South Jakarta – Setelah sukses menggelar tur konser di kota Bandung dan Medan, akhirnya pada hari Kamis, 29 Mei 2025, giliran Saosin menyambangi kota Jakarta. Mengambil tempat di Ecovention Hall, Ancol, Jakarta, konser yang diselenggarakan oleh Ravel Entertainment dan menjadi bagian dari rangkaian perayaan 10 tahun ‘Hammersonic Festival’, sukses mendatangkan ribuan penonton yang didominasi outfit hitam-hitam. Konser Saosin ini merupakan kota ketiga dari rangkaian tur 5 kota Saosin di Indonesia yang akan berlanjut ke Surabaya dan Solo.
Meskipun Saosin dijadwalkan tampil pukul 19.30, namun semenjak siang hari, area venue telah dipadati oleh para penggemar band asal Orange County, California tersebut. Penampilan Saosin kali ini menjadi ketiga kalinya di Jakarta setelah sebelumnya di tahun 2008 dan tahun 2024 lalu. Sebelum penampilan Saosin, dua band cadas tanah air, Last Goal Party dan St. Loco menjadi pembuka di konser kali ini.
Tepat pukul 19.30, setelah menyanyikan bersama lagu “Indonesia Raya”, panggung mendadak menjadi gelap dan satu persatu personil band yang terdiri dari Beau Burchell (gitar), Chris Sorenson (bass), Alex Rodriguez (drums), Cove Reber (vokal) dan Phil Sgrosso (gitar) muncul di atas panggung yang langsung disambut histeris penonton. Tanpa basa-basi, Saosin langsung membuka penampilan dengan membawakan “Sleepers” yang langsung membuat penonton ikut bernyanyi bersama. “Jakarta, ayo bikin ramai” ujar Cove Weber sebelum membawakan “Lost Symphonies” yang diambil dari debut EP mereka, ‘Translating the Name’ di tahun 2003. Pertunjukan semakin panas ketika sang gitaris, Beau Burchell meminta penonton untuk melompat di lagu “Bury Your Head”.
“Apakah kalian gembira malam ini?” ujar Beau kemudian. “Saya melihat kamu” ujar Beau sambil menunjuk seorang penonton yang membentangkan tulisan ‘Saosin Indonesia’. “Berapa banyak di antara kalian yang ingin lagu-lagu lama kami?”.”Berapa banyak di antara kalian yang menonton kami waktu tahun 2008?” ujar Cove kemudian. “Terima kasih telah kembali dan membawa banyak teman-teman. Terima kasih banyak.”


Saosin kemudian melanjutkan penampilan dengan “I Can Tell There Was an Accident Here Earlier” yang dilanjutkan dengan “Come Close” dan “I Never Wanted To”. Setelahnya, Saosin menurunkan tensi pertunjukan dengan membawakan “Finding Home” yang dilanjutkan dengan “Follow and Feel”. Setelahnya Cove yang malam itu mengenakan topi bucket dan kemeja kaos berwarna putih kembali menyapa penonton. “Saya sangat merasa luar biasa dengan keberadaan kalian semua, kamu mengerti apa yang saya bilang”. Beau kemudian menimpali kepada penonton, “Saya merasa senang sekali malam ini. Kalian mau kami terus bermain? Memainkan beberapa lagu lagi?” Cove kembali menimpali, “Saya mempunyai firasat mereka mau kita memainkan lagu-lagu yang lebih keras.”
Beau kemudian menunjuk seorang anak yang digendong di pundak ayahnya. “Temanku disana, kamu yang di atas pundak. Kamu mau naik ke atas sini untuk lagu ini?. Kamu mau naik? Kamu bersama orangtuamu, ayo naik ke sini.” Saosin kemudian memainkan intro lagu “Walk” dari Pantera mengiringi si anak dan ayahnya jalan ke atas panggung. Sang anak yang memakai kaos bertuliskan ‘Saosin’ tersebut ternyata baru berumur 7 tahun. Beau kemudian mengatakan, “Ini adalah hal paling keren. Jadi alasan mengajak kalian ke atas sini, kami tidak bisa melakukan ini tanpa kalian. Kalian menyebarkan kepada dunia tentang Saosin dan itu terus tumbuh. Dan kami berhutang kepada kalian semua. Tentang menceritakan tentang band kepada teman, kepada keluarga. Kami cinta kalian dan kami sangat menghargai itu semua.”


Cove dan Beau kemudian meminta tolong kepada penonton untuk membantu si anak saat melakukan crowd surfing untuk pertama kali. “Kami meminta kalian tidak menjatuhkan dia. Jika dia jatuh kami akan berhenti bermain.”ucap Cove kemudian. Saosin melanjutkan penampilan dengan membawakan “Collapse”, “Translating The Name” dan “Bury Your Head”. Semakin panas , Saosin kemudian memainkan nomor epik mereka, “Seven Years” yang di tengah lagu, Cove kembali meminta penonton untuk melakukan circle pit dan wall of death. Setelah sesi encore, Saosin kembali tampil dengan memainkan nomor cadas, “It’s Better to Learn” dan menuntaskan penampilan malam itu dengan nomor hits, “You’re Not Alone.”
“Terima kasih. Senang berbagi panggung dengan dengan Saint Loco malam ini. Last Goal Party. Kami senang bermain dengan band-band yang luar biasa. Dan kami mencintai kalian. Ini akan menjadi lagu terakhir malam ini. Tapi, tapi saya mempunyai kabar baik. Kami akan pulang setelah tur ini dan kami akan memulai rekaman lagu baru. Akhirnya. Dan setelah itu, kami harus kembali. Jadi kami akan kembali”. ucap Beau. “Saat berada di sini adalah hal paling seru yang pernah saya dapatkan, adalah di Indonesia. Terima kasih banyak.” tutup Cove Reber.

