South Jakarta – Sinjitos Collective dengan bangga merilis single terbaru dari Guernica Club, “iamwhoiam,” yang diproduseri oleh Joseph Saryuf. Setelah masa hening hampir 1 tahun ini, Guernica Club kembali ke lanskap musik indie pop dengan karya yang inovatif, baru dan berbeda. Bukan untuk pembuktian melainkan menciptakan karya yang selaras dengan nilai keautentikan.
“iamwhoiam” adalah sebuah pengungkapan spiritual tentang melepaskan identitas lama, ketakutan, dan ketergantungan, untuk melangkah ke babak baru kehidupan. Dengan visual metaforis akan benteng es yang kokoh dan berubah menjadi cair serta dengan visualisasi untuk tetap bisa berjalan melalui jalanan yang penuh kerusuhan, lagu ini menangkap perjalanan emosional menuju penerimaan diri dan kekuatan untuk bisa melepaskan dan tetap berjalan sendiri walaupun keadaan sedang bertransformasi dengan penuh gejolak.
“Diproduseri dengan sentuhan khas Joseph Saryuf, lagu ini menggabungkan nuansa bedroom disco dan synth-pop yang berkilau, membungkus pesan spiritual dengan suara yang hangat dan melankolis. Vokal Kenisa yang lembut namun kuat membimbing pendengar melalui lanskap sonik yang penuh kejujuran dan transformasi.

“iamwhoiam” adalah manifesto tentang memilih hadir dengan pertumbuhan di atas ketidaknyamanan daripada kepura-puraan akan sebuah ilusi. Lewat lagu ini, Guernica Club mengesankan — mereka hanya hadir, bergerak sepenuhnya, melangkah dari masa lalu dalam keaslian mereka.
Rilisan ini menjadi awal dari rangkaian karya baru Guernica Club menuju EP yang direncanakan rilis pada tahun 2026. “iamwhoiam” sudah tersedia di seluruh platform streaming digital.
Guernica Club adalah band asal Jakarta yang beranggotakan orang-orang dengan latar belakang masa kecil yang tak terduga namun memiliki selera musik yang sama, dipengaruhi oleh nuansa disco funk era 80-an dan irama dansa klasik. Guernica terbentuk pada tahun 2019, diciptakan oleh sekelompok pecinta musik funk dan electro-pop yang terinspirasi dari berbagai musisi tertentu. Sejak saat itu, Guernica menggabungkan semua pengaruh tersebut menjadi satu karya — mahakarya Guernica Club.
(SPR)

