March 28, 2026
Image default
Asian Hit ListHot ReleasesWhat's New

Shye Rilis “I Always Knew”, Terinspirasi Video Game ‘Silent Hill’

South Jakarta – Penyanyi, penulis laguShye , dan produser asal Singapura Shye hari Jumat lalu merilis single bernuansa dream-pop terbaru berjudul “I Always Knew”. Bersamaan dengan perilisan single barunya, Shye turut mengumumkan album baru berjudul ‘The Doves Came Home’ yang siap dirilis pada 8 Mei 2026. Dengarkan “I Always Knew” lewat tautan ini.

Lagu terbaru Shye membahas tentang kehancuran hati saat kita sadar bahwa kita dapat menyakiti orang yang kita cintai saat kita ingin mempertanyakan sesuatu. Lantas akhirnya kita memilih untuk diam saja. Kesadaran tersebut menjadi jangkar dari lagu ini yang perlahan bergerak seperti halnya perasaan yang perlahan lumpuh. Jarak antara kedua orang pun terbentuk. “Rasa patah hati yang dibicarakan di lagu ini sifatnya bukanlah sebuah momen yang tiba-tiba, namun sebuah proses perlahan yang bergerak menuju sebuah akhir,” ujar Shye tentang lagu barunya.

Seperti karya-karya Shye sebelumnya, “I Always Knew” membiarkan nuansa musik mendikte perasaan yang lagu ini ingin sampaikan. Nuansa dream-pop dengan sedikit tekstur genre shoegaze mewarnai “I Always Knew”. Bagian chorus dibanjiri oleh permainan gitar dan distorsi yang lembut, menghasilkan sebuah semesta musik yang bervariasi. Beberapa aksen melodi yang repetitif menguatkan sensasi terperangkap dalam sebuah siklus yang berulang.

Pendekatan yang Shye ambil di bagian klimaks lagu ini terdengar berbeda. Vokalnya bersatu padu dengan efek reverb dan delay, menyatu ke dalam tekstur untuk mencerminkan jarak dan pergulatan batin yang dirasakan.

Video game Silent Hill menjadi inspirasi Shye untuk lagu ini. Terdapat tiga hal dari game tersebut yang menginspirasi Shye yaitu kabut yang sering hadir di video game tersebut, nuansa musik ambient, dan looping repetition. Ketiganya ia satu padukan menjadi lagu ini yang menghantui semua pendengarnya dengan ruang perasaan yang tidak pernah dituntaskan. Referensi Silent Hill menjadi metafora yang kuat untuk ruang mental yang penuh dengan sifat menghindar. Yang akhirnya harus dihadapi agar penyelesaian dapat ditemukan.

“Aku harap lagu ini dapat mengajak para pendengarnya untuk duduk bersama perasaan tidak nyaman ini, daripada harus mengabaikannya. Niatnya bukan untuk menyalahkan siapa pun, namun untuk menyadari suatu siklus sebelum terulang lagi. Jika lagu ini membiarkan pendengarnya untuk menyimak bagian yang terdengar sunyi, maka lagu ini telah berhasil bagiku,”  ungkap Shye

Album baru Shye, ‘The Doves Came Home’, merupakan hasil dari eksplorasi kreatif Shye selama dua tahun terakhir. Album ini mengajak kita untuk masuk ke dunia Shye yang terbuka, penuh dengan momen introspeksi, dan momen pencerahan. Dirilis pada 8 Mei 2026 mendatang, album yang sangat personal baginya ini menjadi titik evolusi Shye sebagai seorang musisi. Nuansa musik dream-pop, soft-rock, dengan lirik-lirik introspektif dan ruang musik yang atmosferik siap Shye bagikan lewat album yang dapat menyembuhkan dan juga menghantui.

Shye ( foto : istimewa )

Tentang Shye

Shye adalah seorang musisi independen, produser, dan penulis lagu yang dikenal melalui lagu-lagunya yang meleburkan genre indie-pop dan rock alternatif. Seorang musisi otodidak, ia menulis, merekam, memproduksi, serta melakukan proses mixing dan mastering semua lagunya sendiri. Hasilnya adalah warna musik yang intim dan ekspansif.

Shye memulai perjalanan musiknya di umur 16 tahun saat ia menjadi pemenang termuda di kompetisi musik Vans Musicians Wanted di tahun 2018. Sejak itu ia telah merilis karya secara reguler termasuk EP perdananya yang berjudul ‘Augus7ine’ di tahun yang sama, diikuti oleh album perdananya di tahun 2020 yang bertajuk ‘days to morning glory’. Album perdananya berhasil memenangkan Album of The Year di Youth Music Awards Singapura pada tahun 2021. Selanjutnya adalah EP eksperimental Shye yang berjudul ‘hello TRINITY’ dirilis pada 2021, dan disusul oleh EP ‘idk it’s complicated’ pada 2022, dan EP terkininya ‘9LIVES’ pada tahun 2023 yang diikuti oleh serangkaian single selama tahun 2024. Kini ia melanjutkan perilisan single-single menuju album berikutnya yang akan ia rilis di tahun 2026.

