April 5, 2026
Image default
Asian Hit ListEvent & CommunityWhat's New

AXEAN Festival 2024 Siap Digelar di Bali Akhir September 2024

South Jakarta – Untuk anda para pencinta musik indie dan ada rencana untuk ke pulau Bali di bulan Sepetember mendatang, jangan sampai melewatkan acara yang seru ini. Setelah sukses menggelar acara di Singapura selama dua tahun berturut-turut yaitu pada tahun 2022-2023), AXEAN mengumumkan kembalinya mereka di destinasi tropis baru yang berjarak ribuan kilometer dari basis awalnya.

Kali ini, AXEAN Festival akan diadakan di Bali, Indonesia, pada tanggal 28-29 September 2024. Acara musik intra-regional pertama di Asia Tenggara ini kembali siap untuk menggelar pertemuan di Jimbaran Hub, yang terletak di selatan pulau, menawarkan panorama alam hijau dan pesona matahari terbenam yang memukau. Agenda akan dilaksanakan dengan pergelaran konferensi musik selama dua hari. Kegiatan konferensi musik akan dipusatkan untuk pelaku industri saling berjejaring di pagi hari lalu diikuti dengan acara puncak festival yang menampilkan lebih dari 40 musisi dari 14 negara.

Edisi AXEAN Festival tahun ini akan menampilkan line-up yang beragam namun dikurasi secara strategis dari berbagai penjuru Asia Tenggara dan seluruh dunia. Line up fase pertama yang dipastikan akan tampil adalah :: At Adau (Malaysia), Batavia Collective (Indonesia), bird. (Filipina), Common People Like You (Thailand), COTERIE (Australia), crwn (Filipna), Dialog Dini Hari (Indonesia), Funkindustry (Perancis), Gabe Watkins (Thailand), Grrrl Gang (Indonesia), HARIKUYAMAKU (Jepang), I’mdifficult(Taiwan),Josh Makazo (Singapura), lightcraft (Indonesia), Linying (Singapura), LUSS (Thailand), M-Fatt (Kamboja), Maki (Filipina), Milledenials (Indonesia), mindfreakkk (Thailand), Munimuni (Filipina), Muri (Filipina), Norith & Y uuHai (Kamboja), Puman (Tiongkok), Rangga Jones(Singapura), RuthKo(Kamboja),San & The Workshop (Singapura), Skandal (Indonesia), The Dinosaur’s Skin (Taiwan), The Hertz (Hongkong), Tuimi (Vietnam), Uudee’s Swashbuckling Dandies (Mongolia), Vanthan (Kamboja) dan VVAS (Thailand).

 

Dalam acara konferensi pers AXEAN Festival 2024 yang berlangsung pada hari Selasa (6/8) di Sonaa Space, Senayan Park, Jakarta,  Piyapong Muenprasertdee, salah satu pendiri dan pemimpin tim AXEAN Festival mengungkapkan, “Selalu menjadi visi kami untuk menjadikan AXEAN sebagai festival skala regional, mengubah negara tuan rumah setiap tahun, atau bahkan memiliki beberapa edisi yang lebih kecil di negara yang berbeda. Alasannya berasal dari pengamatan kami bahwa sebagian besar pasar musik Asia Tenggara sangat domestik, atau hanya menerima artis barat atau k-pop ketika berbicara tentang artis internasional. Dengan demikian, jika kami dapat membantu artis domestik menyeberangi batas di wilayah ini, akan ada lebih banyak peluang bagi mereka untuk mengembangkan basis penggemar internasional. Setelah dua tahun berada di Singapura, kami merasa inilah waktu yang tepat untuk mencoba tempat baru, dan Bali sebagai surga tropis dengan berkembangnya kancah musik, kami pikir ini adalah lokasi yang sempurna bagi artis, delegasi, dan pecinta musik.”

Sementara musisi Tanayu yang menjadi host sesi konferensi pers dan pernah tampil di AXEAN Festival tahun-tahun sebelumnya juga mengungkapkan, “Banyak hal yang bisa kita lakukan, kita punya kesempatan untuk perform yang munkin pada saat di sana ada kesempatan. Mungkin kita tampil butuh tenaga, modal dan lain-lain. Tapi saya pribadi, semua show yang saya dapatkan dari tahun lalu dari Jepang, Vietnam, Prancis dan setelah ini akan ke Korea Selatan, semuanya karena AXEAN. Semua itu datang karena saya tampil di AXEAN. Jadi itu membuka kesempatan yang banyak untuk musisi. Untuk aku pribadi ternyata mungkin kolam aku untuk di luar dulu, di Indonesia mungkin masih perlu waktu.”

