July 24, 2026
Image default
Hot ReleasesWhat's New

Ivoris Bayangkan Hidup Sebagai Kerang di Single “Seashell”

South Jakarta – Penyanyi, penulis lagu, dan produser asal Australia, Ivoris, membayangkan kehidupan di luar semua problema duniawi manusia di single terbarunya “Seashell” yang dirilis hari ini. Dengarkan “Seashell” di tautan ini.

Lagu ini bagaikan manifestasi berbentuk musik dari kemilau laut, ombak yang bergoyang, dan helaan napas sedalam samudra.

Vokal khas Ivoris bersatu padu dengan permainan lembut gitar akustik dan perkusi yang mendayu-dayu. Lagu ini diproduseri oleh kolaboratornya Simon Lam yang telah berkolaborasi dengan Charli xcx, 2charm, dan Cup Sport. Lirik di lagu ini mengundang semua pendengarnya untuk memasuki dunia bertema laut yang ia usung di album perdananya yang akan ia rilis pada 4 September 2026.

“‘Seashell’ berawal dari entri diariku,” ujar Ivoris. “Aku waktu itu sedang memikirkan jika manusia bisa benar-benar bebas dari pergulatan kita untuk mencapai potens terbaik kitai, atau dari rasa takut bahwa waktu akan melewati kita begitu saja. Aku menulis bait berikut – ‘aku ingin menjadi kerang dengan sepasang mata’, dan dari penggalan bait itu lahirlah lagu ini,”

“Seashell” dirilis menjelang album perdana Ivoris berjudul ‘Pour My Heart Out’ yang siap dirilis pada 4 September. Album ini membahas sisi romansa dari banyak perasaan kita dan menjadi karya musik paling bersinar serta personal selama perjalanan musik Ivoris sejauh ini.

“Album ‘Pour My Heart Out’ rasanya seperti diriku sepenuhnya dan album ini membahas tentang memiliki hati yang benar-benar mampu menyerap semuanya — hati yang senantiasa meluap dengan berbagai emosi,” ujar Ivoris.

Hal tersebut tercermin dalam artwork album ini yang memperlihatkan Ivoris meringkuk di dalam sebuah kerang besar sambil memeluk sebuah mutiara. Seperti lagu-lagu di dalam album ini, kerang di cover album ini melambangkan kepedulian, kejujuran, dan semua perasaan yang dituangkan ke dalam proyek ini.

2026 perlahan menjadi tahun paling penting dalam perjalanan karir Ivoris. Sebagai seorang penyanyi, penulis lagu, dan produser, Ivoris telah memenangkan banyak pendengar dari seluruh dunia berkat warna musiknya yang khas dan cara ia bercerita.

Untuk merayakan perilisan album ‘Pour My Heart’, Ivoris akan menggelar tur headlining ketiganya di China sepanjang Agustus dan akan menggelar tur Asia pertamanya pada bulan Oktober yang akan mengunjungi Hong Kong, Taiwan, Singapura, dan Filipina.

Ivoris – Telepathic Twin Flame -Lead- _ Photo Credit Isabella Salvatore

 

Tentang Ivoris

Sebagai seorang penyanyi, penulis lagu, dan produser, Ivoris lekat dengan warna musik pop/R&B yang melodinya berwarna-warni dan lirik-liriknya yang serba jujur. Sejak ia debut pada 2018, style musiknya yang jenaka telah berhasil mengumpulkan banyak pendengar di seluruh dunia. Tak heran jika ia telah menggelar tur di China dan telah tampil di SXSW Austin dan Sydney. Memasuki 2026, Ivoris telah sampai di titik terpenting sepanjang karirnya yang mulai diakui secara global, khususnya di Asia.

Perjalanan musik Ivoris dimulai saat ia mulai menulis lagu-lagu pendek di pianonya saat ia masih berumur 6 tahun. Saat ia menginjak umur 13 tahun, ia belajar bermain gitar dan mulai menekuni dunia songwriting.

Ia pun menghabiskan waktu berjam-jam di kamarnya untuk mengisi buku jurnalnya dengan lagu-lagu tentang orang-orang yang ia sukai, patah hati imajiner, dan juga alam. Hal ini menjadi fondasi dari style penulisan lagunya yang introspektif dan penuh perasaan.

Momen breakthrough Ivoris datang saat EP debutnya ‘My Messy Mind’ dirilis pada 2022 dengan single “I Wish My Mind Would Shut Up” yang berhasil viral dan telah mengumpulkan lebih dari 350 juta stream di berbagai platform China. Pada 2023 ia menampilkan lagu tersebut secara live di program musik ‘Youth Project’ di China yang membuatnya semakin dikenal di negara tersebut. Kesempatan itu membuka berbagai kesempatan baginya termasuk dua tur di China, sejumlah penampilan di festival musik ternama, menjadi opening act untuk musisi internasional, dan penampilan bersama musisi-musisi Asia-Amerika di sejumlah kesempatan.

Ivoris telah telah berhasil mengumpulkan lebih dari 281.000 pendengar bulanan di Spotify dengan lebih dari 37 juta stream di luar China dan 350 juta stream di China. Indonesia masuk ke salah satu negara yang paling sering memainkan musiknya bersama dengan Amerika Serikat, Taiwan, Vietnam, Filipina, Thailand, Jepang, Kanada, Australia, dan Korea Selatan. Di China ia telah memiliki lebih dari 500.000 follower dengan social media presence yang semakin kuat di TikTok, Instagram, dan YouTube.

(SPR)

Related posts

Pulp Umumkan Album Baru ‘More’ Lepas Single “Spike Island” Setelah 24 Tahun

AQK

ERK Sampai VOB Suarakan Krisis Iklim Lewat Album ‘sonic/panic Vol. 2:

AQK

Sal Priadi hingga For Revenge Siap Hibur Arek Suroboyo di IIMS Surabaya 2026

Qenny Alyano

Leave a Comment