Oktober 3, 2026
Image default
Event & CommunityHot GearWhat's New

IIME 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Pameran, Kompetisi Alat Musik Sampai Indomusik Talk

South Jakarta. – Bagi anda yang penasaran dan tertarik dengan produk instrument musik, jangan sampai melewatkan acara yang satu ini. Indonesia International Music Expo (IIME) resmi dibuka pada hari Jum’at,  2 Oktober 2026. IIME akan berlangsung selama 3 hari sampai Minggu, 4 Oktober 2026 di Convention Hall 9, Nusantara Internasional Convention Expo (NICE) PIK 2, Banten. Di IIME 2026, menghadirkan 96 brand dari berbagai jenis instrument musik. Dari 96 brand yang berpartisipasi di Indonesia International Music Expo, produk yang ditampilkan cukup beragam, mulai dari piano, gitar, drum, biola hingga berbagai instrumen musik lainnya Di acara ini pengunjung tidak hanya bisa melihat tetapi juga bisa mencoba memainkan alat musik yang dipamerkan berbagai booth.

Dalam acara konferensi pers yang berlangsung pada Jum’at pagi di NICE PIK 2, Yuberg Adro, CEO Rhapsodie.co selalu penyelenggara acara  Indonesia International Music Expo 2026, mengatakan target utama yang ingin dicapai tahun ini adalah menghadirkan sebanyak mungkin brand dari industri alat musik.

“Yang paling penting itu sebenarnya brand yang ikut dulu. Dari brand itu baru akan menambah dan merambah ke jumlah pengunjung. Target kita tahun ini hampir 100 persen, yaitu 96 brand, dan itu sudah tercapai”

Selain pameran, IIME 20206 yang menjadi penyelenggaraan perdana, juga menghadirkan berbagai lomba memainkan alat musik untuk usia muda. Peserta tidak hanya berasal dari wilayah Jabodetabek, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, terdapat peserta dan pengajar dari luar negeri yang turut berpartisipasi. IIME 2026 juga menggandeng berbagai sekolah musik di seputaran Jabodetabek.

Dalam sesi konferensi pers tersebut, hadir David Qian Jun Jian, perwakilan salah satu produsen alat musik asal Tiongkok, menjelaskan bahwa perusahaannya telah mengembangkan berbagai instrumen musik selama lebih dari satu dekade, setelah sebelumnya memiliki pengalaman panjang di industri tersebut. Produk yang dikembangkan mencakup biola, gitar elektronik dan instrumen lain dengan berbagai tingkatan, mulai dari kelas pemula, menengah hingga profesional. Selain instrumen tradisional, perusahaan tersebut juga mengembangkan produk berbasis teknologi AI yang ditujukan untuk membantu masyarakat yang belum memiliki kemampuan bermain musik.

Keseruan lainnya digelar di IIME 2026 adalah kehadiran Indomusik Talk yang bekerja sama dengan Indomusikgram. Indomusik Talk adalah forum musik yang mempertemukan musisi, pelaku industri, kreator konten, jurnalis musik, komunitas, dan berbagai elemen ekosistem musik Indonesia dalam satu ruang dialog yang terbuka dan kolaboratif. Berlangsung dari pukul 10.00 hingga 17.00 WIB, acara ini menghadirkan sesi Live Podcast serentak di 4 breakout room serta Keynote Presentation di main stage IIME.

 

Foto bersama ( QB )

 

Sesi konferensi pers ( foto : QB )

 

Topik yang diangkat mencakup hampir seluruh ranah industri musik Indonesia: produksi musik dan teknologi, distribusi digital, manajemen artis, A&R dan label rekaman, hak cipta dan royalti, publicist dan media relations, jurnalisme musik, konten edukasi, komunitas penggemar, musik tradisional dan inovasinya, hingga ekosistem hip-hop Indonesia.

Di antara pembicara yang telah dikonfirmasi hadir:

Alffy Rev (Music Producer & Director) — membahas strategi membangun karier musik yang sustain di era algoritma, bersama Billi Billy dan Larka.

ANTINRML — kolektif di balik genre Hipdut yang viral lewat “Garam dan Madu”, hadir dalam sesi dedicated.

Nyanyi Bareng Jakarta — komunitas bernyanyi bersama yang mengubah cara orang menikmati musik, hadir dalam sesi dedicated.

Ferdy Tahier & Bongky Marcel — pendiri All You Can Hear Podcast dan Ketua Badan Pengawas WAMI, membahas kepercayaan musisi terhadap LMK.

Rudy Octave (Ketua Lembaga Irama Nasional Indonesia) bersama tim LINI — membahas pelestarian irama musik tradisional Nusantara.

Erik Sabeni & Jeffrey Winanda — dua praktisi publicist musik Indonesia, membahas cara kerja komunikasi dan media relations di industri musik.

Ikiw (Trinity Optima), Dami Mahardiwana (Redrose Records), Satrio Pratomo (Nagaswara) — tiga A&R dari label-label rekaman Indonesia, membahas keputusan besar di balik kontrak artis.

Awan Yudha, Andrie Kemir, Prita Prawirohardjo — para music director dari jaringan radio nasional, membahas relevansi radio di tengah era streaming.

Mudya Mustamin, Agus Setiawan Basuni, Igun Sudarmono — para pendiri media musik Indonesia (Musik Keras, WartaJazz, Music On Friday), membahas masa depan jurnalisme musik.

Andi Malewa, S.T. (Rektor Institut Musik Jalanan) dan Khamanyak (Instrumental Buskers, IMJ) — membahas perjuangan hak dan pengakuan musisi jalanan Indonesia.

Seniman Angin (Ferdy Putra Satria) — inovator di balik Angklung Robotik, instrumen tradisional yang dimainkan via MIDI controller.

Dan puluhan pembicara lainnya dari berbagai ranah ekosistem musik Indonesia. Sementara

Indonesia International Music Expo 2026 menargetkan 50 ribu pengunjung yang datang selama penyelenggaraan. Untuk bisa hadir di acara ini, cukup dengan membeli tiket masuk yang dibandrol dengan harga Rp 100 ribu.

Untuk info bisa lengkap bisa dilihat di www.iime.co.id

Related posts

Trio Komposer TAG Rilis “Rindu Pulang”, Obati Rasa Kangen Suasana Lebaran di Kampung Halaman 

Agung Lingga

More on Mumbles Resmi Rilis Album ‘(Masih) Kalah’

AQK

Mantradhara Rilis “Yamien”, Lagu Tentang Makanan Favorit Multitafsir

Qenny Alyano

Leave a Comment