South Jakarta – Nama Oleg Sanchabakhtiar sangat dikenal di kalangan para pembuat video musik di tanah air. Pria kelahiran Jakarta, 27 Mei 1971 ini telah membuat membuat banyak Music Video (MV) dari banyak solois dan band ternama mulai dari NOAH, Dewa 19, KLA Project, Cokelat dan banyak lagi sejak awal tahun 1990-an. Sejumlah penghargaan bergengsi juga telah diraih selama perjalanan karirnya.
Sejumlah penghargaan tersebut diantaranya 2 World Record kategori Pagelaran dan Dokumentasi Musik di tahun 2013, 6 Record Nasional MURI dan LPI sejak tahun 2011, sekitar 100 Awards dari MTV Asia, Malaysia Awards dan Video Music Awards (VMI) sejak tahun 1997.
Kini di tahun 2026, Oleg Sanchabakhtiar menginisiasi sebuah ajang penghargaan untuk para insan yang berkecimpung di pembuatan Music Video (MV) yang dikenal dengan video klip. Ajang penghargaan yang diberi nama Indonesian Music Video Awards telah dibuka secara resmi pada awal tahun 2026 dan menjadi edisi perdana.
Indonesian Music Video Music Awards membuka ruang kolaborasi antara kreator muda, lembaga pendidikan, pemerintah, industri musik, dan komunitas kreatif untuk membangun masa depan industri video musik Indonesia yang inklusif dan berdaya saing global. Adapun sistem dalam ajang ini adalah semua boleh mengikuti tanpa dipungut biaya dan cukup mengisi form https://www.indonesianmusicvideoawards.com/Competition-ENTRY-REGISTRATION/. Video yang boleh mengikuti ajang ini adalah video musik yang dirilis sejak tahun 2002 dan sesudahnya. Nantinya setiap bulan akan diumumkan pemenang untuk mendapatkan serifikat penghargaan dan puncaknya akan memperebutkan piala Swaradisya.
Ditemui di bilangan Ampera, Jakarta Selatan pada hari Kamis (23/4), Oleg Sanchabakhtiar menjelaskan tentang Indonesia Music Video Awards, “Itu sebuah penghargaan bersama dengan format edutainment. Jadi memvisualkan musik, penulis musik untuk divisualisasikan, baik dibuat sendiri atau pihak lain. Syaratnya sudah tayang di YouTube dan dibagikan link-nya. Mengenai kategori dan referensi dasar penilaian lengkap bisa dilihat di website www.indonesianmusicvideoawards.com. ”
Lebih lanjut, Oleg Sanchabakhtiar menjelaskan siapa saja yang boleh mengikuti ajang ini, “Siapapun boleh ikut, dari materi yang pernah upload di YouTube dari materi tahun 2002 sampai besok-besok. Karena dinilai tiap bulan. Ada 30 kolom yang diisi. Januari sudah dimulai dan sudah diumumkan pemenangnya di Februari.”

Dalam hal penjurian di ajang ini, Oleg Sanchabakhtiar juga berdiskusi dengan beberapa sutradara Music Video, “Untuk lahirnya ini, kita ngobrol, bisa dilihat VT -VT mendukung. Ada Rizal Mantovani, Richard Buntario, ada Upie Guava. Saya ngobrol dengan Jay Subiakto. Ada juga Jose Purnomo. Karena mereka merespon berarti bagus kan. Pemilihan untuk menjadi juri ada syaratnya.”
Oleg Sanchabakhtiar meyakini bahwa musik dan video menjadi satu dalam suatu karya, “Udah jadi satu kesatuan kok. Karena satu aplikasi seperti Spotify, bisa menyaksikan musik video dengan berbayar loh, jadi member. Gak gratis. Tayang di YouTube, banyak subscriber, bisa dapat ad-sence. Jadi musik video itu bagus. Dengan masuk ke sini kan jadi ke publish. Orang lihat kan”.
Harapan Oleg Sanchabakhtiar untuk ajang adalah bisa berkelanjutan. “Ini berjalan berkelanjutan, supaya ada penghargaan bahwa Musik Video sebuah produk yang berkelembagaan. Kan ada sekolahnya. Ada DKV.itu. Di kita ada sertifikat. Ini suatu peluang untuk semua.”

