South Jakarta – Pernahkah kamu mengubah dirimu sendiri karena tuntutan teman-temanmu? Menerima perlakuan yang sebenarnya membuatmu tidak nyaman, atau menyembunyikan pendapatmu yang bertentangan agar tidak memicu konflik? Semua kamu lakukan karena takut mereka akan meninggalkanmu. Tapi, sadarkah kalo usahamu tersebut, justru membuatmu kehilangan dirimu sendiri?
Pertanyaan itulah yang menjadi benang merah dalam single terbaru Daisy Hera berjudul “Every Time”, yang dirilis pada 30 Juli 2026. Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang terus berusaha menjadi versi yang diinginkan oleh orang-orang terdekatnya, meski hal itu bertentangan dengan jati dirinya sendiri.
Melalui lirik yang lugas, “Every Time” menggambarkan pergulatan batin seseorang yang merasa semua usaha yang dilakukannya tidak pernah cukup. Alih-alih mendapatkan pengertian, seseorang justru terus disalahkan, diabaikan, dan perlahan kehilangan kepercayaan terhadap dirinya sendiri. Meski menyadari bahwa hubungan tersebut tidak lagi sehat, ia tetap memilih bertahan karena takut kehilangan orang-orang yang berarti dalam hidupnya.
“Every Time” menjadi single kedua dari EP perdana Daisy Hera, “Silence”, yang akan rilis dalam waktu dekat. Lewat lagu ini, Daisy juga mempertegas arah musikalnya dengan memperkenalkan warna baru dalam karyanya, yaitu Alternative Rock.


Bagi Daisy, “Every Time” bukan sekadar lagu yang penuh distorsi dan emosi. Lagu ini adalah ruang bagi mereka yang pernah merasa harus berubah demi diterima, sekaligus pengingat bahwa tidak ada hubungan pertemanan yang seharusnya membuat seseorang kehilangan dirinya sendiri
Tentang Daisy Hera
Daisy Hera adalah seorang penyanyi dan penulis lagu asal Jakarta, Indonesia. Ia mengawali perjalanannya di industri musik sebagai solois lewat debut single emosional bertajuk “Bayangmu” pada tahun 2024.
Memasuki tahun 2026, Daisy resmi membuka lembaran baru yang lebih berani. Melalui perilisan dua single teranyarnya, “Let Me Go” dan “Every Time”, ia menegaskan arah musikalitasnya dengan memilih Alternative Rock sebagai identitas suara utamanya. Langkah ini sekaligus menjadi jembatan menuju peluncuran EP (album mini) perdana yang sangat dinantikan akhir tahun ini.
(SPR)

