjadi bagian dari DNA mereka. Dengan menggabungkan warisan musik masa lalu dengan visi kreatif masa kini, mereka menghadirkan karya yang segar, emosional, dan relevan, menjadikan Guernica Club salah satu band yang patut diperhatikan dalam lanskap musik independen Indonesia.
(SPR)

