May 25, 2026
Image default
Hot ReleasesWhat's New

Basejam Rilis “Pamer Bojo’, Penghormatan Untuk Didi Kempot

South Jakarta – Grup musik Basejam kembali hadir dengan single terbaru yang merupakan penghormatan terhadap salah satu legenda musik Indonesia, ‘The Godfather of Broken Heart’, Didi Kempot. Single ini merupakan daur ulang dari salah satu hits terbesar Didi Kempot, “Pamer Bojo”.

Masih ingat lagu-lagu legendaris dari legenda musik Indonesia, The Godfather of Broken Heart, Didi Kempot? Masih ingat lagu berjudul “Pamer Bojo”? Single yang dirilis tepat di bulan kelahiran Didi Kempot merupakan bentuk penghormatan dan sekaligus pelepas rindu akan karya-karya hebat Didi Kempot.

Pemilihan sosok Didi Kempot bukanlah tanpa alasan. Menghormati dan melestarikan karya seorang tokoh musik Pop Jawa terbesar, sudah sewajarnya dilakukan oleh setiap musisi Indonesia. Basejam berharap interpretasi yang dihadirkan dapat diterima dan dilihat sebagai hasil usaha terbaik. Jasa Didi Kempot sangatlah besar dalam mempopulerkan musik Pop Jawa sehingga menjadi musik yang sangat dekat dengan masyarakat, tidak hanya orang Jawa, tapi hingga ke Suriname. Dan ini juga bentuk partisipasi Basejam dalam melestarikan salah satu kekayaan bangsa, yaitu Bahasa daerah Jawa.

“Sudah beberapa tahun Basejam terpikir mengeluarkan single yang merupakan aransemen ulang lagu dari seorang tokoh legendaris. Kalau di panggung sih sudah beberapa kali, tapi kalau merekam dan merilis, ini baru pertama kali. Oleh karena itu, kami mengupayakan aransemen terbaik yang masih terdengar Basejam tapi tidak menghilangkan ciri dan pesan lagunya”, ujar Sita.

Artwork “Pamer Bojo” – Basejam ( foto : istimewa )

 

Menjelang usia Basejam ke-32 tahun, sebuah hal baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya berhasil diwujudkan, yaitu mengaransemen ulang satu lagu milik legendaris maestro Pop Jawa Didi Kempot yang berjudul “Pamer Bojo”

“Dari awal memilih lagu apa yang mau kami aransemen ulang, lagu Pamer Bojo memang menjadi salah satu pilihan teratas. Kami merasa inti cerita lagu ini sangat menggambarkan esensi Pakde Didi Kempot yang dikenal dengan Godfather of Broken Heart. Jadilah akhirnya pilihannya jatuh ke lagu Pamer Bojo”, ujar Alvin

“Saya sebagai orang Jawa dan sebagai personil Basejan, merasa interpretasi Basejam akan  ‘Pamer Bojo: bisa dibanggakan lah. Mungkin terdengar tidak obyektif, tapi kalau orang lain mendengarnya akan punya pendapat yang mirip lah, bahwa aransemen ini cukup baru, tapi tetap Base jam, tapi juga tetap lagu Pamer Bojo”, ujar Oni.

“Salah satu pengalaman berharga dalam proses produksi kali ini adalah proses kolaborasi yang bertema Nusantara alias Indonesia. Lagu Jawa, kini dinyanyikan oleh penyanyi yang salah satunya adalah orang Sunda, dibantu teman kami si pengarah vokal BAKHES IGIRISA yang adalah orang Sulawesi, aransemen dibantu oleh teman kami FIGGY PAPILAYA dari Ambon serta penata suara BENNYTHO SIAHAAN yang merupakan orang Batak. Jadi, ini merupakan pengalaman yang tak ternilai harganya. Seakan-akan menjadi bukti bahwa walau Pakde Didi sudah tidak ada, beliau tetap jadi pemersatu banyak orang sambil menikmati karya beliau”, ujar Alsa.

“Tantangan banget buat aku yang nggak ngerti bahasa Jawa, jadi belajar arti liriknya agar dapat menghayati isi lagunya dan juga belajar artikulasi kata Jawa yang benar. Ini rekaman yang paling medok yang pernah aku lakukan! Tapi, bersyukur banget bisa punya kesempatan merekam ulang lagu ini, salah satu mimpi kami, Basejam, yang berhasil kami wujudkan”, ujar Sigit

Lagu “Pamer Bojo” memiliki pesan yang lebih dalam dari sekedar arti judul lagunya. Lagu ini menceritakan bagaimana seseorang merasa tersakiti karena ketika dia belum bisa move on dari mantannya, ternyata si mantan sudah menjalin hubungan baru, sudah bahagia dengan yang lain dan sudah “memamerkan” pasangan barunya. Rasa sakit dan sedih dialami seseorang yang ditinggalkan dan terlupakan.

Pesan ini coba diterjemahkan dalam aransemen musik ciri khas Basejam yang bergenre Pop, dengan warna vokal Sigit dan Alvin. Hasil yang dikeluarkan adalah warna “Pamer Bojo” yang terdengar lebih segar, kekinian, tapi tetap terdapat ciri khas medok Pop Jawa.

 

Related posts

Qodir,Band Proyek Dul Jaelani, Kolaborasi dengan Arya Novanda di Single “LOGILA!”

AQK

Gandeng Empat Musisi Senior, Lindee Cremona Rilis Single ‘Yang Masih Bisa Berdoa’

Angga Foster

Ugly Kid Joe Sukses Menutup JogjaROCKarta 2025 Hari Pertama

Qenny Alyano

Leave a Comment