September 17, 2026
Image default
Hot Releases

Dinda Ghania Rilis Single dan MV Baru, Sukses Tampil di LaLaLa Fest 2026

South Jakarta – Solois cantik, Dinda Ghania, melakukan gebrakan dalam waktu yang bersamaan di bulan Agustus 2026 lalu. Dinda baru saja merilis video musik “Half of Me”, single baru “What If I’m Never Enough”, hingga penampilannya di LaLaLa Festival 2026. Tiga momentum tersebut memperlihatkan perkembangan Dinda dari beberapa sisi sekaligus, bukan hanya sebagai penyanyi dan live performer, tetapi juga sebagai songwriter dan artist yang semakin terlibat dalam pengembangan cerita serta dunia visual karyanya sendiri.

Pada 15 Agustus 2026, Dinda merilis video musik resmi “Half of Me”, setelah versi audionya
lebih dulu hadir pada 4 Juli. Jika lagunya dibangun melalui gitar akustik dan piano yang intim, video musiknya mengambil pendekatan yang jauh lebih sinematik melalui kisah berlatar sebuah misi luar angkasa.

Disutradarai oleh Joni Astin, “Half of Me” menampilkan Dinda bersama Jeremie Moeramans sebagai Daniel, pasangan sekaligus rekan dalam sebuah misi luar angkasa. Perjalanan keduanya berubah setelah meteor menghantam pesawat dan membuat Daniel terluka. Dinda kemudian memberikan darahnya sendiri untuk menyelamatkannya sebelum
mengambil keputusan untuk mengirim Daniel kembali menuju Bumi melalui emergency
spacecraft.

Dinda sendiri tetap berada di pesawat utama yang mengalami kerusakan hingga akhirnya
pesawat tersebut meledak. Layar kemudian berubah menjadi hitam dengan tulisan “HALF OF
ME”. Menurut Joni, kisah tersebut merupakan bentuk visual dari makna utama lagu: ketika
kehilangan seseorang juga terasa seperti kehilangan sebagian dari diri sendiri.

“Darah bagi saya merupakan simbol kehidupan. Ketika Dinda memberikan darahnya, dia secara literal memberikan sebagian dari dirinya agar orang yang dia cintai bisa tetap hidup,” ujar Joni Astin.

Produksi video musik “Half of Me” memadukan practical set, teknologi XR, CGI, dan VFX. Interior spacecraft dibangun secara fisik, sementara proses shooting dilakukan di DOSS Guava XR, PFN untuk menghadirkan environment luar angkasa langsung saat pengambilan gambar.
Keseluruhan produksi melibatkan sekitar 150 orang dari berbagai departemen, mulai dari
directing, camera, lighting, art department, costume, makeup, XR, hingga post-production dan VFX.

Proyek tersebut juga dikerjakan bersama talenta kreatif Indonesia. Menariknya, keterlibatan Dinda tidak berhenti di depan kamera. Setelah aktif berdiskusi sejak tahap pengembangan cerita, perjalanan emosional karakter, visual, wardrobe hingga ending, Dinda akhirnya turut dipercaya menjadi co-director dalam proyek tersebut.

Sepekan kemudian, pada 22 Agustus 2026, Dinda merilis single terbaru “What If I’m Never Enough”.
Diproduseri oleh Josh Cumbee dan ditulis bersama Molly Ann, lagu tersebut berangkat dari
kegelisahan mengenai insecurity, self-worth, dan tekanan untuk terus memenuhi ekspektasi. Ide awalnya muncul dari pengalaman personal serta catatan yang sebelumnya ditulis Dinda. Proses tersebut kemudian dikembangkan dalam sesi songwriting bersama Molly Ann dan Josh Cumbee di Bali. Alih-alih langsung dimulai dari melodi, sesi kreatif tersebut bermula dari pembicaraan mengenai tema dan hal-hal yang ingin disampaikan Dinda.

Secara musikal, Josh membangun “What If I’m Never Enough” seperti sebuah internal monologue yang perlahan tumbuh menjadi ketakutan lebih besar. Lagu dimulai sebagai piano ballad yang intim, kemudian berkembang melalui synth bass, lapisan vokal, serta strings bernuansa old-Hollywood hingga memasuki bagian bridge dengan atmosfer yang semakin sinematik.

“Lagu ini membawa kita dalam sebuah perjalanan, dari internal monologue menuju existential crisis,” jelas Josh Cumbee.

Menurut Josh, salah satu kekuatan utama karya tersebut justru terletak pada kerentanannya. Pada bagian awal lagu, vokal Dinda hanya ditemani satu instrumen sehingga cerita dan
emotional delivery menjadi pusat perhatian.
Jika harus merangkum karakter lagu tersebut dalam satu kata, Josh memilih: “Haunting.”, “Bad Connection”, “Half of Me”, dan “What If I’m Never Enough” juga menunjukkan perkembangan naratif dalam karya-karya terbaru Dinda.

