South Jakarta – Band asal Toronto, Good Kid, resmi merilis album debut mereka yang telah lama dinantikan, ‘Can We Hang Out Sometime?’, yang diproduksi bersama peraih GRAMMY Award, John Congleton (St. Vincent, Wallows, Lana Del Rey). Album ini menandai eksplorasi baru dalam warna musik mereka, tanpa meninggalkan hook enerjik dan riff khas yang selama ini menjadi identitas mereka.
Tema koneksi menjadi benang merah dalam 10 lagu di ‘Can We Hang Out Sometime?’ bercerita dari pentingnya sebuah hubungan, dan segela kerentanannya, hingga pencarian diri sendiri di tengah rasa ketidakpastian. Dari nuansa bittersweet di single sebelumnya, “Wall” hingga kehangatan lembut “Coffee”, album ini hadir sebagai bentuk refleksi sekaligus penghormatan terhadap relasi kita dengan teman, pasangan, dunia di sekitar, hingga diri sendiri.
Dalam proses kreatifnya, Good Kid juga mendorong diri mereka untuk tampil lebih terbuka secara emosional. “Album ini adalah karya kami yang paling jujur dan tanpa adanya filter,” ungkap mereka. “Ada banyak elemen di dalamnya yang sulit untuk direplikasi, baik dari segi sound maupun proses. Mulai dari solo gitar yang nyaris mustahil dimainkan ulang, hingga pertama kalinya Nick benar-benar berteriak dalam vokalnya.”

Sepanjang album, eksplorasi tersebut hadir dalam cerita tentang pertemanan yang renggang, sinyal yang terlewat, hingga usaha kecil yang dibutuhkan untuk tetap hadir satu sama lain. “Album ini tentang menerima bahwa hidup tidak selalu mudah, tapi tetap memilih untuk bersama teman-teman agar semuanya terasa lebih ringan,” ujar vokalis Nick Frosst. Ketegangan antara kedekatan dan jarak hubungan itu terasa di berbagai lagu, mulai dari energi grunge dalam “Eastside” yang mengangkat luka lama, hingga nuansa haunting di “Rift” dengan obsesi yang mendalam. “Cicada” menggali perasaan tidak cukup dan keinginan yang rumit, sementara “Tea Leaves” merefleksikan siklus perpisahan yang berulang.
Di pusat album, “Ginger Lemonade” hadir sebagai surat cinta yang tulus untuk hubungan kreatif di dalam band itu sendiri sekaligus sebuah pengingat bahwa keluarga yang dipilih dapat bertahan di tengah ketidakpastian. “Secara sonik, album ini adalah eksplorasi kami terhadap emosi yang paling visceral,” ujar gitaris David Wood. Semangat kebersamaan ini juga tercermin dalam cara mereka menciptakan musik. “Kalau kami bisa menulis lagu-lagu ini sendiri-sendiri, mungkin kami sudah melakukannya,” tambah gitaris Jacob Kereliuk. “Tapi alasan kami berada dalam sebuah band adalah kebersamaan itu sendiri. Kami saling membutuhkan untuk mengembangkan ide-ide ini bersama.”
Rangkaian rilisan menuju album ini juga berhasil membangun momentum yang kuat. Single terbaru mereka, “Cicada”, telah meraih lebih dari 5 juta streams di berbagai platform, mendorong Good Kid melampaui 3,45 juta pendengar bulanan serta mengumpulkan lebih dari 800 juta total streams di seluruh katalog mereka hingga saat ini.
Akhir tahun lalu, Good Kid juga tampil di ajang The Streamer Awards di Los Angeles, menempatkan mereka di antara deretan performer sebelumnya yang juga dikenal sebagai disruptor di era digital seperti Ty Dolla $ign, Bella Poarch, Yung Gravy, dan BBNO$. Penampilan mereka di acara tersebut semakin memperkuat posisi Good Kid di tengah lanskap musik yang terus berkembang.
Menggabungkan riff enerjik ala J-rock, spontanitas indie rock, serta sentuhan raw dari pop-punk, Good Kid dalam beberapa tahun terakhir secara konsisten membangun identitas mereka melampaui jalur band pada umumnya. Sebagai band independen, mereka berhasil membentuk komunitas penggemar yang sangat aktif dan loyal, sekaligus dikenal sebagai salah satu proyek musik gitar modern yang paling ramah terhadap kreator.
Dengan menjadikan seluruh katalog musik mereka bebas Content ID dan DMCA, Good Kid memberi ruang bagi para kreator di platform seperti Twitch, YouTube, dan lainnya untuk menggunakan lagu mereka tanpa khawatir akan penghapusan konten. Pendekatan ini memungkinkan musik mereka berkembang secara organik, hadir di berbagai konten mulai dari streaming game hingga animasi dan komunitas online.
.

Tracklist
01. Rift
02. Eastside
03. Coffee
04. Cicada
05. Tea Leaves
06. Alone With Me
07. Ghost Keeper
08. Tornado
09. Wall
10. Ginger Lemonade
(SPR)

