South Jakarta – Unit art-rock asal New York, Ecce Shnak, dengan penuh semangat mempersembahkan ‘Anna O’, single ketiga dari album penuh mereka yang sangat dinantikan, Dandy Variances, yang akan dirilis pada 23 Oktober melalui perusahaan rekaman Records, Man Records. Memadukan gaya khas Art-Rock yang eksplosif, Grunge, dan sedikit ambisi teatrikal, “Anna O” menjadi gambaran liar dari karakter musikal yang akan hadir di album tersebut.
Single ini direkam dan diproduseri oleh Jeff Lucci, kemudian di-mixing oleh produser pemenang Grammy Mario McNulty (David Bowie, Prince, Nine Inch Nails, Julian Lennon), serta di-mastering oleh engineer multi-platinum Kris Crummett (Sum 41, Sleeping With Sirens, Dance Gavin Dance).
Dibentuk pada tahun 2011 dan tumbuh dari skena musik eksperimental di New York, Ecce Shnak (dibaca Eh-kay sh-knock) beranggotakan David Roush (komposer, bass, vokal bariton), Bella Komodromos (vokal), Chris Krasnow (gitar), Gannon Ferrell (gitar), dan Henry Buchanan-Vaughn (drum).
“Anna O” adalah sebuah anthem penuh energi dengan ledakan grunge yang intens. Untuk pertama kalinya, Ecce Shnak melibatkan seorang co-writer dalam proses penulisan lagu, yaitu ibu dari David Roush, Robin Kneubuhl. Lirik lagu ini diadaptasi dari puisi karya Kneubuhl. Mereka sendiri terkejut ketika menemukan bahwa pesan dan lirik dari puisi tersebut ternyata menyatu dengan begitu sempurna ke dalam lagu.
“Tokoh tragis dalam lagu ini merupakan perpaduan antara seorang pasien penting dalam sejarah psikoanalisis yang ditangani Josef Breuer, rekan dan mentor dari Psikoanalis Sigmund Freud, dan sosok nyata Annie Oakley, perempuan penembak jitu legendaris. Meski Anna harus menghadapi berbagai kontradiksi yang digambarkan Kneubuhl dalam puisinya, pada akhirnya ia keluar sebagai pemenang dalam perjuangannya melawan patriarki,” jelas David Roush.

Video musik “Anna O” menjadi kolaborasi ketiga antara Ecce Shnak dan produser film berbasis di Los Angeles, DJay Brawner, yang sebelumnya juga menyutradarai video untuk dua single pertama dari album ini, ‘Vincent’ dan ‘Eddie, Legalistic Homeslice’.
Dalam video tersebut, vokalis sopran Ecce Shnak, Bella Komodromos, memerankan Anna, seorang perempuan yang mengalami tekanan mendalam setelah ditahan secara tidak adil di sebuah rumah sakit jiwa. Melalui sebuah aksi perlawanan, Anna kemudian berhasil menggulingkan dokter yang menyiksanya beserta asistennya yang patuh. Ia akhirnya membebaskan dirinya, sementara Ecce Shnak memainkan penghormatan untuknya dengan suara sekeras dan seliar mungkin.
Meski musik Ecce Shnak menjelajahi spektrum gaya yang luas, penggemar Nirvana, The Pixies, dan The Jesus Lizard kemungkinan besar akan langsung terpikat oleh “Anna O”. Dikenal lewat penampilan panggung mereka yang mencengangkan, musik Ecce Shnak bergerak seperti sebuah ekosistem yang liar namun dirancang dengan sangat presisi—tempat kemampuan teknis bertemu dengan kekacauan yang penuh inspirasi.
Album Dandy Variances melanjutkan perjalanan Ecce Shnak setelah EP mereka yang mendapat sambutan positif pada 2025, ‘Shadows Grow Fangs’ EP. EP tersebut di-mixing oleh Nicholas Vernhes (Animal Collective, Deerhunter, Wild Nothing, The War on Drugs) dan di-mastering oleh engineer pemenang Grammy Joe LaPorta (David Bowie, The Weeknd, Foo Fighters, Vampire Weekend).
“Anna O” kini telah tersedia di berbagai platform musik digital, termasuk Spotify, Apple Music, dan Bandcamp. Album penuh Dandy Variances akan dirilis pada 23 Oktober.
(SPR)

