June 23, 2026
Image default
What's New

Dinda Ghania Rilis “Bad Connection”, Gandeng 2 Musisi Internasional

South Jakarta – Usai merilis single ‘Relung Hati’ bersama Yovie Widianto pada Februari 2026lalu, Dinda Ghania kembali menunjukkan produktivitasnya sebagai solois muda lewat lagu baru berjudul ‘Bad Connection’ yang dirilis pada 22 Juni2026 di seluruh platform musik digital. Bersamaan dengan perilisan lagu tersebut, video klip resmi ‘Bad Connection’ juga tayang pada hari yang sama melalui kanal YouTube Dinda Ghania.

Bukan sekadar menghadirkan lagu baru, Dinda Ghania juga menggandeng dua musisi mancanegara dalam proses kreatif single ini. Lagu ‘Bad Connection’ diproduseri sekaligus diciptakan oleh Josh Cumbee, produser dan komposer asal Amerika Serikat yang dikenal melalui berbagai karya pop internasional.

Portofolio Josh Cumbee pun tak main-main. Ia tercatat pernah menulis dan/atau memproduksi lagu untuk sejumlah nama besar dunia seperti Madonna, Chris Brown, Kygo, Olivia Rodrigo, Sabrina Carpenter, Rita Ora, hingga sederet musisi K-Pop seperti TAEYEON, BoA, dan NCT. Sementara itu, penulisan lirik lagu ‘Bad Connection’ dikerjakan bersama oleh Dinda Ghania dan songwriter asal Malaysia, Gaston Pong.

Secara tematik, ‘Bad Connection’ mengangkat kisah seseorang yang sedang berada dalam fase penyangkalan (denial) ketika hubungan yang
dijalaninya mulai mengalami keretakan. Melalui lagu ini, Dinda Ghania menggambarkan situasi ketika seseorang berusaha meyakinkan dirinya bahwa masalah yang terjadi hanyalah gangguan komunikasi sementara. Padahal, pasangan yang dicintainya perlahan mulai menjauh secara emosional. Perasaan tersebut tergambar melalui lirik seperti “You pick up but never talk” dan “I call your name, I see your face but don’t feel your affection”, yang merepresentasikan kondisi ketika seseorang masih hadir secara fisik, tetapi tidak lagi memberikan kehangatan dan perhatian yang sama.

“Pesan yang ingin aku sampaikan adalah pentingnya kejujuran dalam hubungan. Kalau memang ada masalah atau perasaan yang berubah, lebih baik dibicarakan secara terbuka daripada membiarkan seseorang terus bertanya-tanya dan menyalahkan keadaan,” ujar Dinda Ghania.

Dari sisi musikalitas, ‘Bad Connection’ hadir dalam balutan aransemen modern pop dengan sentuhan dance-pop dan nuansa teen pop yang
ringan serta mudah dinikmati, hasil garapan matang dari Josh Cumbee. Menariknya, Dinda Ghania sengaja menghadirkan kontras antara lirik yang emosional dengan produksi musik yang tetap catchy.

 

Artwork – Dinda Ghania (Bad Connection)

 

Pendekatan tersebut dipilih agar pendengar dapat merasakan emosi yang terkandung dalam lagu tanpa kehilangan unsur hiburan yang membuat lagu ini nyaman didengarkan berulang kali. Pada single ‘Bad Connection’ ini, Dinda Ghania kembali menggunakan lirik berbahasa Inggris, sebagaimana beberapa karya ciptaannya yang pernah ia rilis sebelumnya. Keputusan tersebut lahir dari kebiasaan Dinda yang sejak
kecil banyak mendengarkan musik dari berbagai negara, termasuk karya-karya berbahasa Inggris yang turut membentuk referensi bermusiknya.

“Menurutku, bahasa adalah medium untuk bercerita, dan kadang ada istilah atau emosi yang terasa lebih natural kalau ditulis dalam bahasa
Inggris,” kata Dinda Ghania.

