South Jakarta – “Halo, kami kembali!” Paling tidak, itulah kalimat pertama yang langsung terbesit di kepala ZZUF, unit musik powerpop/indierock asal Jakarta yang beranggotakan Pandu Fuzztoni (MORFEM, FARRT!), Tir Saputra (Eleventwelfth), Amien Prahadian (PRIME), dan Freddie Alexander Warnerin (MORFEM, Damascus).
Setelah sekian lama tidak mengeluarkan album penuh, akhirnya pada 11 September 2026, album penuh kedua ZZUF resmi mengudara dan sudah bisa dinikmati di seluruh platform musik digital.Album ini adalah sebuah gambaran panjang dari semua proses yang ZZUF jalankan selama pembuatan album, hingga melakukan eksperimen yang belum pernah dilakukan. Tak tanggung-tanggung, ada 15 track sekaligus yang disuguhkan.
Kolaborasi Musisi Jepang hingga Sentuhan Brass Section
Selama pembuatan album ini ZZUF manfaatkan betul untuk menjelajahi wilayah bermusik yang baru. Di album ini, kalian akan menemukan banyak kejutan, diantaranya: 3 Kolaborator Spesial: Pertama kalinya juga ZZUF bekerja sama atau berkolaborasi dengan musisi atau band lain. Di album ini ada 3 kolaborasi, pertama adalah Delpi Suhariyanto atau yang lebih dikenal dengan softtrauma dan juga personil Dongker. Di album ini ia menulis lirik & mengisi bagian vokal salah satu lagu yang berjudul, “I Smile”. Mengapa kami kepikiran untuk berkolaborasi dengan Delpi?, alasannya sangat simple, karena kami merasa ia sangat cocok dengan lagu tersebut.

Kedua ada Deathro dari Jepang, dalam pengerjaannya musik lagu tersebut sudah selesai terlebih dahulu. Setelah mendengarkan musiknya, ZZUF membayangkan nuansa musik lagu tersebut seperti sebuah soundtrack film anime. Karena itu. ZZUF merasa Deathro, teman kami yang berasal dari Jepang adalah orang yang tepat untuk berkolaborasi dalam menulis lirik sekaligus menyanyikan lagu tersebut.
Ketika ZZUF melempar ide ini, Deathro merespon dengan sangat baik. Ia kemudian menceritakan bahwa lirik yang ingin ia tulis akan mengangkat kisah tentang kota Sagamihara-sebuah tempat yang memiliki kenangan dan cerita tersendiri baginya. Lagunya pun diberi judul “Sagamihara”
Ketiga ada band After Hours, di album ini yang memberikan sentuhan vokal perempuan. Pilihan kami jatuh kepada After Hours, kebetulan sekali Pandu sempat menggarap mixing dan mastering salah satu lagu mereka. Kami ajak lah mereka untuk mengisi vokal di lagu “Signing Out” Instrumen Baru: Kali ini kami mencoba memberanikan diri untuk memasukkan bebunyian atau instrumen lain di beberapa lagu di album ini yaitu, brass section.
Lirik Bahasa Indonesia: 15 track dalam album ini setengahnya ZZUF i menulis liriknya dalam Bahasa Indonesia. Ini impactnya memang langsung memberi nuansa yang sangat berbeda di masing-masing lagu. Dengan lirik Bahasa Indonesia dengan harapan pesan dan cerita yang ingin disampaikan akan lebih mudah diterima.
Visual Anime Modern ‘90-an: Untuk artwork album kali ini, ZZUF bekerja sama dengan Thalia, seorang ilustrator yang dikenal lewat karya-karyanya yang bernuansa anime. Berbeda dari rilisan sebelumnya yang selalu menggunakan konsep fotografi, kali ini ZZUF memilih menghadirkan sebuah ilustrasi dengan sentuhan anime modern yang terinspirasi dari era ’90-an.Ide ini kemudian diterjemahkan ke dalam gambar oleh Thalia. Ia menjadi sosok yang menghidupkan gagasan tersebut melalui ilustrasinya. Karakter utama dalam artwork dirancang dengan siluet tubuh yang curvy dan ekspresif. Elemen tersebut memang menjadi bagian dari karakter visual yang ingin ditonjolkan sang ilustrator. Sentuhan sensual yang hadir bukan sekadar pemanis, melainkan bagian dari gaya ilustrasi dan estetika keseluruhan artwork. Hasil akhirnya memadukan nostalgia anime ’90-an dengan pendekatan ilustrasi modern. Artwork ini tidak hanya berfungsi sebagai sampul album, tetapi juga menjadi bagian dari identitas musiknya.

Nuansa Baru untuk Soundtrack Hidup Kalian
Secara keseluruhan, album ini memberikan nuansa yang segar dan sangat berbeda dari album terdahulu. Setiap lagu di album ini mewakili ceritanya masing-masing. Album penuh kedua ZZUF sudah bisa diputar di platform streaming digital favorit kalian mulai 11 September 2026.
(SPR)

