South Jakarta – Masih dalam momen selebrasi memasuki lebih dari lima dekade perjalanan karir, Sawung Jabo dan Sirkus Barock merilis bagian kedua dari proyek panjang live album mereka yang sudah sangat dinanti-nantikan, “Kalau Batas Tak Lagi Jelas: The Live Album, Part 2”.
Singkat cerita album ini adalah lanjutan dari album sebelumnya (“Mengejar Bayangan Menangkap Angin: The Live Album”) yang menjadi pelengkap kesatuan body of work yang mengusung konsep live recording dan direkam di Studio Kuaetnika, Yogyakarta. Berisikan materi lagu-lagu karya Sawung Jabo yang dipilih secara selektif oleh Jabo sendiri dan dihadirkan dalam balutan aransemen live terbaru.
Lagu “Penjelajah Alam” dipilih menjadi single utama dalam live album ini. Sebuah lagu yang terinspirasi dari kisah Sawung Jabo pada pertengahan tahun 70-an di mana ia sering menyalurkan hobinya untuk mendaki gunung. Lagu ini menggambarkan perjalanan fisik sekaligus spiritual seorang manusia yang menyatu dengan alam dan Tuhan-nya. Bernuansa seperti lagu religi yang dibalut dalam semangat jiwa petualangan sederhana, hangat dan penuh rasa syukur. Lagu “Penjelajah Alam” juga dinobatkan sebagai anthem untuk para pendaki gunung di Indonesia.
Live album ini menjadi babak baru dari perjalanan panjang karir Jabo dalam meramu musik, puisi dan sikap hidup yang menjadi satu kesatuan ekspresi yang jujur dan bebas. Sebuah karya yang tak hanya berbicara pada telinga, tapi juga menyentuh ruang di dalam hati pendengarnya

Tentang Sawung Jabo
Di tengah hingar bingar dunia musik modern, nama Sawung Jabo masih terus menggema sebagai ikon perlawanan, seniman jalanan yang berani menyuarakan isu-isu penting di Indonesia. Dengan perjalanan karir yang memasuki usia lima dekade, Jabo bukan hanya musisi, melainkan juga sebagai seorang penyair, aktor dan pejuang kebudayaan yang setia mengusung suara rakyat kecil lewat irama dan kata.
Terlahir dengan nama Mochamad Djohansyah pada tanggal 4 Mei 1951 di Surabaya, Sawung Jabo yang kerap disapa dengan panggilan akrab Cak Jabo dikenal juga dengan konsepnya yang menggabungkan elemen musik barat dan timur, khususnya nusantara. Jabo sangat produktif dan banyak melahirkan karya seni atau terlibat dengan para seniman dari bermacam daerah seperti Surabaya, Yogyakarta, Solo, Bandung, Sidoarjo, Jember, bahkan sampai Sydney, Australia tempat ia menetap sewaktu-waktu bersama istri (Suzan Piper) dan anak cucunya.
Sawung Jabo paling dikenal melalui keterlibatannya dalam grup musik Swami dan Kantata Takwa bersama musisi-musisi kenamaan Indonesia lainnya pada akhir tahun 80-an dan tahun 90-an seperti Iwan Fals, Yockie Suryoprayogo dan Setiawan Djody.
Tentang Sirkus Barock
Sirkus Barock adalah sebuah kelompok musik yang dibentuk oleh Sawung Jabo pada tahun 1976. Kelompok ini terkenal karena keunikan konsep teatrikalnya yang kerap mengemas berbagai unsur seni seperti musik, puisi, teater dalam setiap pementasannya.
Gaya bermusik Sirkus Barock juga sangat khas, memadukan unsur rock, etnik atau tradisional Indonesia dan dipadankan dengan lirik-lirik puitis yang sarat makna, seringkali menyuarakan kritik terhadap ketidakadilan sosial dan isu-isu kemanusiaan.
Secara keseluruhan, Sirkus Barock dianggap sebagai salah satu kelompok seni yang berpengaruh dalam perkembangan musik dan seni pertunjukan alternatif di Indonesia.
Tentang Album “Kalau Batas Tak Lagi Jelas”
Saat menemui Sawung Jabo dan rekan-rekan Sirkus Barock di Yogyakarta, tim Musica Klasik merangkum beberapa pertanyaan di antaranya:
Bagaimana awal mula terbentuknya project live album ini?
