July 2, 2026
Image default
Hot ReleasesWhat's New

DNA, Proyek Musik Mister Aloy & JayJax, Rilis Album ‘OURORA’

South Jakarta – Setelah sukses merilis dan memberikan “kisi-kisi” akan jati diri mereka dalam musik dalam “Love Ya”, “Cowok Red Flag”, dan “Second Choice”, kini DNA (JayJax dan Mister Aloy) siap meriliskan album perdana mereka sebagai duo DJ top Indonesia yang berjudul ‘OURORA’. DNA (Do Not Ask) yang terbentuk pada Januari 2022 sendiri awalnya hanya proyek kolaborasi yang kini resmi menjadi grup musik melahirkan rilisan.

Album ambisius yang berisikan 18 trek ini sejatinya tidak bisa digeneralisir dalam satu genre dimana di dalamnya terdapat unsur yang penggiat kelab malam Indonesia tidak asing,  didominasi dengan dentuman khas Indo Bounce yang telah membesarkan DNA, namun OURORA; juga menampilkan sisi idealis mereka dalam techno, dirty dutch, drum n bass, hingga genre trap. Dalam acara intimate press Conference yang berlangsung pada hari Rabu (1/7) di W Super Club, Jakarta, personil DNA, Mister Aloy, mengungkapkan,

“Dari dulu memang pengen (rilis musik). Tapi baru ada kesempatan untuk buat rilisan yang ‘disengaja’ itu dari 2023 September. Akhirnya kita keluarkan per-Q (quarter) single-single yang akan ada di OURORA; dengan genre yang tidak kita mainkan saat di club. Sengaja kita lakukan ini, karena selain memberitahu dunia ‘ini lho, warna gue’, kita juga mau edukasi fanbase kita tentang arah musik yang akan DNA ambil dengan perilisan OURORA”.

Sejalan penjelasan Mister Aloy, ‘OURORA’ juga merupakan pengalaman visual yang mendukung dari lagu-lagu yang ada di dalamnya. Perjalanan visual yang dimaksud bermula dari ilustrasi album art karya Elsha Graciella yang menggambarkan matahari terbit dengan beberapa key element perpaduan elemen-elemen dunia nyata.

Mister Aloy melanjutkan: “Untuk album art, kita ingin menuangkan cita-cita DNA ke dalamnya. Mulai dari kelompok burung yang terbang menuju cakrawala. DNA ini juga yang aku maksud bukan Mister Aloy dan JayJax saja, tapi seluruh tim yang telah membantu kita dari nol. Album ini adalah jerih payah kerja keras kita semua,”.

Mister Aloy pun menambahkan elemen-elemen lain yang menggambarkan perjalanan karir mereka sebagai DNA; mulai dari metafora hidup ruwet dengan tiang listrik dengan kabel yang berantakan, layangan Bali penanda kejenakaan yang terbang mengikuti mereka, hingga matahari sebagai tujuan akhir ‘menjadi bintang’ yang tetap mawas diri – terbukti dari air tenang yang menjadi cerminan.

‘OURORA’;merupakan proyek ambisius yang berkolaborasi dengan berbagai seniman di dalamnya. JayJax yang juga merupakan DJ dan produser dari DNA dibantu oleh Gamaliel Abram Pradipta dan Alvagracia Immanuel untuk perangkaian trek per trek.

 

Sesi konferensi pers ( foto : istimewa )

 

DNA ( foto : QB )

 

“Merupakan mimpi semua musisi untuk bisa membuat full length album. Sangat senang dengan produk akhir yang kita bawakan ke dunia, dan aku rasa komposisi lagu-lagu yang ada di dalamnya sehat rasionya antar lagu ‘komersil’ dengan idealisme kita berdua sebagai DJ,” jelas JayJax pada kesempatan yang sama.

Album ‘OURORA’; menampilkan 18 lagu dengan durasi putar keseluruhan 1 jam 48 menit.Kata ‘OURORA’ mewakili kebersamaan dan kreativitas Kata “OUR” melambangkan Jayjax dan Mister Aloy. Sementara kata ‘RORA’ terinspirasi dari ‘Aurora”, sebuah fenomena alam yang indah yang bercahaya dan penuh warna di langit malam. Seperti Aurora, album ini menghadirkan banyak warna musik yang dibuat melalui ide, emosi dan eksplorasi kreatif.

Album dibuka dengan ‘Who tf are we”, sejatinya sketsa perkenalan tentang DNA dan ‘siapa mereka’, Mister Aloy dan JayJax berbincang secara kandid tentang diri mereka dan harapan akan masa depan. Selanjutnya, trek orisinil mereka yang berjudul “Quest of The Sea’. lagu trap tradisional yang sejatinya merupakan genre yang memulai karir musik mereka seperti saat merilis “Bass Up” di 2018 silam. Dengan judulnya yang secara harfiah berarti “Pencarian di Lautan” – ini penggambaran duo ini yang “memulai” perjalanan.

Berikutnya, trek transisi secara seamless ke “Two Heads. Lanjutan dari lagu sebelumnya, Two Heads” dipecah menjadi dua bagian dengan dua drop “kencang” dari trap ke techno. Lagu ketiga adalah lagu kolaborasi pertama dengan PARKZ yang berjudul “PAIN”.PARKZ yang sudah lama menjadi tandem DNA sebagai MC dalam performa-performa live, menyumbang suara dalam tiga lagu. Penulisan lirik lagu diambil alih penuh oleh PARKZ, yang memasukan elemen-elemen emo dan punk, genre yang membesarkan dia dan tersirat dalam bungkusan techno.

Setelah melalui lagu-lagu dengan tempo tinggi, DNA melambatkan suasana dengan ‘lOst Together”.  Mister Aloy mengaku ini pertama kalinya dia mencoba menulis lirik dan jadi penulis.

