South Jakarta – Record Store Day kembali hadir sebagai perayaan tahunan yang selalu ditunggu oleh para pecinta musik di seluruh dunia, khususnya mereka yang masih menikmati rilisan fisik. Sejak pertama kali diinisiasi oleh Michael Kurtz dan Carrie Colliton di Amerika Serikat tahun 2007, Record Store Day menjadi momentum untuk merayakan keberadaan toko rilisan fisik independen sekaligus menjaga ekosistem musik fisik agar tetap hidup di tengah perkembangan digital.
Di Indonesia, perayaan Record Store Day tahun ini tetap berpegang pada esensinya, seperti yang telah dijalankan di tahun-tahun sebelumnya, dirayakan langsung di toko-toko rilisan fisik yang tersebar di berbagai kota. Setiap toko yang berpartisipasi akan menghadirkan rilisan eksklusif Record Store Day Indonesia, serta berbagai aktivitas spesial yang bisa dinikmati langsung oleh para pengunjung.
Perayaan Record Store Day di Indonesia sendiri memiliki perjalanan panjang. Dimulai dari skala kecil di beberapa record store seperti Monka Magic (Aksara Kemang) pada 2012–2013 dan Heyfolks! di 2014, hingga kemudian berkembang menjadi format bazaar besar dalam beberapa tahun terakhir. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, semangat awal Record Store Day kembali dihidupkan dengan mengembalikan perayaan ini ke toko-toko rilisan fisik sebagai pusatnya.


“Setiap tahunnya, kami ingin terus menjaga esensi Record Store Day sebagai perayaan yang lekat dengan Record Store itu sendiri. Bukan hanya soal rilisan eksklusif, tapi juga pengalaman datang langsung ke toko, bertemu sesama pecinta musik, dan menikmati proses menemukan musik secara fisik,” ujar Satria Ramadhan, Koordinator RSD di Indonesia.
Record Store Day 2026 akan dirayakan secara serentak di seluruh dunia pada tanggal 18 April 2026, termasuk di berbagai toko rilisan fisik di Indonesia yang telah terdaftar sebagai partisipan resmi. Tahun ini ada 52 Rilisan Lokal yang mendaftarkan sebagai Rilisan Eksklusif Record Store Day Indonesia 2026 ( Daftar rilisan terlampir).
“Antusiasme juga terus meningkat, dengan puluhan toko dari berbagai kota ikut merayakan setiap tahunnya. Harapannya, semakin banyak toko rilisan fisik yang terlibat agar perayaan ini bisa dirasakan lebih luas.” tambahnya.
Sebagai bagian dari rangkaian perayaan, Record Store Day Indonesia juga kembali menghadirkan Record Store Day Indonesia Market x Pop City: Music Edition, yang akan berlangsung pada 25–26 April 2026 secara gratis di MGP Space, SCBD Park, Jakarta. Event ini menjadi ruang berkumpul yang lebih luas bagi pelaku dan penikmat musik, mulai dari record store, komunitas, hingga publik yang ingin merasakan langsung pengalaman crate digging, berburu rilisan, hingga berinteraksi dengan sesama pecinta musik. Dengan campaign “Your Record Journey Starts Here,” Record Store Day Indonesia ingin mengajak lebih banyak orang untuk mulai mengenal dan merasakan kembali pengalaman menikmati musik dalam bentuk fisik. Tidak hanya bagi para kolektor lama, tetapi juga bagi generasi baru yang ingin memulai perjalanannya, dari satu rilisan, satu temuan, hingga akhirnya menjadi bagian dari kultur yang lebih besar.
Melalui rangkaian perayaan ini, Record Store Day Indonesia berharap dapat terus membuka ruang bagi siapa saja untuk datang, mencari, menemukan, dan menjadi bagian dari ekosistem musik fisik yang terus berkembang. Informasi lebih lanjut mengenai daftar toko partisipan, rilisan eksklusif, dan rangkaian acara dapat diakses melalui Instagram resmi Record Store Day Indonesia (@recordstoredayindonesia).
Tentang Record Store Day Indonesia:
Record Store Day Indonesia adalah perayaan global Record Store Day yang bertujuan untuk mendukung toko-toko musik independen serta merayakan budaya rilisan fisik. Sejak hadir di Indonesia pada tahun 2012, acara ini menjadi platform bagi kolektor, musisi, dan komunitas kreatif untuk berkumpul, berbagi kecintaan terhadap musik, dan mendukung ekosistem musik lokal. Dengan menghadirkan rilisan eksklusif, pertunjukan live, serta kolaborasi kreatif,
Record Store Day Indonesia terus menjadi ajang yang dinantikan oleh para penggemar musik di tanah air.
(SPR)