Suzan Piper: “Sebelumnya kami ingin berterima kasih kepada Musica Studio’s karena kita sudah menjalin hubungan sejak tahun 2022 dan saya mempunyai cita-cita ingin sekali menghadirkan kembali lagu-lagu lama Sawung Jabo dan Sirkus Barock yang dikemas dalam versi yang lebih fresh. Setelah melalui proses dan pemikiran yang cukup matang, akhirnya project ini dapat diwujudkan.”
Apa yang membuat project kali ini berbeda dengan project album sebelumnya?
Fitri Kenari (selaku project manager): “Project rekaman kali ini berbeda karena semuanya di-cover dengan live recording, jadi kami menyikapinya seperti live performance di mana kami membuat paket lengkap seperti ada workshop, bedah lagu, bedah lirik, serta semua musisi yang terlibat dalam project ini wajib mengikuti semua prosesnya. Semua musisi harus memahami isi dan konteks lagu yang ditulis oleh Cak Jabo.”
Seperti apa proses menentukan lagu-lagu untuk live album ini?
Sawung Jabo: “Proses pemilihan lagu-lagu dalam project ini sangat selektif, banyak sekali terjadi gonta-ganti lagu. Saya pilih lagu-lagu untuk album ini bukan karena lagu tersebut hanya sekedar enak didengar saja, tapi lagu itu harus sarat akan makna, bagaimana cara untuk menyikapi kehidupan. Serta memiliki tema yang universal jadi bisa didengarkan oleh beragam usia.”
Apa harapan melalui perilisan live album ini?
Sawung Jabo: “Harapan saya semoga album ini dapat disambut dan diterima dengan baik karena di setiap lagunya saya berusaha memberi yang terbaik dari apa yang saya punya. Saya juga meyakini bahwa setiap karya itu punya nasib dan rezekinya sendiri-sendiri.”
Toto Tewel: “Semoga dengan kerja sama yang terjalin baik bersama Musica Studio’s dapat memperkenalkan Sirkus Barock ke generasi sekarang dan mendatang. Mudah-mudahan dapat memperkenalkan juga bahwa ada jenis musik eksperimental seperti yang dibawakan oleh Sirkus Barock ini di Indonesia dan album ini bisa diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia.”

Tracklist:
Hiooo
Bicaralah Dengan Cinta
Penjelajah Alam
Senandung Anak Wayang
Di HatiMu Aku Berlindung
Kalau Batas Tak Lagi Jelas
Begitu Juga Aku Membutuhkanmu
Memasuki Lorong Sunyi
Bukan Debu Jalanan
Burung Putih
Semua lagu di atas adalah ciptaan dari Sawung Jabo. Kecuali track 10 “Burung Putih” diciptakan bersama Innisisri.
“Kalau Batas Tak Lagi Jelas: The Live Album, Part 2” dirilis pada tanggal 13 Maret 2026 dan bisa didengarkan di semua platform musik digital seperti Spotify, Langit Musik, Apple Music dan Youtube Music.
Didukung juga dengan official video lyric dari lagu “Penjelajah Alam” yang dapat disaksikan di YouTube Channel Musica Klasik.
“Kalau Batas Tak Lagi Jelas”
Sawung Jabo & Sirkus Barock
Kalau Batas Tak Lagi Jelas: The Live Album, Part 2
Courtesy of Musica Studio’s
Executive Producer: Indrawati Widjaja
Album Credits
Vocals, Acoustic Guitar: Sawung Jabo
Lead Guitar: Toto Tewel
Acoustic Guitar, Electric Guitar: Ruben Kayon
Percussion, Vocals: Denny Dumbo
Drums, Vocals: Endy Baroque
Bass, Vocals: Sinung Garjito
Violin, Vocals: Ucok Hutabarat
Keyboards: Sabar Hutapea
Vocals: Bonita
Vocals: Sariyem
Vocals: Alfred Mailoa
Backing Vocals: Suzan Piper, Giana Sudaryono, dkk
(Para Vokalis dan Musisi Sirkus Barock)
Featuring:
Acoustic Guitar, Vocals: Sri Krishna
Acoustic Guitar: Pram Jasmine
Bass: Yabes Yuniawan
Cello: Wawan Cello
String Ensemble
Music Director: Denny Dumbo
Mixing & Mastering: Bayu Randu
Project Manager: Fitri Kenari
Recording Studio: Kuaetnika Studio (Yogyakarta),
Gono Art
Studio & Joglo Jago (Yogyakarta)
Publisher: Musica Publiser Indonesia
Label & Distribution: Musica Studio’s
(SPR)

