April 5, 2026
Image default
Event & CommunityHot Gear

Jakarta Drum School All Stars Hadirkan Konsep Reinterpretasi Musik The Beatles di Java Jazz 2025

South Jakarta –  Penyelenggaraan festival musik tahunan, Java Jazz Festival 2025, sudah semakin dekat. Festival yang menghadirkan musisi-musisi dari lintas negara dan juga generasi ini, selalu dinanti oleh masyarakat terutama para pecinta musik jazz. Tahun ini, Java Jazz Festival akan berlangsung selama 3 hari mulai hari Jum’at, 30 Mei 2025 sampai dengan Minggu, 1 Juni 2025 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Salah satu penampil yang akan hadir di Java Jazz Festival 2025 adalah Jakarta Drum School All Stars atau JDS All Stars yang dijadwalkan tampil pada hari Jum’at, 30 Mei 2025 pukul 16.30 sore di Panggung Utama Outdoor.

Untuk tahun ini, Jakarta Drum School All Stars akan mengusung konsep ‘Reinterpretation to The Beatles’. Lewat konsep ini, JDS akan membawakan lagu–lagu dari band asal kota Liverpool tersebut dengan reinterpretasi mereka. Meskipun demikian, JDS tidak membawakan lagu-lagu The Beatles dengan merubah total dari versi aslinya, melainkan hanya merubah beberapa elemen serta aransemen sesuai dengah konsep yang diusung. Sejumlah nama musisi yang dipastikan akan terlibat di proyek ini diantaranya adalah Harry Murti, Taufan Goenarso, Shadu Rasjidi, Rayendra Sunito, Enrico Octaviano, Marco Steffiano, Timur Segara, Dave Lumenta, Prasodjo Winarko, Jesy dan Aldy Albuthan. Selain itu juga bergabung dua musisi ternama tanah air, Cakra Khan dan Balawan.

Selain mengusung konsep ‘Reinterpretation to The Beatles’, Jakarta Drum School All Stars juga akan menghadirkan gitar eksperimental, Fender 9 Neck Masterbuilt Prestige Guitar yang merupakan satu-satunya di dunia; Gitar tersebut nantinya akan dimainkan oleh sang maestro gitar tanah air, Balawan. Untuk konsep ‘Reinterpretation to The Beatles’, JDS akan membawakan lagu-lagu yang mewakili perjalanan The Beatles, mulai dari era rock and roll, pop, rock sampai psychadelic. DItemui saat sesi latihan Jakarta Drum School All Stars pada hari Sabtu (24/5) di Ican Studio, Jakarta, Harry Murti selaku salah satu founder JDS menjelaskan,

Sesi latihan Jakarta Drum School All Stars untuk Java Jazz 2025 ( foto : QB )

 

Sesi latihan Jakarta Drum School All Stars untuk Java Jazz 2025 ( foto : QB )

 

“Kita selalu kalau membuat suatu gagasan atau kreativitas biasanya ngobrol dulu. Kita mendapat undangan slot di panggung utama outdoor, panggung diskusi. Kita diskusi sama Taufan, apa yang membuat kita nih menarik. Ada ideas lagi dari partner kita, kita ada juga nine neck guitar dari Amerika, Fender, itu satu-satunya di dunia. Saya diskusi sama Taufan siapa yang cocok memainkan. Akhirnya, kayaknya cuma satu di Indonesia, Balawan. Terus kita ngobrol lagi, ‘siapa kira-kira nih vokalis’. Akhirnya dapat satu nama, Cakra Khan. Alasannya karena Cakra Khan ternyata tahu dan suka lagu-lagu The Beatles. Dia Beatlemania juga jadi gak ada kesulitan. Dia nanti akan membawakan 5 lagu,”

Mengenai konsep ‘Reinterpretation to The Beatles’ yang juga menjadi Music Director bersama Dave Lumenta, kembali menjelaskan, “Karena semua lagu The Beatles, banyak orang udah tahu. Tapi kita me-reinterpretasikan aja karena kita ada sekolah, Jakarta Drum School. Kita semua lineup dari instrusktur dan ex-student (murid) kita. Sekarang mereka juga udah di industri (musik). Setelah kita ngobrol, ‘Reinterpretation to The Beatles’ itu tidak terlepas dari milestones The Beatles dari 60 awal sampai 70. Akhirnya mulai kita bikin segmen. Jadi konsep ini terlihat sederhana, tapi di balik itu segala macam produksinya saya siapkan dari awal karena menyangkut waktu dan banyaknya orang, hampir 30 orang dan pemainnya 20 lebih. Setiap latihan kita bagi, jadi gak semuanya datang supaya konsentrasi. Terus teman-teman yang terlibat juga banyak sekali, mereka dengan band yang lain main juga di Java Jazz.”

Pada kesempatan tersebut, Taufan Goenarso juga mengungkapkan alasan dipilihnya Cakra Khan dan Balawan untuk konsep kali ini. “Saya personally kenal Cakra Khan ya. Kalau menurut saya, Cakra Khan itu dia gak hanya penyanyi pop. Dia bisa nyanyi blues, rock, Suaranya juga khas, serak-serak basah. Specially saya pilih Cakra Khan karena karakter derevjannye-lestnicy vokal dan background referensi musiknya. Kedua di pop mainstream semua orang kenal. Itu salah satu di Jakarta Drum School ini, ada orang yang mau nonton gitu. Ada Cakra Khan. Kalau Balawan kan musisi kan pasti nonton. Dia juga welcome. Dia ready aja.”

Related posts

Serunya William Sihombing, Meha, Orchidaria dan Daniel Abraham Ramaikan Main-Main di Cipete

AQK

Rock In Solo Festival 20 Tahun Hadirkan ‘A Journey of Rock In Solo: XX’

AQK

Swag Event Semakin Seru Dengan Kehadiran Jave! dan Anzu

Qenny Alyano

Leave a Comment