South Jakarta – Setelah kolaborasi perdana Sony Music Indonesia dengan Sony Music Japan lewat “Swipe Kanan Kiri” yang dinyanyikan Sisca Saras dengan NeCome (Ayaka Yasumoto), kini kerja sama kedua akan segera meluncur. Kali ini solois wanita Indonesia RACH? berduet dengan idom, seorang penyanyi-penulis lagu dan produser multitalenta asal Jepang, dengan mengambil judul “Call It Love”. Menggabungkan unsur hipdut, R&B, pop, serta lirik dalam bahasa Indonesia, Jepang, dan Inggris, single ini menjadi eksplorasi musikal yang segar sekaligus memperlihatkan bagaimana musik lokal bisa dikemas dengan pendekatan global.
Kolaborasi ini bermula saat Sony Music Indonesia menghubungi RACH? pada Februari lalu mengenai proyek bersama Sony Music Japan. Ia sama sekali tidak menyangka akan dipilih menjadi pasangan kolaborasi idom. “Label Sony tiba-tiba mengabarkan kalau mereka lagi ada proyek dengan Sony Music Jepang dan diberi tahu ternyata idom memilihku untuk jadi kolaboratornya. Saat tahu genrenya hip-dut, aku langsung merasa ini bakal jadi tantangan besar karena idom identik dengan pop R&B, sementara lagu pertamaku lebih ke elektronik dan eksperimental. Tapi, karena suka bereksperimen, aku langsung tertarik buat mencoba,” ujar RACH?. “Call It Love” sendiri merupakan single kedua RACH? setelah “Dopamine” yang dirilisnya pada 5 Desember 2025 lalu di bawah nama Rachel Cia.
Meski berasal dari latar belakang musik yang berbeda, proses kreatif berjalan sangat cepat. Workshop selama dua hari menghasilkan lagu yang selesai hanya dalam hitungan hari, terutama dengan keterlibatan f4dli yang sudah banyak menciptakan lagu hip-dut viral. Konsep “Call It Love” sendiri datang dari RACH? yang membayangkan dua orang yang bertemu di dalam dunia game dan mulai mempertanyakan apakah perasaan yang mereka rasakan benar-benar nyata atau hanya sebatas fantasi digital. “Saat aku ajukan konsep ini ke idom, dia langsung tertarik. Setelah itu, idom membuatkan lirik, sementara Fadly yang mengerjakan aransemen dari awal.”

Jika harus menggambarkan “Call It Love” dalam tiga kata, RACH? memilih: fantasi, digital, dan hubungan jarak jauh alias long distance relationship (LDR). Sesuai konsepnya yang mengangkat percintaan di dunia game, lagu ini akan mewakili fase pendekatan ketika dua orang saling menyukai, tetapi terpisah oleh jarak maupun kenyataan. “Semoga lagu ini terasa relate untuk orang-orang yang sedang jatuh cinta, tapi terpisah jarak atau mungkin ada banyak hal yang belum bisa diwujudkan. Tapi, tidak perlu sedih atau tertekan, nikmati saja perasaan yang ada tersebut,” jelas pemilik nama lengkap Rachel Florencia Rudy Gunawan ini.
Lewat lagu ini, RACH? berharap dapat menghadirkan warna baru dalam genre hipdut. “Semoga lagu ini bisa diterima dengan baik oleh orang-orang yang mendengarkan. Ini mungkin bukan hip-dut seperti biasanya, tapi hip-dut yang internasional karena kami berusaha menyatukan unsur Indonesia, Jepang, dan Inggris supaya tetap punya identitas lokal, tapi juga bisa diterima secara global.” Dengan ketukan yang enerjik dan nuansa yang ringan, solois kelahiran Cianjur ini, merasa “Call It Love” cocok didengarkan kapan saja. “Ini lagu yang enak buat nyetir, dance TikTok, musik pembangun semangat di pagi hari, atau bahkan pengantar tidur di malam hari.”. Euforia perilisan Call It Love semakin lengkap karena RACH? Membawakan lagu ini dibawakan perdana secara Live Bersama idom di Billboard Live Tokyo 2026 pada tanggal 18 Juli 2026.
(SPR)