Meski demikian, Dinda menegaskan bahwa dirinya tetap akan terus berkarya dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, menyesuaikan dengan karakter cerita yang ingin dihadirkan pada setiap karya.

“Kebetulan waktu menulis ‘Bad Connection’, aku merasa cerita dan kata yang ada di dalam lagu ini bisa tersampaikan lebih kuat dalam bahasa Inggris. Jadi bukan karena aku lebih memilih satu bahasa dibanding bahasa lainnya, tetapi lebih menyesuaikan bahasa dengan cerita yang ingin aku sampaikan,” ungkapnya.

Dinda Ghania juga dijadwalkan tampil dalam dua festival musik berskala internasional, yakni Prambanan Jazz Festival 2026 di Yogyakarta pada Juli mendatang serta Lalala Fest 2026 di Jakarta yang akan berlangsung pada Agustus 2026. Dalam kedua kesempatan tersebut, Dinda Ghania akan hadir bersama format full band untuk menghadirkan pengalaman pertunjukan yang lebih matang, baik dari sisi vokal, musikalitas, maupun interaksi dengan penonton.

“Di PJF 2026 dan Lalala Fest 2026 nanti, menurutku lagu-laguku akan terasa lebih hidup ketika dibawakan bersama band karena ada chemistry dan feel yang berbeda dibandingkan menggunakan minus one,” kata Dinda Ghania.

Tak hanya itu, Dinda Ghania dan tim musiknya juga tengah menyiapkan sejumlah aransemen khusus agar penampilan di dua panggung festival tersebut menjadi pengalaman yang lebih hidup, menyenangkan, sekaligus berkesan bagi para penonton.

“Harapanku, mereka tidak hanya mendengarkan lagu-laguku, tetapi juga ikut merasakan cerita dan emosi yang ada di balik setiap lagu yang akubawakan di atas panggung,” pungkas Dinda Ghania.

Sekadar diketahui, Dinda Ghania adalah penyanyi dan aktris muda asal Indonesia yang mulai dikenal publik sejak usia belia melalui karya-karya musik pop remaja yang relatable dan mudah diterima generasi muda. Lahir di Jakarta pada 10 November 2009, Dinda Ghania memulai karier profesionalnya sekitar tahun 2020 dan dengan cepat menarik perhatian lewat lagu-lagu yang viral di media sosial, sekaligus menunjukkan konsistensi dalam merilis karya musik setiap tahunnya.

Selain berkarier di dunia tarik suara, Dinda merambah seni peran melalui film Adagium (2023). Kombinasi bakat dan usia mudanya menjadikan Dinda Ghania salah satu talenta Gen Z menjanjikan yang terus berkembang di industri musik dan film Indonesia. Sebagai anak muda bertalenta yang dikenal produktif, sebelum single ‘Bad Connection’, Dinda Ghania telah mempunyai belasan rilisan karya ciptaannya sendiri, sebut saja seperti ‘Unfinished’ (2024), ‘Backseat Memories’ (2025), ‘Here’s To Us’ (2025), dan ‘Never True’ (2025).

Selain itu sejak awal kemunculannya Dinda Ghania juga sempat berkolaborasi membuat single bersama beberapa artis senior, seperti
‘Jangan Pernah Berubah Feat. Melly Goeslaw’ (2025) dan ‘Relung Hati Feat. Yovie Widianto’ (2026). Terbaru, Dinda Ghania menggandeng Ariel Noah untuk membawakan ulang lagu ‘Never True’ dengan versi akustik.

(SPR)

Related posts

Konser My First Story di Jakarta Ditunda Karena Keadaan yang Tidak Terduga

AQK

Wali Rilis “Romantika Badar dan Uhud”, Sebuah Pesan Refleksi Diri

Qenny Alyano

Alexander 23 Kolaborasi Dengan Jeremy Zucker dan Lauv Hadirkan ‘Cozy”

AQK

Leave a Comment