“Bad Connection” berbicara tentang sebuah hubungan yang mulai kehilangan koneksi. “Half of Me” membawa cerita tersebut ke fase kehilangan, ketika perpisahan tidak hanya berarti
kehilangan orang lain tetapi juga sebagian dari diri sendiri. Sementara “What If I’m Never Enough” menggeser sudut pandangnya menjadi lebih introspektif: setelah semuanya terjadi, muncul pertanyaan mengenai nilai diri, ekspektasi, dan kemungkinan bahwa masalah tersebut berasal dari diri sendiri.

Tiga karya tersebut dapat dipandang sebagai chapter emosional yang berbeda dalam dunia
musik Dinda, sekaligus memperlihatkan keberaniannya untuk bergerak dari cerita tentang orang lain menuju sesuatu yang semakin personal. Josh melihat perkembangan tersebut sebagai bagian dari body of work Dinda yang mulai semakin luas dan beragam secara musikal, tetapi tetap terhubung melalui perspektif personal serta karakter vokalnya.

 

Perilisan “What If I’m Never Enough” sengaja dipilih bertepatan dengan salah satu momentum penting dalam perjalanan Dinda sebagai performer. Pada 22 Agustus 2026, Dinda tampil di Bloom Stage, LaLaLa Festival 2026, mulai pukul 17.05 WIB dengan set berdurasi 45 menit. Dinda tampil bersama format band dengan Haris Pranowo sebagai Music Director. “What If I’m Never Enough” turut dibawakan dalam set tersebut bersama salah satu materi lainnya, “Freeloader”.

Meski bukan menjadi debut live pertama lagu tersebut, penampilan di LaLaLa Festival menjadi salah satu momentum awal ketika “What If I’m Never Enough” dapat didengar langsung oleh audiens dalam skala festival. Pemilihan tanggal perilisan yang bertepatan dengan LaLaLa Festival juga menjadi bagian dari strategi mempertemukan dua sisi perjalanan Dinda sebagai artist.

Di satu sisi, “What If I’m Never Enough” menjadi salah satu karya paling introspektif yang pernah ia hadirkan. Di sisi lain, lagu tersebut langsung dibawa ke panggung dan diperkenalkan kepada audiens secara langsung.

 

DInda at LaLaLa FEst ( foto : istimewa )

 

Dinda at LaLaLa Fest ( foto : istimewa )

 

LaLaLa Festival juga menjadi ruang yang relevan untuk memperkenalkan karya berbahasa Inggris seperti “What If I’m Never Enough” kepada audiens yang dekat dengan karakter musik tersebut. Penampilan ini sekaligus meneruskan perjalanan Dinda sebagai live performer setelah sebelumnya tampil di Prambanan Jazz Festival 2026 pada Juli lalu.

Tidak ada aransemen khusus yang dibuat untuk versi festival. Lagu tetap dibawakan dalam format band agar karakter natural dan jujur dari versi rekamannya tetap terasa di atas panggung. Persiapan menuju penampilan tersebut juga tidak hanya berfokus pada aspek teknis vokal dan musikal, tetapi turut mencakup kesiapan emosional untuk membawakan materi yang cukup personal di depan audiens festival.

Perilisan single dan penampilan di LaLaLa Festival menjadi salah satu penanda fase baru dalam perjalanan Dinda sepanjang 2026. Dari hubungan yang mulai kehilangan koneksi dalam “Bad Connection”, kehilangan seseorang dalam “Half of Me”, hingga akhirnya mempertanyakan nilai dirinya sendiri lewat “What If I’m Never Enough”, Dinda perlahan membangun perjalanan musik yang semakin personal.

 

Dinda Photo ( foto : istimewa )

 

Tentang Dinda Ghania 

Lahir di Jakarta pada 10 November 2009, Dinda Ghania merupakan penyanyi dan aktris Gen Z yang memulai karier profesionalnya pada 2020. Selain merilis karya orisinal seperti “Unfinished” (2024), “Backseat Memories” (2025), “Here’s To Us” (2025), “Bad Connection” (2026), “Half of Me” (2026), dan “What If I’m Never Enough” (2026), Dinda juga dikenal melalui sejumlah kolaborasi bersama musisi lintas generasi, di antaranya Melly Goeslaw, Yovie Widianto, dan Ariel NOAH.Di dunia seni peran, Dinda turut membintangi film Adagium (2023).

(SPR)

 

Related posts

Dua Suara Media Gelar Buka Puasa Bersama, Kenalkan Deretan Artis dan Lagu “Lebaran”

AQK

SHVRON Hadirkan Sisi Girly Emo di Single “SHATTERED”

Qenny Alyano

Mea Shahira Kolaborasi Dengan Ezra Kunze Lepas Single “come ‘n find me”

AQK

Leave a Comment