South Jakarta – Band Ska legendaris asal kota Bandung yang terbentuk pada tahun 1996, Noin Bullet, menggelar mini konser bertajuk ‘Kegilaan Ini’ pada hari Jum’at, 2 Agustus 2024 di Dreams Social Lite, Bandung, Jawa Barat. Mini konser ini merupakan perayaan dari perilisan single kolaborasi Noin Bullet feat OmBags vokalis band NTRL berjudul “Kegilaan Ini” beberapa waktu lalu. Lagu “Kegilaan Ini” merupakan salah satu lagu yang ada di album ‘BE A KING’ yang dirilis pada tahun 2023. Bersama Om Bags atau Bagus NTRL, Noin Bullet mengaransemen ulang lagu tersebut dan menjadikan OmBags sebagai kolaborator di versi baru lagu “Kegilaan Ini”.
Selain itu, mini konser ini menjadi penutup dari rangkaian tur ‘Tak Terkalahkan’ yang berlangsung sepanjang bulan Mei, Juni dan Juli 2024. Selain Noin Bullet dan Om Bags, tampil juga sejumlah musisi yang mendukung acara tersebut yaitu Aska Rockers (Rocket Rockers), Dawn Pubrocker (Jun Fun Gang Foo), Orind, Purpose Tiger Clan, Penikmat Soto, SKRNG! dan Sherly and The Chill Out,.
Selain gitaris Chaerul yang merupakan gitaris dan founder band, Noin Bullet saat ini juga diperkuat oleh Hadi Irhamsyah (vokal), Sugih Budiman (drums), Apink Van Basten (saxophone), Alfie (trumpet), dan Angga (trombone). Dalam acara konferensi pers yang digelar sebelum mini konser berlangsung, sang vokalis Noin Bulllet, Hadi, mengungkapkan,
“Ada sekitar 50 orang yang bermain dengan Noin Bullet, baik itu sebagai additional maupun pemain tetap. Kurang lebih ada sekitar 20 kali penggantian personil keluar masuk di rentang 2005 sampai 2017 yang mengganti posisi-posisi di band ini. Setelah Mas (Chaerul) hengkang dari Noin Bullet memang total semua player gak ada yang konsen di Noin Bullet. Sekitar tahun 2008, Mas hengkang secara resmi. Itu membuat band total berhenti berkarya.. Tahun 2005 menjadi panggung terakhir Noin Bullet, di Jogja waktu itu. Mungkin karena Mas memang founder band ini yang tahu band ini mau dibawa kemana. jadi memang tepat momennya Mas kembali lagi ke Noin Bullet.”


Sementara tentang lagu “Kegilaan Ini”, Hadi menambahkan, “Kegilaan Ini itu lebih kepada cara kita melihat teman-teman yang pada akhirnya ada di Noiin Bullet ini dan tetap pecaya memainkan musik ini. Tahun 2013 saya memulai membangun lagi band ini, beberapa event gak tahu ini adalah musik ska, karena ada distorsi di dalam musiknya. Orang waktu itu gak berpikir, ska itu gak ada distorsinya. Mungkin “Kegilaan Ini” bisa saya bilang merepresentasikan teman-teman yang masih memainkan musik ini.”
Mengenai alasan dan proses menggaet OmBags di lagu “Kegilaan ini”, Chaerul menjelaskan, “Beliau menjadi salah seorang yang sudah mengenal Noin Bullet sejak era band ska menjamur.dan dirilis oleh major label, pun akhirnya tertarik untuk berkolaborasi dengan kami. OmBags salah satu vokalis yang mempunyai karakter kuat, teriakan bernada dan masih berada dalam circle genre ska dan punk. Memadu padankan OmBags dan Noin Bullet tidak terlalu sulit. Ide awalnya kami waktu itu abis manggung di Bali dan kami memutuskan stay sampai satu minggu untuk rekaman. Ternyata suprais juga karena kami awalnya tidak diberitahu siapa yang akan berkokaborasi dengan Noin Bullet.. Kami akhirnya rekaman lagu itu di Bali.”
Pada kesempatan tersebut, Chaerul juga menjawab pertanyaan apa arti tur ‘Tak Terkalahkan’ bagi Noin Bullet, “Kita menjalani tur ini, kita bertemu dengan teman-teman lama yang masih sayang sama kita. Saya melihat ada banyak regenerasi yang terjadi. Dan itu membangkitkan kembali band-band baru di titik-titik tersebut untuk kembali muncul. Harapan kita, band ska ini ada regenerasi, karena kita gak bisa sendiri. Kemudian kita melihat ada permintaan, oke, kita masih bisa jalan dan itu menjadi spirit baru buat kita”.
Tentang album lama Noin Bullet yang belum ada versi digitalnya, Chaerul menambahkan, “Sebenarnya Warner Music sudah memberikan penawaran kepada kita untuk merilis secara digital dengan kontrak baru. Hanya saja yang agak sulit adalah mencari personil-personil lama untuk tanda tangan kontrak baru. Itu yang sampai saat ini saya lakukan untuk mengumpulkan mereka yang ternyata cukup sulit di masalah waktu.”

