South Jakarta – Kabar duka datang dari dunia musik internasional. Dolly Parton, penyanyi dan penulis lagu yang sangat multi talenta, yang membangun kredibilitas artistik serta kesuksesan komersialnya di ranah musik country maupun pop selama lebih dari setengah abad, meninggal dunia di Nashville pada hari Selasa (25 Agustus) dalam usia 80 tahun.
Selama setahun terakhir, Dolly Parton lebih banyak menjauh dari sorotan publik akibat masalah kesehatan yang tidak disebutkan secara rinci; kondisi ini memaksa penyanyi-penulis lagu pelantun “9 to 5” tersebut untuk mengurangi penampilan di depan umum serta menunda, lalu membatalkan, rencana pertunjukan residensinya di Las Vegas untuk tahun 2025. Ia meninggal dunia 17 bulan setelah kepergian suaminya yang telah mendampinginya selama hampir 60 tahun, Carl Dean, yang wafat pada 3 Maret 2025 di usia 82 tahun. Dalam sebuah unggahan di Instagram, keponakan Dolly Parton, Bryan Seaver, mengungkapkan,
“Atas permintaan Dolly, sebuah upacara tertutup yang sederhana akan diadakan khusus bagi keluarga inti,” demikian bunyi siaran pers yang mengumumkan kabar duka tersebut. “Para penggemar dan sahabat Dolly di seluruh dunia diajak untuk memberikan penghormatan melalui media sosial dengan menandai akun @DollyParton atau meninggalkan pesan di www.dollyparton.com. Sebagai pengganti karangan bunga, pihak keluarga memohon agar donasi disalurkan kepada Dolly Parton’s Imagination Library melalui www.imaginationlibrary.com.”
“Keajaiban pada diriku,” ujar Parton yang gemar melontarkan kalimat itu, “adalah aku justru terlihat sama sekali palsu saat aku benar-benar tampil apa adanya.” Ia dikenal luas karena citra artifisial yang ia bangun secara sadar—penampilannya yang serba mencolok dan penuh dandanan itu ia tiru dari gaya seorang pekerja seks di kampung halamannya, dan ia selalu siap melontarkan celetukan jenaka yang menertawakan dirinya sendiri. Namun, ia juga seorang penyanyi luar biasa dengan lantunan nada tinggi (sopran) yang menyentuh kalbu dan tak pernah kehilangan pesonanya, serta pencipta lagu yang sangat piawai; karya-karyanya dibawakan oleh berbagai artis, mulai dari Whitney Houston (“I Will Always Love You”) hingga White Stripes (“Jolene”).
Lahir dengan nama Dolly Rebecca Parton pada 19 Januari 1946 di sebuah pondok satu ruangan di tepi Sungai Little Pigeon di Pittman Center, Tennessee.Ia merupakan anak keempat dari dua belas bersaudara yang lahir dari pasangan Avie Lee Caroline Parton (nama gadis Owens; 1923–2003) dan Robert Lee Parton Sr. (1921–2000).
Selamat perjalanan musiknya, Parton telah menjual lebih dari 100 juta rekaman di seluruh dunia, menjadikannya salah satu artis musik dengan penjualan terlaris sepanjang masa.[4][5] Karya musiknya telah meraih sertifikasi emas, platinum, dan multi-platinum dari Recording Industry Association of America (RIAA). Ia mencatatkan 25 lagu yang mencapai posisi nomor 1 di tangga lagu musik country Billboard—sebuah rekor bagi artis wanita (yang menyamai pencapaian Reba McEntire). Sepanjang kariernya, ia memiliki 44 album country yang masuk dalam daftar 10 besar (Top 10)—rekor terbanyak bagi artis mana pun—serta 110 lagu yang berhasil masuk tangga lagu selama 40 tahun terakhir. Album studio solo ke-49 sekaligus terakhirnya, *Rockstar* (2023), menjadi album dengan posisi tertinggi di tangga lagu Billboard 200, yakni mencapai peringkat ketiga. Parton menciptakan lebih dari 3.000 lagu, termasuk “I Will Always Love You” (lagu yang dua kali memuncaki tangga lagu country AS dan menjadi hit internasional bagi Whitney Houston dengan penjualan 40 juta kopi di seluruh dunia), “Jolene”, “Coat of Many Colors”, dan “9 to 5”. Sebagai aktris, ia membintangi film *9 to 5* (1980) dan *The Best Little Whorehouse in Texas* (1982)—yang masing-masing memberinya nominasi Golden Globe untuk kategori Aktris Terbaik—serta *Rhinestone* (1984), *Steel Magnolias* (1989), *Straight Talk* (1992), dan *Joyful Noise* (2012).