Sementara Satria Ramadhan dari SRM yang hadir menjelaskan, “Sebenarnya lebh membuka peluang karena di Indonesia band atau musisi itu banya bangei, mungkin kalau dihitung bisa ratusan ribu dari seluruh Indonesia. Selagi mereka belum mendapat kolam di Indonesia, mungkin ada baiknya dicoba di kolam internasional. Dengan kita membuat festival AXEAN ini diharapkan bisa menjadi corong atau bisa diexpose di luar sana. Gak usah yang jauh-jauh dulu, di negara tetangga. Intinya memberikan celah untuk band yang belum dapat kesempatan di Indonesia.”

Konferensi pers AXEAN Festival 2024 ( foto : QB )

 

Foto Bersama ( foto : QB )

 

AXEAN Festival yang merupakan festival showcase internasional yang diakui ini akan ditutup dengan kamp penulisan lagu pribadi, tambahan terbaru dalam rangkaian programnya yang beragam dan luas. Inisiatif ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat kreativitas dan inklusivitas dalam lingkungan global sambil mendorong kolaborasi lintas budaya di antara penulis lagu, produser, dan artis terbaik dan paling menjanjikan di kawasan ASEAN dan juga dari wilayah lain di dunia.

David Siow, salah satu pendiri dan co-director AXEAN Festival, menganjurkan pendekatan yang lebih DIY untuk kamp penulisan lagu, didukung oleh tujuannya untuk memberdayakan dan menghubungkan komunitas kreatif musik dari seluruh dunia, sambil memastikan hasil dan peluang yang adil dari serangkaian sesi kolaboratif.

“Bagi kami, ini semua tentang memberdayakan artis dan memajukan karier mereka; bagi Bali, masuk akal untuk melakukan kamp dan menciptakan getaran, kenangan, dan lagu yang baik untuk semua yang terlibat,” jelas Siow.

Muenprasertdee, co-director festival, juga menekankan pentingnya kamp penulisan lagu, tidak hanya dalam memecahkan hambatan secara harfiah dan metaforis, tetapi juga dalam menghasilkan kolaborasi strategis yang telah terbukti membantu artis memasuki pasar baru dengan berbagi basis penggemar. Dia menyebut Flower.far dari Thailand dengan Fern. dari Filipina; dan Vũ Thanh Vân dari Vietnam dengan H 3 F dari Thailand sebagai beberapa kisah sukses terbaru.

“Kami berharap kamp penulisan lagu akan membantu menciptakan lingkungan untuk mendorong lebih banyak kolaborasi artistik dan basis penggemar lintas batas. Selain beberapa artis yang menampilkan diri tahun ini, kami juga telah mengundang beberapa alumni, penulis lagu tamu, dan produser untuk membuatnya lebih menyenangkan dan produktif! Nantikan musik baru yang keluar dari kamp kami!”

Tentang AXEAN Festival

Dibuat pada tahun 2020 sebagai showcase festival musik virtual, AXEAN Festival – sebelumnya bernama ASEAN Music Showcase Festival atau AMS diluncurkan ke “dunia nyata” pada tahun 2022 dan tumbuh menjadi platform yang diakui secara internasional yang menampilkan bakat musik dari Asia Tenggara dan sekitarnya seraya menyediakan tempat bagi artis dan profesional industri musik dari seluruh dunia untuk terhubung melalui peluang jaringan tatap muka yang tulus.

Edisi terbaru (AXEAN 2023) diadakan di Goodman Arts Centre, Singapura antara 27-29 Oktober 2023 dan diikuti oleh:

  • 50 artis termasuk 39 artis dari seluruh 10 negara ASEAN dan 11 artis internasional dari Prancis (1), Hong Kong (3), India (1), Jepang (2), Korea Selatan (1) dan Taiwan (3) ditampilkan di 2 panggung outdoor dan 2 indoor;
  • 74 pembeli talenta internasional atau “delegasi” dari 16 negara yang berlokasi di Asia Tenggara (38), Timur (14) dan Selatan (3); Australia (8); Eropa (9) dan Amerika Utara (2) – ditambah lebih dari 14 delegasi berbasis Singapura; dan
  • Lebih dari 6.000 penonton diperkirakan oleh penghitung tubuh otomatis yang dipasang di pintu masuk tempat selama 2 hari.

Tiket dapat dibeli dengan harga Rp 150 ribu (1 Day Pass) dan Rp 200 ribu (2 Day Pass) melalui Loket.com dan Detikevent, dan untuk international purchases bisa ke Ticketmelon: https://linktr.ee/axeanfestival

Related posts

The Lantis Sukses Gelar Showcase Perdana Bertajuk ‘Lintas Lantis’

AQK

Inilah Lineup Lengkap Hammersonic Festival 2024

AQK

Imaniar Keluar Zona Nyaman Lepas Single “Strength” Bersama Stacia Tjung

AQK

Leave a Comment