South Jakarta – Dunia musik internasional kembali berduka. Penyanyi dan penulis lagu, Neil Sedaka, meninggal dunia pada 27 Maret 2026 di usia 86 tahun. Kabar duka cita tersebut disampaikan piha keluarga dalam sebuah pernyantaan,
“Keluarga kami sangat terpukul atas kepergian mendadak suami, ayah, dan kakek tercinta kami, Neil Sedaka. Seorang legenda rock and roll sejati, inspirasi bagi jutaan orang, tetapi yang terpenting, setidaknya bagi kami yang cukup beruntung mengenalnya, seorang manusia luar biasa yang akan sangat dirindukan.”
Neil Sedaka dilahirkan di Brooklyn, New York, Amerika Serikat. Memulai karier musiknya pada tahun 1957, ia menjual jutaan rekaman di seluruh dunia dan menulis atau ikut menulis lebih dari 500 lagu untuk dirinya sendiri dan artis lain, sebagian besar berkolaborasi dengan penulis lirik Howard Greenfield dan Phil Cody.
Setelah masa singkat sebagai anggota pendiri grup beraliran doo-wop, The Tokens, Sedaka meraih serangkaian single hit selama akhir tahun 1950-an dan awal 1960-an, termasuk “Oh! Carol” (1959), “Calendar Girl” (1960), “Happy Birthday Sweet Sixteen” (1961), dan “Breaking Up Is Hard to Do” (1962). Popularitasnya menurun pada pertengahan tahun 1960-an, tetapi bangkit kembali pada pertengahan tahun 1970-an, diperkuat oleh lagu-lagu hit nomor satu di US Billboard Hot 100 pada tahun 1975, “Laughter in the Rain” dan “Bad Blood”. Sedaka mempertahankan karier yang sukses sebagai penulis lagu, menciptakan lagu-lagu hit untuk artis lain termasuk “Stupid Cupid” (Connie Francis), “(Is This the Way to) Amarillo” (Tony Christie), dan “Love Will Keep Us Together” (Captain & Tennille). Ia dilantik ke dalam Songwriters Hall of Fame pada tahun 1983 dan terus tampil, menggelar konser mini di media sosial selama pandemi COVID-19.

