South Jakarta – Berangkat dari persahabatan panjang dan kegelisahan yang mereka temukan dalam musik, SAGRA, band rock asal Jakarta, membuka babak baru lewat EP perdana ‘Jerat’.
EP ini berisi empat lagu “Jerat”, “Seteru”, “Tiruan”, dan “Poison”—yang mengangkat berbagai bentuk belenggu dalam kehidupan manusia. Setiap lagu memiliki cerita dan sudut pandangnya sendiri.
Lagu “Jerat” bercerita tentang rasa tidak berdaya ketika melihat seseorang yang kita pedulikan
perlahan berubah dan terjebak dalam sesuatu yang menghancurkan dirinya. “Seteru” lahir dari
emosi dan amarah yang terlalu lama dipendam. “Tiruan” berbicara tentang pencarian identitas
di tengah penilaian dan ekspektasi orang lain. Sementara “Poison” mengangkat sisi rapuh
manusia ketika berhadapan dengan kecanduan dan kehilangan kendali.
Nama SAGRA sendiri tidak lahir dari definisi atau filosofi yang dirancang sejak awal. Maknanya
justru tumbuh melalui perjalanan dan lagu-lagu yang mereka ciptakan. Bagi mereka, SAGRA
adalah ruang untuk menerjemahkan pengalaman, kegelisahan, dan cerita hidup menjadi musik.
Berakar pada musik rock dengan permainan emosi, dinamika, serta lirik yang kaya metafora,

SAGRA banyak mengeksplorasi tema kehilangan, konflik batin, pencarian jati diri, hubungan yang retak, hingga harapan. Mereka tidak mencoba memberikan jawaban, melainkan membuka
ruang bagi pendengar untuk menemukan maknanya sendiri.
Melalui ‘Jerat’, SAGRA memperkenalkan diri bukan hanya sebagai sebuah band, tetapi
sebagai sekelompok sahabat yang memilih musik sebagai cara untuk merekam cerita tlentang manusia—termasuk segala hal yang kadang membuat kita terjebak di dalamnya.
SAGRA
Mico — Vokal
Raha — Gitar
Arie — Giitar
Novan — Bass
Ramdhan — Drum
EP ‘Jerat’kini sudah bisa didengarkan di digital streaming platform dan bisa di request di radio
kesayangan
(SPR)

