June 2, 2026
Image default
Musicology

TikTok Luncurkan Layanan TikTok For Artists Untuk Para Musisi dan Artis Musik

South Jakarta – Di tengah ketidak pastian mengenai nasib TikTok di Amerika Serikat yang masih menunggu keputusan Presiden Trump, aplikasi asal negeri Tirai Bambu tersebut membuat suatu gebrakan untuk kancah musik global. Melalui perusahaan induknya, Bytedance, TikTok baru saja meluncurkan TikTok for Artists, layanan baru yang menawarkan alat analisis kepada artis untuk melihat bagaimana musik mereka tampil di platform tersebut, dan jenis konten apa yang disukai penggemar. Layanan ini juga memberi artis akses ke berbagai fitur untuk mempromosikan musik mereka. Lebih lengkapnya bisa dilihat di https://artists.tiktok.com/

Seperti yang pertama kali dilaporkan oleh Music Ally, TikTok for Artists telah menjalani uji beta selama beberapa waktu, tersedia untuk sekelompok kecil artis, tetapi sekarang diluncurkan di lima pasar: Australia, Indonesia, Jepang, Selandia Baru, dan Korea Selatan. Layanan baru TikTok tersebut diperkirakan akan segera tersedia untuk pasar yang lebih luas.

TikTok for Artists menggemakan layanan “untuk artis” yang diluncurkan oleh platform streaming musik seperti Spotify dan SoundCloud, yang juga menawarkan alat analitik dan promosi. Seperti layanan Spotify, tetapi tidak seperti SoundCloud, layanan ini gratis untuk digunakan. Versi TikTok juga menawarkan kampanye pra-simpan untuk artis yang telah menyiapkan pra-tambah di Apple Music atau halaman hitung mundur (countdown) di Spotify untuk album atau EP yang akan dirilis.

Untuk mengakses TikTok for Artists, pengguna harus memiliki akun artis bersertifikat. Halaman pendaftaran sudah aktif bahkan di luar lima pasar tempat peluncurannya.

Meskipun TikTok secara alami telah menjadi pusat utama penemuan musik, dalam beberapa tahun terakhir platform tersebut telah mengambil langkah-langkah untuk menjadikan partisipasinya dalam industri musik sebagai bagian dari model bisnisnya. Sebagai contoh,  TikTok telah meluncurkan platform distribusi musik bernama SoundOn beberapa waktu lalu.

Namun demikian, tidak semua upaya TikTok di bidang musik terbukti berhasil. Tahun lalu, TikTok Music, versi layanan streaming musik Premium ala Spotify yang sebelumnya tersedia di beberapa negara, termasuk Australia, Brasil, dan Indonesia, telah resmi ditutup.

Peluncuran awal TikTok for Artists ini terjadi saat perhatian dunia tertuju pada kisah lain yang melibatkan platform tersebut: Batas waktu yang semakin dekat bagi perusahaan induk ByteDance untuk menjual operasi TikTok di Amerika Serikat atau menghadapi larangan di negara tersebut, berdasarkan undang-undang yang disahkan oleh mayoritas bipartisan dan ditandatangani menjadi undang-undang oleh Presiden Joe Biden tahun lalu.

Presiden Donald Trump, yang menawarkan penangguhan sementara kepada TikTok, dengan memundurkan batas waktu dari yang semula ditetapkan pada 19 Januari , mengatakan akhir pekan lalu bahwa ia yakin kesepakatan untuk menjual operasi platform tersebut di Amerika Serikat akan terjadi. Namun, ia tampaknya menyiratkan bahwa, jika perlu, ia akan menunda batas waktu divestasi atau pelarangan lagi.

Sejumlah investor berkantong tebal dilaporkan telah menyatakan minatnya untuk membeli TikTok di Amerika Serikat, di antaranya perusahaan teknologi Oracle, Perplexity AI, sebuah konsorsium yang dilaporkan mencakup Blackstone, dan – yang terbaru – Amazon.

Akhir-akhir ini banyak yang memberitakan tentang pembicaraan yang diadakan antara calon pembeli dengan Gedung Putih, yang dipimpin oleh Wakil Presiden, JD Vance dan Penasihat Keamanan Nasional Trump, Mike Waltz. Namun, hanya sedikit yang diberitakan tentang apakah ByteDance benar-benar bersedia menjual, atau infornasi tentang berapa harganya.

Related posts

Sosialisasi & Diskusi Lembaga Manajemen Kolektif Berbasis Musik Tradisi Nusantara

AQK

Sashana Indonesia Mempersembahkan IMUST 2025 : Sinergi dan Inovasi dalam Musik

AQK

Alcor Prime Adakan Training Day Tingkatkan Standar Kompetensi Industri Event Indonesia

Qenny Alyano

Leave a Comment