South Jakarta – Band progressive metal, Dream Theater, kembali sukses menggelar konser di Jakarta. Konser yang bertajuk ‘An Evening with Dream Theater, 40th Anniversary Tour berlangsung pada Sabtu, 7 Februari 2026 di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta. Konser yang dipromotori oleh Rajawali Indonesia ini, sukses mendatangkan ribuan penonton dari berbagai daerah di Indonesia bahkan juga dari mancanegara. Meskipun ini bukanlah penampilan pertama Dream Theater di Indonesia, namun konser ini membuktikan bahwa pencinta musik rock dan metal di tanah air masih sangat besar.
Semenjak sore hari, para penonton yang didominasi outfit hitam tersebut, telah memenuhi area venue meskipun konser baru dimulai pada malam hari. Antrian mengular juga terlihat di booth merchandise resmi band yang terbentuk pada tahun 1985 di Boston, Amerika Serikat.
Setelah menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”, tepat pukul 8 malam, layar yang menutupi panggung, diturunkan, berganti dengan kehadiran personil Dream Theater yang langsung menggebrak dengan “Metropolis Pt. 1: The Miracle and the Sleeper” yang langsung disambut histeris penonton. Tanpa jeda, Dream Theater langsung memborbardir penonton dengan ‘Act I: Scene Two: I. Overture 1928’ yang diambil dari album ‘Metropolis, Pt. 2: Scenes From a Memory’. Di tengah penampilan, vokalis James LaBrie mulai menyapa penonton, “Kita akan bersama-sama sepanjang malam ini, apakah kalian bersama kami?” yang langsung disambut sorak sorai penonton.
Masih dari album sama, Dream Theater kemudian memainkan berturut-turut, “Act I: Scene Two: II. Strange Déjà Vu”, “Act I: Scene Three: I. Through My Words” dan “Act I: Scene Three: II. Fatal Tragedy”.


Barulah kemudian, vokalis James LaBrie menyapa penonton yang hadir, “Selamat malam, Indonesia, Hanya ini yang bisa kami katakan, ‘Terima kasiiih’. Jadi seperti yang saya bilang di awal, kami sedang menjalankan perayaan tur 40 tahun, begitupun kami merayakan sangat padat, karena kami telah menjalani tur selama 15 bulan sampai sekarang. Tapi kami juga dalam perayaan saudara kami dari ibu yang lain, Inilah dia” ujar James sambil menunjuk drummer, Mike Portnoy.
Penampilan Dream Theater malam itu menjadi istimewa karena kembalinya drummer, Mike Portnoy bersama band. Bersama dengan rekan-rekannya, John Petrucci (gitar), John Myung (bass), James LaBrie (vokal) dan Jordan Rudess (keyboards), Mike Portnoy menjadi salah satu daya tarik dari kesuksesan konser Dream Theater malam itu. Untuk tur ini, Mike Portnoy memainkan set drum Tama custom , “Dream Monster”, yang berfungsi sebagai dua set drum dalam satu: pengaturan double-bass di satu sisi untuk musik metal, dan pengaturan single-bass di sisi lain untuk musik balada.
Dream Theater kemudian melanjutkan penampilan dengan membawakan “The Mirror” dari album ‘Awake’, berlanjut dengan “The Enemy Inside” dan “Peruvian Skies” yang telah lagi, diselipkan potongan lagu “Wish You Were Here” (Pink Floyd) dan “Wherever I May Roam”. Lagu “As I Am” menjadi penutup sesi pertama atau Act 1 di konser kali ini.
Setelah sesi istirahat selama 20 menit, Dream Theater kembali melanjutkan dan membuka sesi dua (Act 2) dengan “In the Arms of Morpheus”, “Night Terror”, ‘Midnight Messiah”, “Bend the Clock” dan “The Shadow Man Incident” yang diambil dari album ‘Parasomnia’, yang rilis tahun 2025 lalu. Nomor megah “Octavarium” menjadi penutup penampilan Act 2 sebelum masuk ke sesi encore.
Setelah jeda beberapa saat, para personil Dream Theater kembali ke atas panggung dan memainkan nomor yang paling ditunggu malam itu, “The Spirit Carries On” kembali dari album ‘Metropolis, Pt. 2: Scenes From a Memori. Di lagu ini juga, terjadi koor massal dari penonton yang bernyanyi sambil menyalakan flash light dari handphone. Nomor ikonik “Pull Me Under” dari album ‘Images and Words’ menjadi penutup konser perayaan 40 tahun Dream Theater di Jakarta.
Konser ‘An Evening with Dream Theater 40th Anniversary’ di Jakarta berlangsung sekitar 3 jam. Patut mendapat apresiasi besar untuk tata suara dan tata cahaya yang dihadirkan di konser ini. Para personil Dream Theater juga tampil total dan lepas serta menghibur sehingga durasi yang panjang tidak terasa lama. Setelah menggelar konser di beberapa kota di Asia, Dream Theater melanjutkan tur ke Australia.
Selama lebih dari empat dekade, Dream Theater telah menjadi pelopor metal progresif, terus menerobos batasan dengan kehebatan teknis dan mahakarya abadi. Dari album-album legendaris seperti Images & Words, Awake, hingga Metropolis Pt. 2: Scenes from a Memory, band ini telah meninggalkan jejak yang tak terhapuskan dengan lebih dari 15 juta rekaman terjual di seluruh dunia, beberapa nominasi Grammy Awards dan kemenangan pada tahun 2022 untuk single “The Alien.”




