August 6, 2026
Image default
Asian Hit ListWhat's New

Band Jepang muque, Rilis Single Bernuansa City Pop, “Still Not Enough”

South Jakarta – Single たりない Still Not Enough” dibangun di atas suatu jenis kehampaan yang khas: perasaan bahwa apa pun yang telah dilakukan, rasanya masih belum cukup atau belum memenuhi standar yang diharapkan.

Singel terbaru muque ini hadir sebagai lagu penutup (ending theme) baru untuk kembalinya anime TV *LIAR GAME*. Perilisannya menyusul serangkaian pencapaian yang bagi kebanyakan band akan dianggap sebagai puncak karier, bukan sekadar persinggahan biasa. Album penuh kedua grup beranggotakan tiga orang ini, “GLHF”, telah dirilis pada bulan April, diikuti oleh tur di 14 lokasi di seluruh Jepang serta tur Asia yang mencakup lima negara—Singapura, Bangkok, Hong Kong, Taipei, dan Seoul—yang akan berakhir pada akhir pekan ini. “たりない Still Not Enough” bukanlah jeda dalam momentum tersebut, melainkan langkah lanjutan yang selaras dengannya.

Dari segi suara, lagu ini mengambil inspirasi langsung dari *city pop* era 80-an—dengan *groove* hangat dan sedikit melankolis yang pas untuk perjalanan berkendara di malam hari—lalu memadukannya dengan insting muque dalam menciptakan melodi yang mudah melekat di ingatan. Hasilnya bukanlah sekadar nuansa retro demi gaya semata; lagu ini terdengar seperti karya sebuah band yang memanfaatkan nuansa lawas untuk menyampaikan sesuatu yang baru.

 

Secara lirik, lagu ini berpusat pada makna kata “tarinai” (たりない)—sebuah kehampaan yang tak pernah benar-benar terisi, atau perasaan bahwa apa yang ada selalu terasa kurang. Ini bukan sekadar konsep suasana yang samar, melainkan sebuah keterkaitan langsung dengan sosok Akiyama—karakter *LIAR GAME* yang identik dengan kesepian semacam itu; sosok yang meraih kemenangan namun pada akhirnya tetap seorang diri. muque tidak sekadar menciptakan lagu pengiring untuk tayangan tersebut; mereka menciptakan lagu yang memiliki pola pikir selayaknya karakter utamanya.

Tentang muque

muque adalah grup musik beranggotakan tiga orang yang terdiri dari Asakura (vokal dan gitar), takachi (drum dan pembuatan lagu), dan Kenichi (gitar).

Inti dari proses kreatif mereka berpusat pada takachi—yang berperan sebagai drummer sekaligus menggerakkan pembuatan lagu dan aransemen—serta Asakura, yang membentuk karakter lagu melalui penulisan melodi vokal (*top-lining*) dan lirik.

Daya tarik khas mereka terletak pada sinergi gaya masing-masing personel: takachi meracik lagu-lagu yang sangat kontemporer dengan inspirasi dari berbagai belahan dunia—melampaui batasan musik AS dan Inggris dengan memasukkan unsur *beat* global khas Asia—sementara Asakura merangkai dunia lirik yang menyentuh hati di atas melodi yang memuat nuansa halus khas Jepang. Elemen-elemen ini berpadu dan dihidupkan oleh vokal Asakura yang penuh emosi, menciptakan sebuah semesta musik yang benar-benar unik.

Nama “muque” merupakan permainan kata yang cerdas, menggabungkan *musique* (kata dalam bahasa Prancis untuk musik) dan *muku* (kata dalam bahasa Jepang yang berarti murni atau polos). Karena *muku* melambangkan kemurnian tanpa noda, nama ini mencerminkan filosofi utama mereka: menciptakan “musik yang murni” dan secara teguh mengejar karakter suara yang mereka inginkan, tanpa terpengaruh oleh tren yang ada di sekitar mereka.

Related posts

Sheryl Sheinafia Rilis Debut EP Independen Lewat ‘3 Stages of Grief’

AQK

Feby Putri Rilis Album Kedua ‘Hitam Putih’ Kisah Suka Duka Perantau

AQK

Peggy Gou Lepas Single “Wo,man” Bersama Ayra Starr

Qenny Alyano

Leave a Comment