September 1, 2026
Image default
Hot ReleasesWhat's New

Joan As Police Woman Rilis “Christobel”, Rayakan 20 Tahun Album Ikonik

South Jakarta – Musisi ikonik asal New York, Joan As Police Woman, menghadirkan ‘Christobel’, salah satu momen paling ceria dari album terbarunya, ‘Real Life Evolution’, yang dirilis melalui label Inggris Reveal Records. Lagu ini memperlihatkan kemampuannya mengubah kompleksitas emosional menjadi sesuatu yang penuh energi namun tetap terasa sangat manusiawi, sekaligus menjadi gambaran dari sebuah album yang mengunjungi kembali dan menafsirkan ulang perjalanan musiknya selama dua dekade terakhir.

Joan Wasser, yang dikenal dengan nama Joan As Police Woman sejak 2004, adalah musisi dan produser yang mendapat banyak pujian kritis serta menjadi kolaborator bagi berbagai nama besar. Media The Times pernah menjulukinya “the coolest woman in pop”, sementara Media The Economist menyebutnya sebagai “one of the 21st century’s best musicians”. Sebagai penyanyi, penulis lagu, dan multi-instrumentalis, musik Joan sulit ditempatkan dalam satu kategori, dengan karakter yang memadukan berbagai genre menjadi suara khasnya sendiri.

Bersama Jeremy Gustin pada drum serta Will Graefe pada gitar dan vokal, video Real Life Anniversary Sessions untuk “Christobel” direkam oleh Adam Sachs di The Owl Music Parlor, Brooklyn, dan difilmkan oleh Ehud Lazin.

Joan Wasser, Will Graefe & Jeremy Gustin ( foto : istimewa )

 

“Saya menulis lagu ini tak lama setelah belajar bermain gitar. Selama beberapa tahun saya membawakannya seperti versi rekaman aslinya, sebelum akhirnya merasa lagu ini membutuhkan aransemen yang tidak terlalu berat. Liriknya sendiri sudah cukup berat,” jelas Joan Wasser.

“Lagu ini awalnya menggunakan birama 4/4, jadi saya memutuskan cara terbaik untuk mengubahnya adalah dengan menggunakan meter yang berbeda—kali ini 5/8. Jika dimainkan dengan tepat, birama lima bisa menciptakan sensasi seperti pusaran elips yang terus bergerak. Liriknya yang berputar dan penuh kegelisahan terasa semakin kuat dengan ostinato piano minimalis yang baru ini. Dengan Will Graefe pada gitar dan Jeremy Gustin pada drum, lagu ini terasa mengambang sekaligus bergerak melewati berbagai badai emosional. Lagunya tetap sama, tetapi kini diproyeksikan dengan latar yang benar-benar baru.”

Dirilis tepat 20 tahun setelah album debutnya, Real Life Evolution menghadirkan interpretasi baru atas album Real Life dengan melibatkan sejumlah musisi tamu. Setelah bertahun-tahun dibawakan dalam berbagai pertunjukan, lagu-lagu tersebut kini memperoleh kehidupan baru melalui para musisi yang turut membentuk karakter dari versi terbarunya. Hasilnya adalah sepuluh lagu dengan warna, pendekatan, dan kolaborator yang berbeda-beda.

Joan menjelaskan, “Lagu memiliki kehidupan yang melampaui penciptanya. Seperti kita, seiring waktu mereka tumbuh dan menemukan keseimbangannya sendiri. Semangat itulah yang menjadi denyut dari album baru ini—sepuluh interpretasi baru dari setiap lagu di album Real Life.”

Sebelumnya, Joan telah memperkenalkan ‘Feed The Light’, bersama video ‘Real Life Anniversary Sessions’ yang menampilkan interpretasi yang cukup berbeda. Dalam versi album, Joan memainkan Fender Rhodes, sementara dalam video ia justru memainkan bass. Versi album tersebut direkam oleh Danny Blume di Hidden Quarry Studios, New York, dan melibatkan dua kolaborator lamanya, Thomas Bartlett dan Parker Kindred.

“Beberapa transformasi terasa halus. Yang lainnya berubah secara drastis. Semuanya dibuat bersama jajaran kolaborator yang benar-benar baru. Di antaranya terdapat dua vokalis luar biasa. Iggy Pop, dimana saya pernah bergabung dengan band-nya saat tur sebagai pemain keyboard dan penyanyi latar, merekam versi luar biasa dari ‘Save Me’ ketika kami sedang melakukan tur di Selandia Baru. Kami bahkan harus menyesuaikan proses rekaman dengan suara burung-burung di luar yang tampaknya punya pendapat sendiri tentang sesi tersebut.” “Lalu ada Krystle Warren, sosok yang benar-benar unik dan salah satu penyanyi favorit saya. Suaranya begitu soulful sehingga ‘I Defy’’ terdengar seperti benar-benar menikmati proses menemukan groove barunya,” ujar Joan Wasser.

“Dari trio saya saat ini, Will Graefe membawa permainan gitarnya yang sangat emosional, sementara Jeremy Gustin memberikan sensibilitas ritmisnya yang luar biasa pada beberapa lagu. Improvisasi drum Parker Kindred yang inventif menjadi titik awal bagi sejumlah lagu lainnya. Thomas Bartlett membuka dimensi baru pada lagu utama album ini—tetap menghormati nuansa versi aslinya, tetapi memberinya cahaya yang lebih hangat—serta menambahkan Rhodes bass di sepanjang album.” Joan juga menambahkan bahwa “Album ini juga memberi saya kesempatan untuk kembali bekerja, setelah puluhan tahun, dengan pemain upright bass Tony Scherr, gitarisOren Bloedow, dan pemain bass funk Danny Blume—musisi-musisi yang kemampuan artistiknya semakin berkembang seiring waktu.”

 

Joan As Police Woman ( foto : istimewa )

 

Joan As Police Woman – Real Life Evolution TOUR POSTER

 

Joan As Police Woman merupakan salah satu musisi paling dikenal dari generasinya. Sepanjang kariernya, ia telah berkolaborasi dengan ratusan musisi, termasuk Lou Reed, John Cale, Meshell Ndegeocello, Rufus Wainwright, David Byrne, Beck, Laurie Anderson, Lloyd Cole, Dave Gahan dari Depeche Mode, Tanya Donelly, Damon Albarn, dan Gorillaz.

Album Real Life Evolution kini telah tersedia secara digital di berbagai platform, serta dalam format CD dan piringan hitam yang dicetak terbatas berwarna merah melalui Bandcamp.

Rangkaian Real Life 20th Anniversary Tour pada Februari 2027 akan melanjutkan tur November 2026, membawa Joan As Police Woman tampil di Inggris, Italia, Jerman, Prancis, dan Belanda.

(SPR)

Related posts

Asteriska Bawa Harapan dan Warna Musik Berbeda di Lagu “Someone Made for Me”

AQK

Nadhif Basalamah dan Katyana Hadirkan Single Kolaborasi “Ceritaku Ceritamu”

Qenny Alyano

Syafami Fabasqa Rilis Single “Let It Be”, Sebuah Perjalanan Emosional Tentang Rindu dan Kehilangan

Qenny Alyano

Leave a Comment