Shye telah tampil di festival musik Tiger Den SXSW di Austin, Texas (2023), AXEAN Festival di Singapura (2023), Asia Rolling Music Festival di Taiwan (2022), Urbanscapes di Malaysia (2019), Baybeats di Singapura (2023, 2019), Asiya Festival di Filipina (2024), dan secara virtual untuk Music Lane Okinawa (2021) dan Bangkok Music City (2020). Shye telah tampil juga di acara pengangkatan Perdana Menteri Singapura yang baru pada Mei 2024 lalu, dan menutup penampilan tahun itu di The Alex Blake Charlie Sessions pada bulan Desember 2024 bersandingan dengan musisi internasional lainnya. Pada 2025 ia memperluas jejaknya di benua Asia dengan penampilannya di Emerge Fest di Taiwan pada bulan Februari dan menggelar konser solo pertamanya di Bangkok, Thailand pada bulan April 2025. Di bulan September, Shye tampil untuk pertama kalinya di Indonesia pada acara AXEAN Festival Bali. Ia juga tampil di Music Matters Live di Singapura sebelum ia pergi ke Jepang untuk tampil di weekend penutupan World Expo Osaka. Shye mengakhiri 2025 dengan tampil di Sing60 Festival di Singapura. Shye memulai 2026 dengan penampilannya di Bangkok Music City.

Shye telah melalang buana. Ia hadir di Times Square, New York City melalui billboard Spotify EQUAL, hingga dinobatkan sebagai Freshmusic’s Best New Artist di tahun 2021, Best New Act from Asia di Bandlab NME Awards 2022, dan KKBOX Rising Star Award 2022. Shye juga pernah difitur dalam 30 Under 30 milik Forbes Asia di tahun 2023, Gen T Leaders of Tomorrow milik Tatler Asia di tahun 2024, 40 under 40 milik majalah Prestige, dan 100 Global and Asia milik Dazed. Ia juga masuk ke daftar Top 10 of Asia: Southeast Asia’s Best Emerging Female Singers 2025.

Shye telah menjadi musisi pembuka untuk beberapa musisi internasional termasuk Daniel Caesar, Clairo, Superorganism, Sales, Men I Trust, Wisp, dan The Chairs saat mereka menghampiri Singapura saat tur. Sebagai tambahan, ia juga pernah mewakili Singapura dalam acara televisi 青年派计划 (Youth π Plan) di Cina dan Chuang Asia di Thailand. Shye juga tergabung dalam deretan musisi yang menyanyikan lagu tema Hari Nasional Singapura di tahun 2021 yang berjudul “The Road Ahead” dan baru-baru ini, ia turut tampil di panggung National Day Parade Singapura sebagai bagian dari selebrasi SG60.

Di luar musik, Shye juga pernah diundang Chanel untuk menghadiri peragaan busana internasional pertamanya di Hong Kong pada bulan November lalu yaitu Chanel Cruise Replica Show yang turut dihadiri oleh musisi ternama dunia lainnya seperti G-DRAGON dan Angèle. Ia juga menjadi warga negara Singapura pertama yang diundang untuk hadir di peragaan busana Chanel di Paris Fashion Week bulan Maret lalu sebagai salah satu celebrity guest. Shye telah muncul di halaman depan berbagai majalah seperti FEMALE, Men’s Folio, Prestige, Her World, Grazia, Aplus, dan ELLE Singapore. Seiring berjalannya waktu, ia juga telah bekerjasama dengan berbagai brand, menjajal perannya sebagai orang berpengaruh di industri musik, mode, dan budaya.

Baik saat di atas panggung atau pun di studio kamar tidurnya, Shye terus melangkah maju dengan dorongan yang dipengaruhi oleh kecintaannya terhadap musik dan terus melahirkan karya yang mampu membuat pendengarnya merasakan yang tidak bisa diutarakan. Lewat tiap lagu, Shye mengundang para pendengarnya untuk masuk dan menjelajahi dunianya sambil bersama-sama mengarungi dunia ini.

(SPR)

.

 .

Related posts

Foo Fighters Umumkan Album Baru, Lepas Single “Your Favorite Toy”

Qenny Alyano

Awich Kolaborasi Dengan FERG & RZA di Single “Butcher Shop”

AQK

Dian Vallen Luncurkan Single Perdana “Tak Selamanya’ Bersama Dominasi Records

Qenny Alyano

Leave a Comment