South Jakarta – Lussy Renata menyampaikan kabar duka yang mendalam atas wafatnya putra tercinta, Dr. Josse Nathan Goenawan. Kepergian ini menjadi pukulan emosional yang sangat berat, meninggalkan kesedihan yang mendalam dalam kehidupan pribadi maupun perjalanan kreatifnya sebagai seorang seniman.
Seiring dengan peristiwa tersebut, lagu “Pesan Terakhir” yang sebelumnya telah dirilis kini memiliki makna yang jauh lebih personal. Lagu yang dahulu hadir sebagai karya penuh rasa, kini berubah menjadi simbol kenangan yang sangat intim. Terlebih lagi, kehadiran almarhum dalam video klip menjadikan setiap adegan terasa begitu hidup—namun di saat yang sama, menghadirkan kembali luka dan kerinduan yang belum sepenuhnya pulih.
Melihat kembali video tersebut bukan lagi sekadar menikmati karya seni, melainkan menjadi pengalaman emosional yang mendalam. Setiap potongan visual membawa ingatan akan kebersamaan yang kini hanya tersisa dalam kenangan, sehingga membuatnya terlalu berat untuk disaksikan kembali dalam kondisi saat ini.

Sebagai upaya untuk menjaga kondisi emosional dan memberi ruang bagi proses berduka, Lussy Renata mengumumkan keputusan untuk menghapus video klip “Pesan Terakhir” dari platform YouTube. Langkah ini diambil dengan penuh pertimbangan, sebagai bentuk perlindungan diri dari paparan kenangan yang terlalu menyakitkan.
Meski demikian, langkah ini bukanlah akhir dari perjalanan karya tersebut. “Pesan Terakhir” tetap memiliki nilai yang sangat berarti, baik sebagai ekspresi seni maupun sebagai simbol cinta yang abadi. Oleh karena itu, ke depan akan diproduksi versi video klip baru dengan pendekatan yang berbeda.
Versi terbaru ini diharapkan mampu menghadirkan nuansa yang lebih reflektif dan universal, tanpa menghilangkan esensi emosional yang terkandung di dalamnya. Ini menjadi bentuk keberlanjutan karya, sekaligus penghormatan terhadap perjalanan hidup bahwa di tengah kehilangan, kehidupan tetap berjalan, dan makna baru selalu dapat ditemukan.
(SPR)