Setelah pendengar termanjakan oleh 2 lagu yang diisi oleh nyanyian, trek ke-6 menampilkan leading single DNA bersama QG dalam _”Cowok Red Flag”, lagu hip-hop yang sarat elemen dangdut bagian instrumentalisasi drop. Mendekati marka “setengah jalan” pengalaman mendengarkan OURORA;, DNA kembali melakukan callback dengan single pertama mereka di tahun lalu dengan “Love Ya’ yang berkolaborasi bersama penyanyi-rapper asal Bandung SYEQY.

Setelah menampilkan SYEQY, trek bertransisi menjadi future house dengan “Second Choice” – lagu future house dengan INDAHKUS. Menandakan setengah jala, musik bertransisi ke sketsa mereka selanjutnya dalam voy pa’ alla.Lagu ke-10 dari ,’OURORA’, berganti tempo dengan dentuman yang “build up”-nya modern dengan nyanyian yang kemudian drop dengan big room euro. Berikutnya, PARKZ kembali memanjakan pendengar dengan hook catchy di lagu “Pop It”. Mensinyalir bahwa album telah mendekati penghujung, OURORA; menampilkan sketsa terakhir mereka dengan “Ogoh-ogoh”.

Setelah mendengarkan sketsa terakhir mereka dari album, tetiba pendengar menemukan salah satu hidden gem dalam ‘Don’t Talk To Me”,  penampilan vocal full song pertama Mister Aloy dalam karir. Lagu yang banyak dipengaruhi dentuman-dentuman dan ayunan khas lagu-lagu club dari tahun 200an, “Don’t Talk To Me’ lebih banyak menggunakan instrumen-instrumen synth dan permainan bass yang apik untuk mendukung hook yang dibawakan.

Walau sketsa-sketsa dan audio bite sudah selesai, tapi Mister Aloy kembali berbicara dengan kita setelah lagu “Arcapada’ dengan monolog introspektif di “Chaotic Silence”. Menuju dua lagu penghujung, PARKZ menyambangi kolaborasi dengan ketiganya dengan lagu drum n bass di “Feel It Comin”. Lagu enerjik ini seakan menjadi persiapan pendengar untuk menuju ke lagu terakhir dari album perdana DNA.

Tak main-main, DNA berkolaborasi dengan YB atau Reza Oktavian dalam lagu “Anomali”. Lagu pertama YB full berbahasa Indonesia, menghadirkan banyak elemen BKB dan trap yang dimainkan oleh Mister Aloy dan JayJax. Secara Jiwa, ini juga merupakan lagu lanjutan dari “Cowok Red Flag” dengan gentakan gendang serta elemen suling khas Jawa Timur.

Merilis album perdana dalam karir bermusik mereka, DNA berharap untuk bisa mengajak pendengar untuk ‘masuk’ ke dalam dunia DNA dan berkenalan lebih dalam.

“Ya, ini kan album kita. This is the real us, gitu. Mawas diri kok kalau penonton dan fanbase selama ini tahu kita besar dan dinikmati dengan Breakbeat, Indobounce. Tapi perlahan-perlahan, aku mau ajak penonton untuk menikmati warna yang berbeda di sini,” tutup Mister Aloy.

Album terbaru DNA akan resmi dirilis pada 3 Juli 2026.Dalam konferensi pers ini, menghadirkan berbagai gimmick yang nantinya juga akan menjadi bagian dari rangkaian Indonesia Tour mereka.  penampilan spesial berdurasi kurang lebih 20 menit, yang dirancang untuk. memberikan gambaran awal mengenai pengalaman konser yang akan dibawa ke berbagai kota selama tur berlangsung.

Tidak hanya itu, DNA juga mengundang para penggemarnya secara eksklusif melalui pendaftaran yang dibuka di Instagram untuk mengikuti Listening Party sekaligus menghadiri Press Conference. Kehadiran para fans menjadi bentuk apresiasi dan rasa terima kasih DNA kepada para pendukung setianya, sekaligus memberikan kesempatan pertama untuk menikmati lagu-lagu terbaru dari album yang akan dirilis.

Sebagai bagian dari peluncuran album dan persiapan tur, DNA juga akan memperkenalkan berbagai merchandise eksklusif hasil kolaborasi dengan beberapa brand. Merchandise tersebut meliputi kaos, bandana, keychain, serta berbagai item pendukung lainnya yang merepresentasikan identitas khas DNA dan menjadi bagian dari pengalaman album maupun tur yang akan datang.

 

OURORA Track List :

1. Who TF Are We ? – DNA

2. Quest of the Sea – DNA

3. Two Heads – DNA

4. Pain – DNA ft Parkz

5. Lost Together – DNA

6. Cowok Red Flag – DNA, Qorygore

7. Love Ya – DNA, Syeqy

8. Second Chance – DNA, INDAHKUS

9. ‘Voy Pa’Alla’ – DNA

10. Round the World – DNA

11. Pop It – DNA, Parkz

12. Ogoh-Ogoh – DNA

13. Don’t Talk to Me – DNA

14. Arcapada’ – DNA, WLVS

15. Chaotic Silence – DNA

16. Feel it Comin’ – DNA ft Parkz

17. Anomali – DNA ft. YB

18. Bye, – DNA

 

 

 

 

Related posts

Bebe Rexha Lepas Single “Çike Çike” Dari Album Baru ‘DIRTY BLONDE’

Qenny Alyano

Tiket Konser DEWA 19 Featuring All Stars 2.0 Dijual Senin, 30 September 2024

AQK

Alaska Sirait Sajikan Sisi Lembut & Reflektif Melalui Balada Pop Folk “Good For You”

Qenny Alyano

Leave a Comment