June 11, 2026
Image default
Hot Releases

Magnesence Memotret Ambisi Kaum Urban Lewat Single “Moving On”

South Jakarta – Band dari Jakarta, Magnesence, merilis single terbarunya yang berjudul “Moving On” pada 5 Juni 2026. Sekilas seperti judul klise putus cinta, namun sebenarnya menceritakan ambisi kaum urban di tengah hiruk pikuk kota.

Bayangkan bangun pagi dengan kepala penuh target, berangkat dengan harapan, dan pulang dengan serokan tenaga terakhir. Semuanya demi mimpi yang belum tahu kapan akan tercapai. Ambisi itu mahal di kota besar. Ia dibayar dengan waktu, tenaga, bahkan jati diri.

Magnesence ingin menceritakan nilai ini. Moving On adalah lagu tentang fase terus berlari di antara mimpi yang ingin diraih dan diri yang lelah berkepanjangan, tapi tetap memilih berjuang.

“Moving On adalah lagu bersemangat tentang pekerja muda yang mengejar laju kehidupan kota besar. Kami ingin memotret urban ambition: tuntutan dan tekanan yang dialami saat merintis karier, sekaligus mimpi yang begitu besar sehingga membuat mereka terus melaju dalam tekanan. Kami harap, lagu ini bisa menjadi anthem yang relate bagi banyak orang,” ungkap bassis Magnesence, Rio.

Lagu dibuka dengan masuknya semua instrumen dalam ledakan irama pop-rock. Dentuman bass berdistorsi tipis dan bulatnya sound drum. bersatu membentuk fondasi solid, memberi pijakan yang kuat bagi eksplorasi instrumen lain. Riff pendek dari gitar elektrik yang berulang menjadi motif pemberi identitas bagi ,,””Moving On”. Gitar akustik di-mix sedemikian rupa agar tetap ditemukan di antara riuhnya distorsi dan nyaringnya simbal. Memasuki verse, bass drum four-on-the-floor mendampingi vokal menceritakan ambisi besar dalam perspektif orang pertama: “Eyes on the prize, the Tiger in Me!”.

Paruh kedua “Moving On” ditandai dengan fingerpicking gitar akustik dalam kunci minor. Seksi ini menjadi gerbang menuju perubahan gaya musik ke punk rock yang lebih keras dan gelap. Perubahan musik ini mewakili fase pemuda dan pemudi yang mulai merasakan dampak tekanan amat sangat dari pekerjaan. Babak ini disimbolisasikan vokalis dengan chant “Good is not good enough”. Ketika musik kembali penuh, mood kelabu yang berat telah masuk mengisi ruang sonik yang terbangun. Kondisi yang menggambarkan keadaan stuck berhasil ditembus dengan kebangkitan, digambarkan dengan masuknya chorus yang men-drive semangat berjuang tak terbendung hingga lagu berakhir. Namun, kini ada bekas luka tak tampak dari berbagai perjalanan yang dihadapi.

Magnesence berdiri pada 2012 di Bandung dan sekarang aktif di Jakarta. Kini, digawangi Rio (bass), Ifad, (vokal), Cahyo (gitar elektrik), Reno (gitar akustik), serta Dhika yang masuk sebagai drummer pada akhir 2025 dan semakin melengkapi formasi Magnesence yang membawa semangat energik.

“Moving On” bisa didengarkan di platform streaming musik seperti Spotify, YouTube Music, Apple Music, Deezer, dan masih banyak lagi. Ketik “Magnesence Moving On” di platform favoritmu untuk mendengarkan.

(SPR)

Related posts

Ungu Rilis Versi Baru “Laguku” Bersama Prinsa Mandagie

Qenny Alyano

Allen Ling Rilis Single “Closer” Umumkan Rencana Tur Asia Tenggara

AQK

MALIQ & D’Essentials Rilis Single Terbaru ‘Kita Bikin Romantis’

AQK

Leave a Comment